SULTRALINE.ID, MUNA BARAT – Kepemimpinan Dr. Bahri, S.STp.,M.Si sebagai Penjabat (Pj) Bupati di Kabupaten Muna Barat (Mubar) kembali diuji. Kali ini, puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan diri Ikatan Mahasiswa Pemuda Muna Barat (IMPMB) Jakarta melakukan aksi di depan Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Mereka menuntut agar Mendagri Tito Karnavian mengevaluasi dan mengganti Pj Bupati Mubar. Alasan para mahasiswa ini meminta Mendagri mengganti Pj Bupati Mubar karena hasil evaluasi kinerja triwulan pertama dinilai kurang oleh Kemendagri, serapan anggaran per bulan Juni hanya 16,33%, sibuk mengotak atik birokrasi, mencari kendaraan dinas serta mengeluh soal Rumah Jabatan.
Adanya aksi demonstrasi tersebut ternyata mengundang reaksi dari berbagai Tokoh masyarakat dan Tokoh Pemuda di Muna Barat. Salah satu Tokoh Pemuda Kecamatan Wadaga, Bahrul Zia mengaku geram saat membaca berita tentang aksi dan berbagai pernyataan yang dilontarkan oleh mahasiswa di Jakarta. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh mahasiswa IMPMB hanya bikin Gaduh dan tidak memiliki nilai manfaat bagi daerah dan masyarakat yang menetap di Muna Barat. Katanya lagi, kinerja PJ. Bupati Muna Barat saat ini sudah sangat memuaskan masyarakat. Berbagai terobosan kebijakan dan program kerja yang dijalankan oleh Alumni STPDN tersebut sangat sejalan dengan mimpi dan harapan masyarakat Muna Barat selama ini.
“Pembangunan Kantor Bupati dan DPRD, Pembangunan Masjid Agung, Rencana Investasi Pabrik Tepung Tapioka yang digandengkan dengan pembentukan Perusahaan Milik Daerah dimana Perusda nantinya akan memfasilitasi petani menggunakan anggaran daerah untuk menanam ubi kayu sebagai bahan baku Tapioka, keberhasilan mengendalikan inflasi daerah akibat Pandemi Covid 19 dan kenaikan harga BBM, kebijakan pembangunan infrastruktur dengan pendekatan aspirasi masyarakat dengan turun langsung ke bawah, penataan birokrasi dengan penempatan pejabat berbagai eselon sesuai aturan yang berlaku, Kebijakan BLT APBD untuk masyarakat di Kelurahan, BLT untuk kelompok pekerja Tukang Ojek dan Sopir Angkot, penyetaraan harga BBM untuk masyarakat di pulau – pulau dengan memberi subsidi pada penyalur BBM di pulau – pulau dan masih banyak lagi” urainya.
Pria kelahiran Muna Barat yang berprofesi sebagai Petani dan Sopir Dump Truck ini juga berpesan agar para Mahasiswa Muna Barat khususnya yang sedang kuliah S2 maupun S3 di Jakarta untuk lebih produktif menggunakan ilmunya bagi perkembangan Muna Barat. Menurutnya, percuma punya banyak gelar pendidikan kalau tidak mampu memberi sumbangsih positif bagi Daerah.
“Percuma sekolah setinggi langit tapi tidak punya sumbangsih positif untuk Muna Barat. Kalangkeno sikola (Tingginya Sekolahnya) ampa we Jakarta watu (Sampai di Jakarta sana) tamaka hasilino dopande kaawu derabu – Rabu wamba bhe de rabu karia (Tapi hasilnya hanya bisa membuat Fitnah dan kegaduhan) sohae nagha (Untuk apa itu ), nakoghuluha dosikola (tidak ada gunanya mereka sekolah)” kesalnya
Bahrul Zia membandingkan dirinya yang hanya masyarakat kecil, juga hanya tamatan SMA, namun dirinya mengaku justru lebih mampu menilai dan melihat bahwa Muna Barat saat ini dipimpin oleh orang yang tepat yang akan membawa perubahan besar dalam memajukan Muna Barat. Kata Bahrul, menilai pemimpin tidak bisa hanya lewat informasi di media atau melalui kata orang. Harus tinggal di Muna Barat baru bisa menilai kinerja dan kemampuan PJ.Bupati Mubar.
“Malu toh jadi Mahasiswa baru asal bicara saja. Saya hanya rakyat kecil, sehari – hari hanya berkebun dan jadi Sopir Trek, sekolah juga hanya tamat SMA. Tapi saya tau juga, kalau kita nilai pemimpin harus jelas dasarnya supaya tidak fitnah dan bikin Gaduh saja mengganggu konsentrasinya pemerintah. Demo di Mendagri, dorang minta pak Bahri diganti dasarnya hasil penilaian kinerja triwulan 1. Serapan anggaran di Bulan Juni, juga karena pak Bahri sering turun ketemu masyarakat dan dianggap pencitraan. Berarti maunya itu mahasiswa di Jakarta, Bupati jangan mi sering ketemu masyarakat ? Fekiri Hae fekirindo (pikiran apa itu begitu) masa dorang mo kasih jauh Bupati dengan masyarakat. Kemudian mereka sebut juga serapan anggaran bulan Juni, bulan Juni itu pak Bahri baru satu bulan lebih jadi PJ Bupati, wajar toh kalo serapan anggaran kurang. Kalau mau nilai serapan anggaran, kita nilai di Bulan Desember ini. Saya baca berita realisasi serapan anggaran Muna Barat sampai tutup tahun mencapai 95%, realisasi pendapatan 96%, ini luar biasa, kenapa itu mahasiswa justru ungkit serapan anggaran di Bulan Juni ?. Saya hanya mau pesan sama itu Mahasiswa – mahasiswa supaya jangan terlalu angkuh karena tinggi sekolahnya, kita ini biar tinggal di kampung bukan berarti mau dibodohi dengan informasi yang tidak jelas” tegasnya.
Bahrul Zia juga berharap, agar PJ.Bupati Muna Barat untuk tetap fokus dan tidak terganggu dengan demo – demo yang tidak berdasar. “Selama pak Bahri konsisten dan terus bekerja baik seperti saat ini, yakin saja kami masyarakat kecil Muna Barat yang akan selalu menjaga, membela dan berdiri bersama – sama dengan pak Bupati, tidak usah terganggu dengan pendapat orang – orang yang hanya mengatasnamakan Muna Barat tapi tidak tinggal di Muna Barat” tutupnya.
Laporan: LM Abduh



































