• Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang
  • Advertise
Rabu, 7 Oktober 2026
  • Login
No Result
View All Result
VIDEO CHANNEL
Sultra Line
  • Beranda
  • Live Youtube
  • Advertorial
  • Video
  • News
  • Berita Video
  • Beranda
  • Live Youtube
  • Advertorial
  • Video
  • News
  • Berita Video
No Result
View All Result
SultraLine
No Result
View All Result
IMG-20260902-WA0020(1)
Merah Putih Modern Selamat & Sukses Instagram Post (1)
Merah dan Emas Elegan Kartu Ucapan Selamat Naik Jabatan
Merah dan Emas Elegan Kartu Ucapan Selamat Naik Jabatan (1)
1
Biru dan Abu-abu Modern Ucapan Selamat Pelantikan Instagram Post
spanduk
us2
IMG-20260606-WA0027
hartoyo
IMG_20260930_185101
1791168021084
ChatGPT Image 5 Okt 2026, 12.09.14
previous arrow
next arrow
Headline
  • Wa Ode Nurhayati Mengutuk Keras Tindak Kekerasan terhadap Perempuan asal kendari.
  • Kandaskan Persaingan Ketat, USN Kolaka Bawa Pulang Penghargaan KMI Expo 2026
  • MIRIS! Wagiyem Berjuang Seorang Diri Menghadapi Dugaan Penganiayaan, Menanti Keadilan di Tengah Luka dan Kesunyian.
  • Satu sekolah,Tiga kelas Pertandingan,Tiga Medali ,Siswa SMP 1 kendari ukir Prestasi di kota Bugis .
  • Syihab Az Zuhri Jawara Silat asal Sekolah Mts 1 Kendari Gegerkan Kota Bugis,Emas Di Rebut Untuk Sultra
 
Home NEWS

Opini: PILWALI KOTA KENDARI, ADU KUAT DINASTI

by SULTRALINE.ID
3 April 2024
in NEWS, OPINI
0
Opini: PILWALI KOTA KENDARI, ADU KUAT DINASTI
807
SHARES
1.2k
VIEWS
Share ke WAShare on FacebookShare on Twitter

Oleh: Maulana Naoval, SP.

(Ketua Dewan Eksekutif Wilayah Rampai Nusantara Provinsi Sulawesi Tenggara)



Rangkaian pesta demokrasi Indonesia belum akan berhenti dan masih akan berlanjut. Pasca perhelatan Pemilu Presiden (Pilpres) dan Pemilu Legislatif (Pileg), masyarakat Indonesia akan segera menyambut Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) pada 27 November 2024 mendatang. Sebagai pengingat, bersamaan dengan hiruk pikuk dan kemeriahan hajatan tersebut, demokrasi lokal akan kembali diperhadapkan dengan realitas yang telah menjadi rahasia umum yaitu dinasti politik.

Lukman Hakim (2024) menyoroti kemunduran praksis demokrasi Indonesia, lebih khusus di arena lokal. Otonomi daerah yang mestinya mampu menjaga keberlanjutan demokrasi (sekaligus demokratisasi), justru tergelincir kepada kontradiksi-kontradiksi: dari mulai terbentuknya elite-elite lokal baru hingga kemunculan dinasti politik yang tersebar di banyak daerah di Indonesia. Fenomena demikian menguatkan sinyalemen bahwa laju demokrasi Indonesia hingga saat ini masih beredar di poros prosedural–ketimbang substantif seperti yang dicita-citakan (Hakim, 2024).

Perspektif kritis tersebut diperkuat studi lain. Secara kasuistis, penelitian Yuliartiningsih dan Adrison (2022) terkait perhelatan Pilkada di rentang waktu 2017-2020, mengkontraskan eksistensi dinasti politik yang tersebar di banyak daerah di Indonesia.

Beberapa temuan penting dari studi ini, antara lain: pertama, dari total sebaran 508 kabupaten/kota yang menyelenggarakan Pilkada di rentang waktu 2017-2020, terdapat 247 (48,6 persen) kabupaten/kota yang terindikasi muatan dinasti politik. Kedua, persentase kemenangan kandidat dinasti politik di arena Pilkada sangat signifikan. Kesimpulan tersebut berbasis temuan pertarungan Pilkada di 170 dari 247 kabupaten/kota terindikasi dinasti politik (69 persen) berbuah kemenangan.

