• Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang
  • Advertise
Rabu, 7 Oktober 2026
  • Login
No Result
View All Result
VIDEO CHANNEL
Sultra Line
  • Beranda
  • Live Youtube
  • Advertorial
  • Video
  • News
  • Berita Video
  • Beranda
  • Live Youtube
  • Advertorial
  • Video
  • News
  • Berita Video
No Result
View All Result
SultraLine
No Result
View All Result
IMG-20260902-WA0020(1)
Merah Putih Modern Selamat & Sukses Instagram Post (1)
Merah dan Emas Elegan Kartu Ucapan Selamat Naik Jabatan
Merah dan Emas Elegan Kartu Ucapan Selamat Naik Jabatan (1)
1
Biru dan Abu-abu Modern Ucapan Selamat Pelantikan Instagram Post
spanduk
us2
IMG-20260606-WA0027
hartoyo
IMG_20260930_185101
1791168021084
ChatGPT Image 5 Okt 2026, 12.09.14
previous arrow
next arrow
Headline
  • Wa Ode Nurhayati Mengutuk Keras Tindak Kekerasan terhadap Perempuan asal kendari.
  • Kandaskan Persaingan Ketat, USN Kolaka Bawa Pulang Penghargaan KMI Expo 2026
  • MIRIS! Wagiyem Berjuang Seorang Diri Menghadapi Dugaan Penganiayaan, Menanti Keadilan di Tengah Luka dan Kesunyian.
  • Satu sekolah,Tiga kelas Pertandingan,Tiga Medali ,Siswa SMP 1 kendari ukir Prestasi di kota Bugis .
  • Syihab Az Zuhri Jawara Silat asal Sekolah Mts 1 Kendari Gegerkan Kota Bugis,Emas Di Rebut Untuk Sultra
 
Home ISSUE

OPINI : Melihat Wajah Demokrasi Indonesia

by SULTRALINE.ID
17 Juni 2020
in ISSUE, NEWS, OPINI
0
627
SHARES
964
VIEWS
Share ke WAShare on FacebookShare on Twitter

Membahas perihal Demokrasi tentunya menjadi hal yang begitu menarik apalagi di indonesia sendiri seperti yang kita ketahui menerapkan sistem demokrasi.

Sebelum jauh melangkah penulis ingin sedikit mengemukakan apakah yang dimaksud dengan sistem Demokrasi. Kata demokrasi pertama kali dikemukakan oleh para pengikut mazhab politik dan filsafat yunani kuno di athena yang diketuai oleh Cleisthenes pada tahun 508 – 507 SM , Demokrasi terdiri dari 2 kata yaitu Demos dan Kratos , Demos yang berarti Rakyat, dan Kratos/kratein yang berarti Pemerintah , yang bila di tafsirkan berarti Pemerintahan Rakyat.

 

Demokrasi adalah sebuah sistem yang yang melibatkan rakyat dalam berlangsungnya tata kelola pemerintahan , sebagaimana adagium tersohor perihal demokrasi yang pernah di gaungkan oleh mantan presiden amerika ke-16 ( Abraham Lincolin ) yang mengatakan demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat , oleh rakyat , dan untuk rakyat (From People , for people , and by people). Pemerintahan untuk rakyat mencerminkan ide bahwa pemerintahan ada demi warga negara bukan demi kepentingan para penguasa , karena jika demi kepentingan penguasa maka namanya akan beda lagi.

 

Demokrasi sendiri mempunyai beragam jenis , yang diantaranya demokrasi langsung dan demokrasi representatif. Demokrasi di indonesia memakai sistem demokrasi representatif atau sistem perwakilan yang dimana rakyat memilih para wakilnya yang kemudian para wakil itulah yang menciptakan hukum.

 

Berbicara ihwal demokrasi representatif ini merupakan gagasan yang di perjuangkan oleh salah satu filsuf kenamaan asal inggris yang bernama John Stuart Mill , yang karena baginya Demokrasi representatif merupakan satu-satunya cara agar sistem demokrasi dapat bertahan di dunia modern. Dan memang benar kata Mill, demokrasi hasil gagasannya tersebut hingga kini masih tetap eksis bahkan diterapkan juga di negara kita indonesia.

 

Namun, muncullah sebuah pertanyaan apakah di negara indonesia sudah menerapkan Demokrasi sesuai yang diidamkan para pemikir pencetusnya? Ini tentunya menjadi tanda tanya besar yang masih melayang-layang tanpa arah dan kepastian, sudahkah indonesia menerapkan Demokrasi yang berkedaulatan rakyat/berpemerintahan rakyat seperti asal muasal katanya ?

Hidup dalam negara yang memakai prinsip demokrasi sudah seyogianya menjunjung tinggi asas-asas dalam kehidupan berdemokrasi yang diantaranya adalah : 1. Terjaminnya hak kebebasan berpendapat 2. Hak atas kesetaraan.3. Hak atas kepemilikan. Tetapi ini sangat disayangkan jika kita melihat situasi dan kondisi yang terjadi di negeri ini rupanya asas-asas demokrasi itu telah lumayan ‘lumpuh’ , kata lumpuh yang penulis tuliskan tentunya bukan tak berdalil , ini bisa kita saksikan dimana kondisi yang terjadi di negeri ini hak kebebasan berpendapat yang diwujudkan salah satunya lewat tindakan mengkritik pemerintah kini seakan-akan telah menjadi teror tersendiri bagi pemerintah , hal ini sangat disayangkan yang padahal menurut hemat penulis kritik dapat menjadi salah satu obat mujarab demi perkembangan demokrasi kearah yang lebih baik.

