SULTRALINE.ID, MUNA – Pendiri Yayasan Mitra Karya Persada yang biasa di panggil Albert adalah tokoh muda yang lahir di Tampo Kecamatan Napabalano, Muna, Sulawesi Tenggara tanggal 15 April 1978. Ditempat yang sama ia menghabiskan masa kecil sembari menempuh sekolah dasar di SDN 3 Tampo, dan SLTP Napabalano. Pada usia 16 Tahun Albert muda melanjutkan Sekolah Menengah di SMA I Raha, 30 kilometer jaraknya dari Tampo tempat kedua orangtuanya berada. Menempuh pendidikan yang jauh dari orang tua tidak hanya di rasakan di bangku sekolah menengah saja. Albert bahkan harus pindah ke Kabupaten Kendari untuk melanjutkan sekolah ke jenjang pendidikan tinggi di AKPER Pemda Kabupaten Kendari usai tamat SMA Tahun 1996.
Sambil menempuh bangku kuliah, Di kampus inilah Albert mula-mula mengenal dunia Organisasi. Terhitung ia pernah masuk sebagai kader HMI Cabang Unaaha. Menjabat Wakil Ketua IKM AKPER Pemda Kabupaten Kendari. Bahkan tercatat sebagai deklarator berdirinya Perhimpunan Mahasiswa Pendidikan Kesehatan se Sulawesi Tenggara.
Di awal berdirinya, Albert duduk sebagai sekertaris umum organisasi tersebut. Usai menamatkan pendidikan keperawatan dikampus AKPER Pemda Kendari tahun 2001, Albert kemudian menyibukkan diri dalam profesi sebagai tenaga perawat di beberapa rumah sakit daerah di Sulawesi Tenggara yang mengantarkannya menjadi pegawai negeri sipil di dinas kesehatan propinsi Sulawesi Tenggara. Pendidikan jenjang Strata 1 berhasil ia raih di kampus Manajemen SDM STIMLash Jaya Makassar dari tahun 2003 sampai tahun 2006 Lalu menjadi dosen tetap di Stikes Mandala Waluya Kendari, Dosen tidak tetap di Akbid Paramata Raha, serta dosen luar biasa di universitas Haluoleo kendari tahun 2009- 2010 usai gelar magisternya di bidang kesehatan di raih di STM ”IMNI”,Jakarta.
Memasuki dunia kerja, ia juga tak berhenti berbaur dalam organisasi yang sudah di kenalnya sejak bangku kuliah. Albert menjadi Ketua Bidang Organisasi , Hukum dan Pemberdayaan Politik PPNI Kabupaten Muna, Pengurus BKPRMI Kabupaten Muna serta pengurus KNPI Kabupaten Muna tahun 2009 -2012. Bahkan tahun 2014, Albert berhasil menjabat sebagai ketua umum KNPI kabupaten Muna sampai Tahun 2017
Sepuluh tahun sebelum itu, tepatnya tahun 2007, Keinginannya yang luhur untuk menebar kemaslahatan menginspirasinya untuk membentuk Yayasan Mitra Karya Persada. Yayasan inilah cikal bakal lahirnya 6 lembaga pendidikan plus satu stasiun televisi lokal. Raha TV, SMK Karya Persada Raha, SMK Permata Bangsa Lohia, SD dan SMP Satu Atap Karya persada, Pesantren Darul Ulum Walbarokah dan Maritime Training Center Karya Persada Sultra. Nama terakhir disebut-sebut sebagai salahsatu lembaga training yang sedang digandrungi para pencari kerja karena biayanya yang murah namun melahirkan Tenaga siap pakai yang profesional.
Di yayasan Mitra Karya Persada Albert duduk sebagai ketua dewan pembina, sekaligus pemilik yayasan yang kini maju pesat itu. Atas kesuksesan membangun banyak lembaga pendidikan, tak terhitung penghargaan pribadi yang dapatkan. Ia juga tak pelit ilmu, ini dibuktikan dengan kesediaannya menjadi pembicara di berbagai seminar yang di adakan oleh lembaga kepemudaan dan instansi perintah. Ia juga terlibat dalam penyusunan proposal pendirian Akbid Paramata Raha Tahun 2008. Ditengah kesibukannya yang kian padat, ia tak lupa memperdalam ilmu keperawatan, profesi yang mengantarkannya pada puncak kesuksesan kini. Ia menyempatkan untuk melanjutkan studi S1 keperawatan dan tamat di tahun 2015. Profesi Ners juga berhasil di capai nya tahun 2017.


Kini Albert sudah mewujudkan harapan besar masyarakat yang sudah banyak meraih manfaat karya-karyanya. Ia merasa cita-citanya sejak kecil sudah tercapai yakni untuk membantu sesama. Yayasannya maju dan terus produktif, menjadi tumpuan penghasilan banyak orang yang sebelumnya harus menganggur karena sempitnya lapangan pekerjaan. Yayasan pendidikan yang dimilikinya menjadi tempat ratusan anak menapaki harapan. Bercita-cita seperti bapak Albert, atau peran dan profesi lainnya, yang berguna bagi daerahnya kelak.
Meski usianya tergolong muda, jiwa kepemimpinannya serta Kemampuan manajerialnya kian mumpuni hari demi hari. Ini juga diyakininya kelak akan berharga ketika menjadi seorang pemimpin di tengah-tengah masyarakat. Niatan untuk meraih panggung politik dalam bursa calon legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) adalah permintaan masyarakat yang baru sempat ia sanggupi saat ini. Karena prestasi-prestasinya yang kerap menjadi buah bibir, Ia juga tak luput dari radar beberapa partai politik. Baginya, setiap kepercayaan masyarakat adalah Amanah mulia yang harus di tunaikan, Ia yakin ada wilayah yang lebih luas yang belum ia sentuh, yang menantikan karya-karyanya yang lebih besar. Merekahkan senyum banyak orang, serta meraih kemuliaan dari Allah SWT.
Dalam Daftar Calon sementara (DCS) untuk maju di DPRD Provinsi dapil Sultra III, Albert menggunakan kendaraan politik dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem), dengan nomor Urut Partai 5 (Lima), dan untuk nomor urut Calon legislatif juga menggunakan nomor Urut 5 (Lima). Semoga ini menjadi nomor hoky di perhelatan pemilihan umum tanggal 14 Februari 2024.
Penulis: Ando Hasrin



































