SULTRALINE.ID, KENDARI – Perguruan tinggi se Sulawesi Tenggara akan mengelar Aksi Kebangsaan Kuliah Akbar Melawan Radikalisme. Ini adalah hasil rekomendasi pasca pertemuan pimpinan Perguruan Tinggi di Bali pada 25-26 September 2017 yang dihadiri 3000 pimpinan Perguruan Tinggi se Indonesia yang juga ditutup langsung oleh Bapak Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo.
Kuliah akbar tersebut ditargetkan dihadiri 25 ribu Civitas akademika terdiri dari 43 kampus Se Sulawesi Tenggara (Sultra).
Steering Commitee (SC) Dr. H. Nur Alim mengatakan, tujuan kuliah akbar untuk mempertegas sikap perguruan tinggi bersama Civitas Akademika di masing-masing kampus untuk melawan radikalisme dan intoleransi, serta menjadi benteng bagi Pancasila. UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI.
“Mensosialisasikan secara lebih luas di kalangan civitas akademika khususnya ,dan pada umumnya masyarakat, mengenai isi deklarasi kebangsaan Perguruan Tinggi melawan radikalisme, untuk bersama diaktualisasikan secara nyata dan kongkrit dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan sosial kemasyarakatan dengan berlandaskan semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi,” terang Rektor IAIN Kendari ini, Rabu (11/10/2017).
Kuliah akbar akan dihelat di lapangan eks MTQ, Kota Kendari, Sultra pada 28 Oktober 2017 yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda.
Sementara di tempat terpisah Humas panitia pelaksana Muhammad As’ad menambahkan bahwa bentuk teknis acara tersebut juga akan diisi dengan orasi ilmiah, pembacaan sumpah pemuda, dan pentas seni yang dipersembahkan oleh Mahasiswa se Sultra.
Menurutnya kuliah akbar ini juga nantinya akan dihadiri oleh salah satu Menteri kabinet kerja Jokowi – JK.
“Kami harapkan acara tersebut dapat terselenggara dengan sukses, dan yang lebih penting tujuan acara tersebut bisa tersampaikan keseluruh masyarakat Sultra, ” Pungkas Pria yang akrab disapa Jojo.
Laporan : La Irdwan



































