SULTRALINE.ID, KENDARI – Anggota DPD/MPR RI Wa Ode Rabia Al Adawia Ridwan daerah pemilihan (Dapil) Sulawesi Tenggara (Sultra), menggelar sosialisasi 4 pilar kebangsaan kepada masyarakat dan tokoh pemuda di Kota Kendari, Kamis (12/11/2020).
Dalam paparannya, Wa Ode Rabia mengatakan bahwa pentingnya memahami konsep berbangsa dan bernegara yang penuh dengan rasa toleransi atas segala perbedaan yang ada.
“Sosialisasi empat pilar ini tentunya sangat penting bagi kita agar ditanamkan dalam diri kita tentang kesadaran kepada publik, tentang konsep berbangsa yang penuh toleransi, menghargai segala perbedaan, hidup bergotong royong, dan menghargai hukum, yang ada,” ujar Rabia disela-sela acara sosialisasi empat pilar yang digelar di Pondok Pesantren Sohibul Qur’an, Kota Kendari, Sultra Sabtu Kamis (12/11/2020).
Wanita yang akrab disapa Rabia ini mengatakan, seluruh anggota DPD/MPR RI, ditugaskan untuk menggencarkan sosialisasi empat pilar kebangsaan ini kepada seluruh element, baik itu tentang Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika yang mempunyai satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan.
Lebih lanjut ia mengatakan, Pancasila adalah ideologi dan dasar Negara, UUD 1945 adalah Konstitusi Kegara, NKRI sebagai bentuk Negara dan Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan Negara.
“Tentu saya rasa semua sudah sangat memahaminya, keempatnya adalah merupakan satu kesatuan yang utuh, tidak dapat dipisahkan, karena merupakan tiang penyangga yang menjadi panutan dalam upaya kita menjaga keutuhan bangsa Indonesia yang kita cintai ini,” urainya.
Rabia juga mencontohkan bagaimana Pancasila mampu merefleksikan nilai luhur bangsa Indonesia, seperti religiusitas, kemanusiaan, nasionalisme, gotong royong, dan keadilan semua dapat diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Kita sama-sama mengetahui, bahwa Bung Karno yang telah menggali nilai luhur Bangsa, sehingga lahirlah Pancasila dan Pancasila terbukti mampu menjawab segala tantangan baik dari lintas generasi maupun lintas zaman,” pungkasnya.



































