SULTRALINE.ID, KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) siap melaksanakan lomba Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke XXIX Tingkat Sultra, pembukaan MTQ pada tanggal 10 hingga 16 Agustus 2022.
Segala persiapanpun sudah dimatangkan dengan sudah melakukan teknikal meeting dengan seluruh peserta baik pawai etno religi dan musabaqoh.
Guna menyukseskan event tersebut yang juga bertepatan bulan kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke 77, Pemprov Sultra melibatkan seluruh lintas agama dan sejumlah paguyuban yang ada di Sultra.
Kepala Biro (Kabiro) Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Pemprov Sultra, Yusmin, mengatakan seyogyanya kegiatan MTQ akan dilaksanakan di Kabupaten Muna, namun ada kendala teknis, sehingga kegiatan diambil ahli pemprov Sultra yang dipusatkan di Kota Kendari.
“MTQ kali ini akan menjadi hal yang baru karena akan melibatkan seluruh umat beragama dalam konteks memberikan dukungan termasuk juga akan diikuti paguyuban masyarakat yang ada di Sultra. Kenapa saya bilang hal baru karena baru kali ini MTQ atau kegiatan keagamaan yang didukung umat beragama lain termasuk paguyuban dan anak-anak sekolah” kata Yusmin saat menggelar konferensi pers di salah satu hotel ternama di Kota Kendari, Selasa (9 Agustus 2022).
Ia menyampaikan, MTQ XXIX akan dimulai dengan pawai etno religi pada Rabu (10/08/2022) pagi yang mengambil start di Masjid Al-Kautsar dan finish di Tugu Religi Eks MTQ Kendari.
“Pawainya akan dilepas pak Wakil Gubernur Sultra dan finishnya akan diterima pak Gubernur,” ujarnya.
Ia menambahkan dalam pawai akan dibagi menjadi tiga kelompok terdiri dari Kafilah yang diikuti 17 Kabupaten/Kota, Umum yang diikuti kelompok umat beragama dan majelis ta’lim serta paguyuban-paguyuban dan ormas-ormas yang sudah mendaftar.
“Untuk jumlah peserta pawai berdasarkan perhitungan panitia hingga saat ini kurang lebih mencapai 10 ribu. Dalam pawai langsung dinilai oleh juri yang telah ditentukan, kepada peserta terbaik akan diberikan reward atau hadiah dengan untuk juara pertama itu sebesar 20 juta rupiah, juara 2 mendapatkan 17,5 juta rupiah dan juara ketiga mendapatkan 15 juta rupiah, hadiah tersebut untuk semua kategori termasuk siswa,” paparnya.
Sementara itu untuk peserta MTQ, kata Yusmin, hadiahnya akan meningkat dari tahun sebelum-sebelumnya yang sudah diketahui seluruh peserta kafilah. Dengan dimasing-masing nomor untuk juara pertama mendapatkan sebesar 15 juta rupiah.
“Dengan peningkatan hadiah, Pak Gubernur berharap ini menjadi motivasi bagi anak-anak kedepannya bahwa MTQ atau membaca Al-Qur’an disamping sebagai seni tapi bernilai ibadah,” tambah Mantan Kabid Minerba Dinas ESDM Sultra ini.
Terakhir ia menegaskan, pihaknya sengaja dalam pawai melibatkan semua unsur keagamaan karena Sulawesi Tenggara merupakan miniatur Indonesia dengan beragam agama, suku dan budaya.
“Dengan perbedaan itu kita ingin satukan melalui forum-forum keagamaan seperti MTQ ini. Kedepannya juga kami di Kesra akan memberikan dukungan yang sama-sama kepada umat-umat beragama lain dalam melakukan kegiatan. Karena ini pilot project baru bahwa ada satu kegiatan keagamaan yang itu didukung penuh oleh umat beragama lainnya, sehingga disinilah pentingnya toleransi, disinilah pentingnya keberagaman bahwa walaupun berbeda kita tetap satu,” tukasnya.
“Di pawai nantinya juga dirangkaikan deklarasi pentingnya toleransi, pentingnya keberagaman yang akan dibacakan seluruh umat beragama dan paguyuban. Kemudian karena MTQ kali ini bertepatan bulan kemerdekaan RI, nantinya seluruh peserta pawai akan memegang bendera merah putih,” pungkas mantan Plt Kadispora Sultra ini.
Sementara itu Perwakilan masyarakat Kristiani melalui Ketua Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) Sultra, Effendi Patulak menyambut baik dengan keterlibatan dalam pawai memeriahkan MTQ tingkat Provinsi.
“Tentu ini momen istimewa bagi kami umat kristiani bisa berpartisipasi dalam kegiatan MTQ kali ini dan saya rasa pertama kali di Indonesia dan kami juga berterimakasih bisa dilibatkan,” ujarnya.
Tempat sama, Asisten I Bidang pemerintahan dan Kesra Ilyas Abibu menambahkan, ada tiga momentum dalam pelaksanaan MTQ kali ini, yakni nuansa tahun baru muharam dan momentum hari kemerdekaan.
“Perpaduan inilah yang lebih memaknai pelaksanaan MTQ tahun ini karena kegiatan pawai dimeriahkan oleh kafilah, kelompok keagamaan serta paguyuban dan kelompok etnis yang ada di Sultra,” katanya.
Laporan: TIM



































