SULTRALINE.ID, KOLUT – Bencana alam adalah suatu peristiwa alam yang mengakibatkan dampak besar bagi populasi makhluk hidup salah satunya manusia. Sejak hari kamis yang lalu 17 Desember 2020, Kabupaten Kolaka Utara Provinsi Sulawesi Tenggara ditimpa musibah badai disertai hujan yang sangat deras. Sehingga peristiwa tersebut mengakibatkan banjir bandang di beberapa kecamatan Kabupaten Kolaka utara yakni Kecamatan Wawo, Kecamatan Rante angin, Kecamatan Lambai dan Kecamatan Lasusua.
Peristiwa tersebut tersebar dimedia sosial dan media cetak, sehingga menggerakan para relawan-relawan untuk segera membantu masyarakat korban banjir tersebut. Salah satu Komunitas Pencinta Alam yang berasal dari Kabupaten Kolaka utara yakni Komunitas Pencinta Alam Walasiho Letawe Kolaka Utara yang diketuai oleh Luki Alamsya.
Sabtu yang lalu 19-20 Desember 2020 melakukan aksi penggalangan dana untuk membantu korban banjir. Dalam aksi penggalang dana tersebut ada 2 (dua) mekanisme yang dilakukan. Yang pertama, mekanisme dilakukan dengan meminta sumbangsi disetiap rumah-rumah masyarakat yang tidak terdampak banjir di sekitaran Desa Walasiho Kecamatan Wawo. Yang kedua, meminta sumbangsi di jalan raya pada masyarakat yang melalui jalan tersebut.
“Mendengar musibah bencana alam yang menimpa masyarakat Kabupaten Kolaka Utara, kami yang terhimpun dalam Kpa Walet Kolut terpanggil untuk segera bertindak membantu masyarakat yang korban banjir, karena mengingat kita adalah makhluk sosial (zoon politicion) yang biasa disebut Aristoteles salah satu filsuf yunani. Sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain, saling berketergantungan satu sama lain maka inilah tanggungjawab kita bersama saling membantu satu sama lain dan ini juga adalah tupoksi kami selaku generasi penerus (The next generation) atau putra putri daerah Kabupaten kolaka utara untuk memberikan kontribusi tebaik untuk masyarakat, karena duka masyarakat Kabupaten Kolaka utara adalah duka kemanusian dan duka kemanusian adalah duka kita semua sebagai manusia yang berprikemanusiaan,” Ungkap Sendi Viola Lekatompessy selaku sekretaris KPA Walet Kolut.
Ia menambahkan, dalam dua hari aksi penggalangan dana tersebut pengurus Kpa Walet Kolut mendapat hasil dalam bentuk uang senilai kurang lebih Rp 1.650.000.
“Uang tersebut digunakan untuk membeli sembako berupa makanan dan minuman yang bisa dikonsumsi masyarakat korban banjir dan bantuan sembako tersebut disalurkan pada hari Senin 21 Desember 2020 langsung di lokasi yang terdampak banjir,” tutupnya.
Laporan : TIM



