Realitas politik tersebut lebih dari cukup untuk memvalidasi secara kongkrit mengenai keberadaan dinasti politik. Bahwa ia bukan rumor atau isapan jempol. Bukan pula anomali.

Dalam skema elektoral, pelanggengan kekuasaan di lingkup keluarga tidak akan terjadi tanpa pemenuhan syarat-syarat prosedural. Sekurang-kurangnya, ada dua syarat penting, yaitu (1) partai politik sebagai instrumen kontestasi politik dan (2) pemilih yang menentukan kemenangan di arena Pilkada.

Pola klientelisme yang mensyaratkan relasi patron-klien (tuan dan hamba: pen) terbentuk di dua aras tersebut. Pola relasi demikian tentu saja timpang dan semu. Aktor dinasti mewakili pihak yang memiliki keberlimpahan: akses, modal, kuasa, dan lainnya. Sementara, aktor di luar pusaran dinasti mewakili pihak yang lemah dan subordinat. Sehingga, ketimbang partisipatif, konsekuensi yang tercipta adalah relasi transaksional yang dimulai sejak awal. Transaksi itu bisa dalam bentuk beragam, entah distribusi jabatan, proyek, atau siraman uang untuk ‘membeli’ suara.

Lalu, bagaimana dengan eksistensi dan praktik dinasti politik yang akan kemungkinan besar juga terjadi pada Pilwali Kota Kendari nantinya. Ibarat hidangan makanan, masyarakat kota Kendari hari ini juga telah dihidangkan dengan beranekaragam menu dalam konteks dinasti politik. Sekali lagi ini bukan anomali. Kalau mengambil istilah anak Kendari, Biasami, Begituji memang, Mereka-Merekaji lagi, mau diapa. Silahkan netizen yang budiman, memilih menu mana yang cocok dengan seleranya masing-masing.

Sebahagian konklusi itu tidak hanya mencerminkan hal yang jauh dari esensi dan subtansi sebenarnya. Karena idealnya dalam konsep demokrasi modern. Pola yang semestinya berjalan secara agregat adalah masyarakat mempunyai hak yang sama untuk dipilih dan memilih. Namun kenapa konsep tersebut kesannya tidak nampak, dan cenderung menjadi kelumrahan. Hal ini tidak terlepas dengan respon publik terhadap kesadaran terlibat dalam kontestasi demokrasi kecenderungannya tidak akan jauh-jauh dari pemain-pemain dan lingkaran-lingkaran elitis yang ada saja. Maka Persepsi yang akan keluar adalah, yang akan bertarung pada kontestasi nantinya adalah mereka-mereka yang punya basis modal kapital yang besar, punya pasukan atau pemain-pemain politik yang menguasai medan tempur, memiliki pengaruh ketokohan yang kental, dan yang tidak kalah penting mempunyai kedekatan dan akses yang terbuka luas dengan kaum elitis penentu pintu para yang mulia yang mulia. Entah elemen-elemen persepsi ini positif atau negatif, biarkan netizen yang menilai. Apa dabilang netizen, sudah itulah yang akan menjadi norma yang diterima. Karena tentunya akan bias jika hal ini menjadi kesimpulan tetap, tanpa dibarengi argumentasi dan data yang akurat serta tentunya restu dari netizen yang arif dan bijaksana.

Tanpa diajari dan dipahamkan, masyarakat awam pun secara fasih akan menjawab dan paham, pada Pilwali Kota Kendari mendatang para bakal calon Walikota dan bakal calon wakil walikota yang telah berseliweran, baik di media cetak, media sosial maupun di media jalanan (baliho, spanduk.red) itu akan tahu asalnya dari dinasti yang mana. Seberapa kuat pengaruh dan eksistensinya pun masyarakat sepertinya sangat fasih paham akan hal itu. Lantas, apakah secara general masyarakat cenderung menerima, ataukah lebih baik diam membisu. Sekali lagi, itu dikembalikan kepada netizen yang baik hati.

Terlepas dari praduga terhadap efek kedepan yang akan ditimbulkan, masyarakat pun pada akhirnya akan tetap menentukan pada siapa coblosannya akan berlabuh. Apakah ini kelemahan terhadap demokrasi kita, secara hati-hati saya sampaikan, tidak bisa juga dikatakan lemah. Karena mau dikatakan apapun, para kontestan yang akan tampil pada Pilwali Kota Kendari juga tetap menjadi bagian dari masyarakat yang mempunyai hak yang sama untuk dipilih dan memilih. Itulah demokrasi, suka ataupun tidak suka, mau ataupun tidak mau.

