SULTRALINE.ID, KENDARI – Deklarasi serta Pengukuhan Organisasi Tamalaki Wonua Ndoolaki yang rencananya akan segera dilaksanakan pada tanggal 27 Desember 2020, bertempat di Hotel Claro atau di lapangan terbuka dengan tetap mengacu pada protokol kesehatan, dimana dalam rencana pengukuhan tersebut akan diundang tokoh tokoh masyarakat dan berbagai elemen kelembagaan.
Tujuan di deklarasikannya Tamalaki Wonua Ndoolaki yang di singkat TAWON ini yaitu untuk mengukuhkan sekaligus mengesahkan dalam prespektif hukum dan dalam prespektif administrasi pemerintahan, yang dalam hal ini kami telah terdaftar di Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) dan memiliki Akta Notaris di saksikan oleh semua perangkat yang terkait. ( Senin (7/12/2020)
“Tujuan di bentuknya yaitu tidak lebih dari bentuk semangat pepokoasoa (Persatuan) yang lahir dari “tujuh dewan pendiri” dan telah diambil keputusan di angkatnya Kakanda Ahmad Baso sebagai Ketua Umum” ungkap Idultryawan, SH selaku Humas Tamalaki Wonua ndoolaki.
Idultryawan, SH selaku Humas Tamalaki Wonua Ndoolaki yang juga Mantan Aktivis Di Kota Makassar ini mengatakan bahwa Dalam pelaksanaan deklarasi nantinya, Insya Allah semua perangkat organisasi kedaerahan yang sifatnya itu budaya maupun akademisi kami akan undang baik itu Tamalaki Sultra, Tamalaki Wonua Mekongga, Karadano Tolaki, Banderano Tolaki, Anandolaki Mepokoaso, saudara saudara kami dari masyarakat Muna, Buton, Moronene, Wawonii, dan Wakatobi
“Adapun seni budaya yang akan kami hadirkan itu, seperti tarian mondotambe dan umoara. tinggal teknisnya nanti kami beserta seluruh pengurus akan memastikan tarian apa yang akan kami tampilkan pada saat kegiatan deklarasi nantinya” Ujar Idul.
Ketua Umum Tamalaki Wonua Ndoolaki, Ahmad Baso juga mengharapkan Dengan berdirinya organisasi ini menunjukan jati dirinya yang sesungguhnya. Tamalaki Wonua Ndoolaki melihat dari sejarah, Tamalaki itu tidak punya singkatan karena Tamalaki adalah prajurit tangguh yang pada saat itu berdiri sebuah Kerajaan Konawe dan Kerajaan Mekongga, didalam suatu kerajaan itu terbentuklah pasukan Tamalaki.
“Kenapa harus Wonua karena artinya adalah perkampungan dan Ndoolaki adalah kampungnya Tolaki. Jadi arti dari sebuah Tamalaki Wonua Ndoolaki adalah kampung Tolaki atau prajurit tangguh dikampung Tolaki, kami akan lebih eksis dan kami akan lebih menjaga Marwah adat istiadat suku Tolaki itu sendiri, yang tanpa didalamnya disusupi kepentingan politik, ataupun kepentingan yang tidak dilandasi oleh prinsip Pepokoaso’a ” Beber Ahmad Baso
Ketua Tamalaki Wonua Ndoolaki Ahmad Baso Juga Menargertkan Bahwa Kedepan kami akan lebih bergerak dibidang Kebudayaan, Pemberdayaan, dimana bidang pemberdayaan ini di Sulawesi Tenggara terkhusus didaratan Konawe secara menyeluruh kita akan banyak berinvestasi sosial dengan adanya pertambangan. Kemungkinan kedepan kita akan bermitra, kami juga akan menawarkan sebuah kemampuan atau keahlian yang kami miliki, terkhusus di Ormas Tamalaki Wonua Ndoolaki akan bersinergi kepada Pemerintah ,TNI ,Polri dan disemua bidang. Mari kita junjung budaya yang beradab disultra ini dan menjaga ke Bhineka Tunggal Ika- an kita semua.
Arianto Silondae Ketua panitia Pelaksana deklarasi mengatakan “untuk persiapan kami sekarang sekitar 25% sudah siap, insya Allah diwaktu yang telah ditentukan kami siap sepenuhnya”.
Laporan : Ismar Indarsyah



































