SULTRALINE.ID, MUNA — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Muna menggelar lomba Pameran UP2K PKK dan Lomba ini di Ikuti oleh 24 Kecamatan yang ada di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini dilakukan pelataran Aula Galampano Katolalo Raha, Selasa 6 Juni 2023.
Lomba ini sebagai rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke 51 tahun tingkat Kabupaten Muna. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Muna, Drs.H.Bachrun Labuta, M.Si, bersama Ibu, seluruh Kepala OPD Lingkup Pemda Muna, para Camat, Kepala Desa dan Lurah se-Kabupaten Muna.
Selain itu, masing-masing kecamatan memamerkan kreasi dan hasil kerajinan Desa yang menjadi Wilayah administrasinya. Untuk Kegiatan lomba HKG yang mengusung tema “Bergerak bersama menuju keluarga sejahtera dan tangguh wujudkan Indonesia tumbuh”.
Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kabupaten Muna, Yanti Setiawati Rusman mengatakan sesungguhnya kegiatan HKG merupakan agenda tahunan dari Tim Penggerak PKK Kabupaten yang di rangkai dengan kegiatan pameran kreasi perwakilan setiap Kecamatan di Muna.
“Ini merupakan langkah awal untuk mendeteksi dini apa yang menjadi kreatifitas, kearifan lokal yang ada disetiap Kecamatan di Muna, dan kami bisa tau bahwa di Kecamatan ini punya produk unggulan yang nantinya bisa kita kembangkan dengan baik kedepannya di Bumi Sowite. Untuk itu lomba UP2 PKK merupakan bagian dari Pokja 2 yaitu Koperasi mini dimana membina Kelompok usaha – usaha kecil di Masyarakat dan utamanya kelompok wanita. Bila ada kegiatan di Provinsi maka ajang lomba Pameran UP2 PKK ini selalu diselipkan dalam setiap tahunnya,” jelasnya.


Sedangkan dalam sambutannya Wakil Bupati Muna menekankan pada Para OPD, Para Camat, Kepala Desa dan Lurah untuk selalu Bergerak bersama-sama untuk membangun keluarga yang sejahtera dan tangguh.
“Harapan besar juga kepada seluruh pemangku kebijakan untuk menjaga perkembangan anak stunting karena ini merupakan masakan gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu yang panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak. Ini merupakan tugas berat dan harus kita minimalisir sedini mungkin,” tutup Bachrun Labuta.
Laporan: Ando Hasrin
Editor: Irdwan Jeko



