 

Para pemegang tambuk kekuasan di tanah ibu pertiwi ini rupanya terlalu melebihkan-lebihkan dan juga terbilang cukup baperan dalam menanggapi kritik. Kritik yang ditujukan kepada penguasa jika bisa ditindak dengan lebih ‘dingin’ tentunya akan berbuntut kebaikan dan perkembangan untuk bangsa ini sendiri.

Namun apalah daya nasi telah terlanjur menjadi bubur kini kritik yang seyogianya dapat menumbuh kembangkan perdemokrasian kini sudah seakan-akan menjadi momok menakutkan bagi penguasa panggung perpolitikkan tanah air . penulis menduga para penguasa rezim ini menganggap dengan adanya kritik-kritik kritis dari elemen masyarakat dapat menghilangkan kewibawaan sebagai seorang pemimpin dan menggoyahkan ‘singgasana’ perpolitikkan yang sedang mereka tumpangi sekarang, yang dimana fallacy semacam ini bisa dipastikan muncul dari sifat antagonis serta ketamakkan penguasa untuk tetap terus melanggengkan posisi status quo . Padahal pada hakikatnya jika kita mengutip teori klasik dari filsuf tersohor yunani kuno ( Aristoteles ) yang konon juga merupakan bapak ilmu politik yang notabene sudah pasti menguasai seluk beluk perpolitikkan dia mengatakan bahwa ” politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama ” bukan untuk kebaikan segelintir kaum penguasa.

 

Penulis ingin sedikit mengulas peristiwa yang tentunya masih hangat di memory kita dimana salah satu kampus tanah air yang hanya ingin sekedar mengkaji tentang ” upaya pemakzulan presiden dimasa pandemi ditinjau dari sistem ketatanegaraan ” langsung menuai teror yang salah satunya adalah pemateri terancam akan dibunuh . Kita tentu patut curiga bahwa teror tersebut dilakukan oleh oknum-oknum ataupun fans fanatik rezim yang berkuasa, tetapi penulis tidak ingin lebih eksplisit membahas persoalan ini karena dapat menjadi batu sandungan ataupun bahaya bagi penulis sendiri mengingat situasi di rezim ini yang rupanya tidak lagi memungkinkan untuk di kiritiki lebih jauh dan lebih kritis melihat fenomena-fenomena yang terjadi belakangan ini.

Beberapa hari yang lalu juga kembali mencuat di media dimana salah satu komika tanah air ‘Bintang Emon’ mendapatkan teror yang berupa fitnah dari akun-akun fake yang mencoba menuding dirinya menggunakan narkoba, yang seperti kita ketahui pada beberapa hari yang lalu ia sempat membuat video sindiran dalam menanggapi kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi pemberantasan Korupsi ( KPK ) Novel Baswedan. Hal semacam itu menjadi peristiwa yang sukar dipahami akal sehat jika mengingat kita berada di negara yang “katanya” menjunjung nilai demokrasi , mengutip sedikit perkataan Edward Snowden dia mengatakan ” jika mengungkap kejahatan diperlakukan selayaknya pelaku kejahatan berarti anda sedang tinggal di negeri yang dikuasai para penjahat “.

 

Peristiwa-peristiwa pembungkaman kritik secara terstruktur dengan cara-cara teror tersebut jika semakin masif dilakukan penulis khawatir jika demokrasi yang digaungkan di negeri ini hanyalah berupa ‘topeng’ penutup dan pemanis yang perlahan-lahan mulai mengarah ke otoritarianisme.

Tetapi terlepas dari segala permasalahan yang ada di negeri ini kita patut menanamkan sikap optimistis berharap bahwa rezim saat ini bisa lebih baik kedepan dengan menghadapi kritik-kritik masyarakat yang notabene ditujukan untuk perbaikan negeri ini dengan cara yang lebih dewasa lagi dan tidak dengan cara yang terbilang labil.

Mengakhiri tulisan ini Penulis berharap rezim saat ini tidak mengedepankan sikap anti kritik dan bisa lebih bijaksana dalam menanggapi kritik serta keluhan-keluhan dari masyarakat . Penulis tidak ingin mejustifikasi bahwa rezim ini tampak buruk tetapi sekedar berharap bahwa rezim ini dapat mengindahkan dan lebih menjunjung tinggi nilai-nilai dalam berdemokrasi seperti yang di cita-citakan para pencetusnya terdahulu .
” Seorang pemimpin adalah penyalur dalam harapan , bukan pembungkam dalam harapan ” Napoleon bonaparte .


