SULTRALINE.ID, KENDARI – Wilayah Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara diguncang gempabumi tektonik. Hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan informasi gempabumi ini berkekuatan Magnitudo 3,2 yang terjadi sekitar pukul 19:12 Wita, Selasa (01/11/2022).
Kepala Stasiun Geofisika Kendari BMKG menjelaskan episenter gempabumi terletak pada koordinat 3.97 LS, 122.52 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 2.8 Km, Tenggara Mandonga, Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara, pada kedalaman 10 km.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Kendari, Segmen Utara di Tenggara Mandonga, Kota Kendari,” tulis Rudin dalam keterangan persnya.
Lebih lanjut ia, dampak gempabumi
guncangan dilaporkan dirasakan di beberapa wilayah di Kota Kendari dengan getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.
“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 19.30 WITA, hasil monitoring BMKG menunjukkan belum terjadi aktivitas gempabumi susulan,” terangnya.
Dengan memperhatikan kondisi gempabumi, Rudin mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
“Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah,” pungkasnya .



































