SULTRALINE.ID, KENDARI – Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-28 tahun 2021 yang jatuh pada 29 Juni mendatang, Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan keluarga Berencana Kota Kendari hari ini mengadakan Intervensi Pelayanan Keluarga Berencana di UPTD Puskesmas Benu-Benua Kecamatan Kendari Barat, Kamis (24/6).
Peringatan Harganas yang dirangkaikan dengan kegiatan Pelayanan KB untuk sejuta Akseptor Declare. Sejuta Akseptor untuk Kota Kendari ini, secara resmi dideklarasikan langsung oleh Ketua TP PKK Kota Kendari Hj. Sri Lestari Sulkarnain S.Pd, M.Si. Dalam sambutannya, ia menerangkan bahwa kegiatan pelayanan KB yang dilakukan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Dirinya pun berharap, kegiatan tersebut dapat mendorong penggunaan kontrasepsi KJB yang non NKCP yang ada di Kota Kendari sehingga berdampak pada keluarga yang berkualitas.
Sesuai dengan tema Harganas tahun ini, “Keluarga Indonesia Cegah Stunting”, melalui ‘Gerakan Bulan Pemantauan Tumbuh Kembang Balita di Posyandu’ ia menyebutkan telah melakukan kunjungan di 11 Kecamatan dengan jumlah 13 Posyandu, dan akan melanjutkan kunjungannya di 218 Posyandu yang tersebar di Kota Kendari.
“Harganas diperingati untuk mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia akan pentingnya Keluarga sebagai sumber untuk membangun bangsa dan negara, untuk itu keluarga yang sehat dan kuat merupakan modal awal dalam melakukan pembangunan dan kemajuan bagi Kota Kendari yang kita cintai. Untuk itu, marilah kita senantiasa menjaga keharmonisan serta keutuhan keluarga agar kita bisa maju bersama dan meningkatkan kualitas hidup seluruh masyarakat yang ada di Kota Kendari.” Imbuhnya.
Mengingat akan situasi pandemi Covid-19 yang belum usai, Ketua TP-PKK Kota Kendari kembali mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap Covid-19 yang saat ini tengah mengalami peningkatan kasus di berbagai wilayah di Indonesia, tak terkecuali Kota Kendari. “Kita harus patuh dan berdisiplin demi mencegah terjadinya penularan Covid-19 dilingkungan kita masing-masing. Sebab, selain dihadapkan dengan situasi pandemi Covid-19, Kota Kendari juga perlu mengatasi masalah Stunting, sehingga melalui momen ini kita dapat meningkatkan kualitas komunitas antar anggota keluarga, demi mewujudkan kualitas keluarga menuju Keluarga Cegah Stunting.” Tandasnya.



