Adu kuat dinasti pada perhelatan Pilwali Kota Kendari pasti tidak bisa dinafikkan akan terjadi. Dinasti-dinasti yang akan bertarung juga secara kasat mata juga relatif imbang dan sama kuat. Sangat menarik untuk disimak dan ditunggu sepak terjang para pemain-pemain itu. Kita berharap sebagai warga Kota Kendari yang begitu menyayangi Kota Kendari, ingin melihat konstestasi yang baik dan elegan serta demokratis nantinya. Terhindar dari serangan-serangan personal, black campaign dan kampanye-kampanye sesat.
Pertarungan Pilwali Kota Kendari yang lebih mengedepankan adu visi, gagasan dan program, ketimbang membangun wacana-wacana sesat dan adu-adu kuat dalam konteks negatif lainnya. Jadi sudah Sepatutnya para peserta (Paslon.red) dan pemain-pemain (politisi dan partai politik.red) itu wajib secara maksimal mengeluarkan jurus-jurus yang jitu dan andalan, program-program yang terbaik untuk diperlihatkan kepada masyarakat pemilih. Agar kiranya masyarakat bisa lebih peka melihat, siapa yang akan layak memimpin Kota Kendari di 5 Tahun kedepan.
Terlepas dari keberadaan dinasti politik itu, tentunya pada kontestasi kedepan, sebagai masyarakat yang mempunyai pemikiran terbuka, pasti juga akan melahirkan simpul-simpul kekuatan-kekuatan politik baru, yang bisa saja akan menjadi perlawanan yang kuat bagi pemain-pemain lama. Kehadiran Pemain-pemain baru ini juga tidak bisa dipandang sepele. Tentunya kehadiran-kehadiran mereka dalam kontestasi Pilwali Kota Kendari kedepan punya dasar argumentasi dan alasan yang cukup kuat. Bisa jadi pemain-pemain baru ini punya kecukupan daya dan energi untuk maju bertarung. Baik kesiapan secara mental, finansial, maupun material lainnya. Menarik untuk ditunggu sepak terjang pemain-pemain baru ini.

Jika diizinkan, penulis ingin memberikan sedikit Pesan kepada para kontenstan Pilwali nantinya. Perbanyak sosialisasi positif dan membumi, tunjukkan kelayakan anda-anda semua sebagai calon-calon pemimpin Kota Kendari dengan visi, ide dan program yang fresh, dinamis, dan sebisa mungkin lebih banyak mendengarkan daripada berbicara. Tentunya tanpa diajari dan diberikan saran yang banyak para pemain-pemain ini sudah pasti akan lebih tahu apa yang harus dilakukan. Daripada sibuk membangun citra pribadi, sebaiknya langsung action di masyarakat. Bangun suasana riang gembira dalam berpolitik. Lebih jauh daripada itu, penulis juga mempunyai harapan, Semoga Pilwali Kota Kendari 2024 mendatang dapat melahirkan pemimpin yang amanah dan yang mempunyai pemikiran maju demi kepentingan masyarakat kota Kendari.

Berpolitik sekedarnya,
Bersaudara selamanya.

Salam Sehat Sejahtera,
Salam Nusantara.

SultraLine Bisa Diakses Melalui Saluran Google News atau Google Berita berikut Ini: CLick
SULTRALINE.ID

SULTRALINE.ID

Related Posts

Wa Ode Nurhayati  Mengutuk Keras Tindak Kekerasan terhadap Perempuan asal kendari.

Wa Ode Nurhayati Mengutuk Keras Tindak Kekerasan terhadap Perempuan asal kendari.

by SULTRALINE.ID
2 Oktober 2026
0

SULTRALINE.ID-KENDARI Dugaan kekerasan kembali menjadi sorotan setelah pemberitaan photo photo kekerasan beredar luas di media sosial yang di alami perempuan...