Oleh : Muliadi ( Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Halu Oleo dan Kader HMI Cabang Kendari )

Tags: DemokrasiOpini
SultraLine Bisa Diakses Melalui Saluran Google News atau Google Berita berikut Ini: CLick
SULTRALINE.ID

SULTRALINE.ID

Related Posts

Wa Ode Nurhayati  Mengutuk Keras Tindak Kekerasan terhadap Perempuan asal kendari.

Wa Ode Nurhayati Mengutuk Keras Tindak Kekerasan terhadap Perempuan asal kendari.

by SULTRALINE.ID
2 Oktober 2026
0

SULTRALINE.ID-KENDARI Dugaan kekerasan kembali menjadi sorotan setelah pemberitaan photo photo kekerasan beredar luas di media sosial yang di alami perempuan...

Kandaskan Persaingan Ketat, USN Kolaka Bawa Pulang Penghargaan KMI Expo 2026

Kandaskan Persaingan Ketat, USN Kolaka Bawa Pulang Penghargaan KMI Expo 2026

by SULTRALINE.ID
2 Oktober 2026
0

SULTRALINE.ID- KOLAKA Purwokerto, 1 Oktober 2026 — Kontingen Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka sukses meraih Juara Harapan II Kategori Stand...

MIRIS! Wagiyem Berjuang Seorang Diri Menghadapi Dugaan Penganiayaan, Menanti Keadilan di Tengah Luka dan Kesunyian.

MIRIS! Wagiyem Berjuang Seorang Diri Menghadapi Dugaan Penganiayaan, Menanti Keadilan di Tengah Luka dan Kesunyian.

by SULTRALINE.ID
1 Oktober 2026
0

SULTRALINE.ID–KENDARI Di tengah luka yang belum sepenuhnya pulih, seorang perempuan asal Kendari berusia 47 tahun, Wagiyem, kini harus menjalani perjuangan...

Tampil Gemilang Rafa juliansyah Al Farabi Persembahkan Medali  untuk sultra

Satu sekolah,Tiga kelas Pertandingan,Tiga Medali ,Siswa SMP 1 kendari ukir Prestasi di kota Bugis .

by SULTRALINE.ID
29 September 2026
0

SULTRALINE.ID-KENDARI Siswa Smp 1 kendari kembali jadi sorotan perhatian di arena gelanggang kejuaran pencak silat arung palakka champhion 2026 Kabupaten...

Syihab Az Zuhri Jawara Silat asal Sekolah Mts 1 Kendari  Gegerkan Kota Bugis,Emas Di Rebut Untuk Sultra

Syihab Az Zuhri Jawara Silat asal Sekolah Mts 1 Kendari Gegerkan Kota Bugis,Emas Di Rebut Untuk Sultra

by SULTRALINE.ID
29 September 2026
0

SULTRALINE.ID-KENDARI Nama lengkapnya La Ode Muh.Syihab Az Zuhri di usianya yang masih remaja ia ukir Prestasi membanggakan pesilat remaja berbakat...

Tampil Gemilang Rafa juliansyah Al Farabi Persembahkan Medali  untuk sultra

Tampil Gemilang Rafa juliansyah Al Farabi Persembahkan Medali untuk sultra

by SULTRALINE.ID
28 September 2026
0

Sultraline.id -kendari Langkah kecil di atas gelanggang membawa cerita besar bagi Rafa juliansyah AlFarabi siswa Smp negeri 1 kendari, pesilat...

Next Post

Menakar Kengototan Gubernur dan Forkopimda Menyetujui Masuknya 500 TKA China di Bumi Anoa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip Artikel

Sultra Line

Rumah Berita Perjuangan Sultraline
"Setiap Orang adalah Jurnalis, Setiap Peristiwa adalah Berita"

Oplus_131072

Populer Minggu Ini

  • LAKI Sultra: Korupsi PNBP dan Pajak Sektor Industri & Perhubungan Jadi Atensi di 2024

    LAKI Beberkan Pemeriksaan Pesawat Uap dan Bejana Tekan di Sultra Tak Pernah Dilakukan, Terindikasi Kebocoran Negara Ratusan Miliar 

    3589 shares
    Share 1436 Tweet 897
  • Wa Ode Nurhayati Mengutuk Keras Tindak Kekerasan terhadap Perempuan asal kendari.

    625 shares
    Share 250 Tweet 156
  • MIRIS! Wagiyem Berjuang Seorang Diri Menghadapi Dugaan Penganiayaan, Menanti Keadilan di Tengah Luka dan Kesunyian.

    620 shares
    Share 248 Tweet 155
  • Satu sekolah,Tiga kelas Pertandingan,Tiga Medali ,Siswa SMP 1 kendari ukir Prestasi di kota Bugis .

    688 shares
    Share 275 Tweet 172
  • Banggakan Sulawesi Tenggara! Sanggar Seni USN Kolaka Siap Berlaga di PEKSIMINAS XVIII 2026

    722 shares
    Share 289 Tweet 181

Alamat Kantor

Ikuti Kami

  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang
  • Advertise

© 2016-2022 Sultra Line

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Live Youtube
  • Advertorial
  • Video
  • News
  • Berita Video

© 2016-2022 Sultra Line

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In