SULTRALINE.ID, KENDARI – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 dipastikan akan dilaksanakan pada Desember mendatang. Hal itu berdasarkan surat peraturan KPU RI nomor 5 tahun 2020 menentukan pilkada serentak pada akhir tahun mendatang akibat dari mewabahnya covid-19 Di Indonesia. Penyelenggaraan Pilkada serentak pada bulan Desember 2020 di ikuti sebanyak 270 daerah dengan rincian 9 Provinsi, 224 Kabupaten dan 37 Kota se Indonesia.
Di Daerah Sulawesi Tenggara tercatat ada 7 Kabupaten yang akan mengikuti pilkada serentak 2020 yakni Kabupaten Muna, Buton Utara, Konawe Utara, Konawe Selatan, Kolaka Timur, Konawe, dan Wakatobi. Semenjak di keluarkan PKPU 2020, para calon kandidat ketujuh daerah tersebut sontak kembali memasifkan propaganda untuk merebut simpatik rakyat di wilayah masing-masing.
Termasuk para pendukung calon kandidat, gemar memanfaatkan media sosial sebagai ajang untuk menonjolkan prestasi para figurnya. Tak jarang ditemukan, di group-group medsos saling mengadu ujuran kebencian terhadap kandidat figur lain. Entah memakai akun asli maupun akun palsu.
Sehingga nuansa kekeluargaan, silaturahim, perkawanan yang sudah terbangun sebelumnya menjadi renggang akibat tarung gagasan para figur kandidat kepala daerah yang tidak sehat.
Melihat kondisi tersebut, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Kendari mengajak para kandidat calon kepala daerah (cakada) yang tersebar pada tujuh kabupaten di Sultra untuk mengingatkan para pendukung fanatiknya dalam memanfaatkan media sosial sebagai ruang tarung gagasan yang sehat dan berbobot daripada saling menjatuhkan satu dengan yang lainnya.
“Sebagai organisasi mahasiswa yang berorientasi kerakyatan, kami menginginkan agar dalam pertarungan pilkada tahun ini berjalan dengan tentram tanpa perpecahan di tengah-tengah masyarakat. Sejatinya rakyat menaruh harap penuh kepada para figur calon kandidat untuk membawa kemajuan daerah apabila terpilih,” ungkap Kabid Organisasi GMNI cabang Kendari, Saswal Ukba, Minggu (19/7/2020).
Langkah ini, kata ia, ditengah masih kondisi Pandemi Covid-19, sehingga perlu ada edukasi kepada masyarakat.
“Karena apapun yang diselancarkan di media sosial bisa saja menjadi gambaran karakter dari para masing-masing calon kandidat. Berikan edukasi yang baik agar rakyat menjadi simpatik,” tutup Saswal.
Laporan : TIM



