Kandaskan Persaingan Ketat, USN Kolaka Bawa Pulang Penghargaan KMI Expo 2026

Kandaskan Persaingan Ketat, USN Kolaka Bawa Pulang Penghargaan KMI Expo 2026

by SULTRALINE.ID
2 Oktober 2026
0

SULTRALINE.ID- KOLAKA Purwokerto, 1 Oktober 2026 — Kontingen Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka sukses meraih Juara Harapan II Kategori Stand...

MIRIS! Wagiyem Berjuang Seorang Diri Menghadapi Dugaan Penganiayaan, Menanti Keadilan di Tengah Luka dan Kesunyian.

MIRIS! Wagiyem Berjuang Seorang Diri Menghadapi Dugaan Penganiayaan, Menanti Keadilan di Tengah Luka dan Kesunyian.

by SULTRALINE.ID
1 Oktober 2026
0

SULTRALINE.ID–KENDARI Di tengah luka yang belum sepenuhnya pulih, seorang perempuan asal Kendari berusia 47 tahun, Wagiyem, kini harus menjalani perjuangan...

Tampil Gemilang Rafa juliansyah Al Farabi Persembahkan Medali  untuk sultra

Satu sekolah,Tiga kelas Pertandingan,Tiga Medali ,Siswa SMP 1 kendari ukir Prestasi di kota Bugis .

by SULTRALINE.ID
29 September 2026
0

SULTRALINE.ID-KENDARI Siswa Smp 1 kendari kembali jadi sorotan perhatian di arena gelanggang kejuaran pencak silat arung palakka champhion 2026 Kabupaten...

Syihab Az Zuhri Jawara Silat asal Sekolah Mts 1 Kendari  Gegerkan Kota Bugis,Emas Di Rebut Untuk Sultra

Syihab Az Zuhri Jawara Silat asal Sekolah Mts 1 Kendari Gegerkan Kota Bugis,Emas Di Rebut Untuk Sultra

by SULTRALINE.ID
29 September 2026
0

SULTRALINE.ID-KENDARI Nama lengkapnya La Ode Muh.Syihab Az Zuhri di usianya yang masih remaja ia ukir Prestasi membanggakan pesilat remaja berbakat...

Tampil Gemilang Rafa juliansyah Al Farabi Persembahkan Medali  untuk sultra

Tampil Gemilang Rafa juliansyah Al Farabi Persembahkan Medali untuk sultra

by SULTRALINE.ID
28 September 2026
0

Sultraline.id -kendari Langkah kecil di atas gelanggang membawa cerita besar bagi Rafa juliansyah AlFarabi siswa Smp negeri 1 kendari, pesilat...

Next Post
Apel Siaga SAR Khusus Lebaran 2024, Basarnas Kendari Kerahkan Ratusan Personil

Apel Siaga SAR Khusus Lebaran 2024, Basarnas Kendari Kerahkan Ratusan Personil

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip Artikel

Sultra Line

Rumah Berita Perjuangan Sultraline
"Setiap Orang adalah Jurnalis, Setiap Peristiwa adalah Berita"

Oplus_131072

Populer Minggu Ini

  • LAKI Sultra: Korupsi PNBP dan Pajak Sektor Industri & Perhubungan Jadi Atensi di 2024

    LAKI Beberkan Pemeriksaan Pesawat Uap dan Bejana Tekan di Sultra Tak Pernah Dilakukan, Terindikasi Kebocoran Negara Ratusan Miliar 

    3589 shares
    Share 1436 Tweet 897
  • Wa Ode Nurhayati Mengutuk Keras Tindak Kekerasan terhadap Perempuan asal kendari.

    625 shares
    Share 250 Tweet 156
  • MIRIS! Wagiyem Berjuang Seorang Diri Menghadapi Dugaan Penganiayaan, Menanti Keadilan di Tengah Luka dan Kesunyian.

    620 shares
    Share 248 Tweet 155
  • Satu sekolah,Tiga kelas Pertandingan,Tiga Medali ,Siswa SMP 1 kendari ukir Prestasi di kota Bugis .

    688 shares
    Share 275 Tweet 172
  • Banggakan Sulawesi Tenggara! Sanggar Seni USN Kolaka Siap Berlaga di PEKSIMINAS XVIII 2026

    722 shares
    Share 289 Tweet 181

Alamat Kantor

Ikuti Kami

  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang
  • Advertise

© 2016-2022 Sultra Line

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Live Youtube
  • Advertorial
  • Video
  • News
  • Berita Video

© 2016-2022 Sultra Line

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In