ADVERTORIAL – Pemerintah Kota Kendari dibawah Kepemimpinan Walikota Kendari, H. Sulkarnain Kadir terus meningkatkan Pembangunan fasilitas kesehatan (Fakses). Pembangunan itu demi memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat Kota Kendari yang sejalan dengan visi misi dalam Mewujudkan Kota Kendari sebagai Kota Layak Huni yang berbasis Ekologi, Informasi dan Teknologi.
Setelah meningkatkan fasilitas di beberapa puskesmas dan RSUD Kota Kendari. Terbaru adanya pembangunan konstruksi terintegrasi rancang dan bangun gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tipe D yang terletak di Kecamatan Puuwatu dan Puskesmas Kandai di Kelurahan Dapu-Dapura Kecamatan Kendari Barat.
Pembangunan keduanya telah dicanangkan sejak tahun 2021 dan diwujudkan pada tahun 2022. Hadirnya dua faskes tersebut membuat kedepannya layanan kesehatan di Kota Kendari semakin lebih baik.
Proyek pembangunan Rumah Sakit Tipe D Kota Kendari ini, menggunakan anggaran Rp 88 miliar yang dibiayai dari pinjaman PT SMI Kementerian Keuangan, dengan keseluruhan dibangun di atas lahan seluas 6.900 meter bujur sangkar.
RSUD type D akan dibangun dengan sejumlah fasilitas pendukung diantaranya ruang gawat darurat, instalasi rawat jalan, rawat inap, ICU, ruangan polisi, ruang tindakan bedah, ruang kebidanan dan penyakit kandungan, ruang operasi dan kantor.


RSUD ini nantinya akan menjadi rumah sakit rujukan di Sulawesi Tenggara dan akan menjadi penyangga kabupaten yang berbatasan langsung dengan Kota Kendari. Diharapkan RSUD ini akan menyerap tenaga kerja yang memiliki kompetensi di bidang kesehatan.
Pada saat ground breaking pembangunan RSUD tipe D, pada 4 Juli 2022, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir melakukan scan tangan dilayar LED, disaksikan Ketua DPRD, Sekda dan Forkopimda Kota Kendari, Kepala BPKP dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara.
Dalam pidatonya, Wali Kota Kendari menyatakan pembangunan RSUD type D ini harusnya dimulai awal tahun 2022, namun karena ada sedikit masalah teknis, sehingga pembangunan baru bisa dimulai bulan Juli ini.
”Memang sedikit terjadi penundaan terkait dengan pembangunan ini. Ini kita lakukan dalam rangka memastikan seluruh proses pembangunannya berjalan dengan baik mengikuti aturan dan ketentuan yang berlaku karena kita tidak ingin pembangunan ini mengisahkan masalah,” ungkapnya.
Wali Kota mengaku, pembangunan RSUD di Kecamatan Puuwatu sebagai bentuk pemerataan pembangunan, sehingga seluruh wilayah Kota mendapatkan porsi pembangunan.
Selain disediakan untuk warga kota Kendari, RSUD ini nantinya bisa menunjang layanan kesehatan bagi warga Kabupaten Konawe yang berada di perbatasan Kendari atau dari kawasan industri di Kecamatan Morosi.
Pasangan Siska Karina Imran ini juga menyampaikan terimakasih pada kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan yang melakukan pendamping terhadap proses perencanaan awal APBD termasuk pembangunan RSUD ini.
Sementara itu pembangunan Puskesmas Kandai di Kelurahan Dapu-dapura Kecamatan Kendari Barat, dilakukan pada Rabu (6/7/2022) yang menelan anggaran mencapai 16 miliar rupiah.
Peresmiannya ditandai dengan peletakan batu pertama oleh wali kota dilanjutkan ketua DPRD, Kepala Perwakilan BPK RI Sulawesi Tenggara, Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Tenggara dan Forkopimda Kota Kendari.
Wali Kota Kendari menjelaskan, pembangunan Puskesmas Kandai dilakukan karena lokasi bangunan itu terkena perencanaan pembangunan jalan poros Kendari – Toronipa yang akan dikerjakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.
Mengantisipasi pembangunan itu, maka pemerintah Kota Kendari segera memindahkan lokasi puskesmas itu dengan mendirikan bangunan baru.
“Pembangunan Puskesmas Kandai ini akan melengkapi seluruh fasilitas kesehatan yang sudah kita lakukan di Kota Kendari,” ungkapnya.
Pasangan Siska Karina Imran ini berharap, pembangunan puskesmas bisa berjalan sesuai waktu yang ditetapkan yakni bulan Desember akan selesai, namun tetap memperhatikan kualitas bangunan.


Wali Kota menambahkan selain melayani warga Kota Kendari, Puskesmas Kandai diharapkan bisa melayani warga Kabupaten Konawe Kepulauan, karena letaknya berada di bibir Teluk Kendari berdampingan dengan pelabuhan ferry yang biasa digunakan warga Konawe Kepulauan.
Sementara itu Sekda Kota Kendari Ridwansyah Taridala menjelaskan, Puskesmas Kandai akan dibangun di atas lahan seluas 1242 m2.
Puskesmas ini nantinya, akan dilengkapi dengan sejumlah ruangan diantaranya, ruangan rawat jalan, ruang gawat darurat, ruang rawat inap, kebidanan dan penyakit kandungan, ruang poli, farmasi, laboratorium klinik, kantor dan administrasi.
“Manfaat yang InsyaAllah kita bisa petik, pertama memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat, terutama yang berada di seputaran Kecamatan Kendari Barat, Kecamatan Kendari dan sekitarnya, mungkin saja dari Kabupaten Konawe Kepulauan dan sekitarnya. Dan InsyaAllah puskesmas ini dibangun dengan konsep sehat, apalagi diperhadapkan dengan view yang begitu bagus (Teluk Kendari),” katanya.
Disektor kesehatan, sarana dan prasarana selama Sulkarnain Kadir memimpin terus meningkat dengan 15 Puskesmas yang lebih memadai, Pembangunan PMMC RSUD Kota Kendari, serta layanan kesehatan setiap tahunnya semakin ditingkatkan lagi.
Sekedar informasi, Pembangunan fasilitas kesehatan adalah bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Pembangunan kesehatan tersebut merupakan upaya seluruh potensi bangsa Indonesia, baik masyarakat, swasta maupun pemerintah. Untuk menjamin tercapainya tujuan pembangunan kesehatan, diperlukan dukungan dari Sistem Kesehatan Nasional (SKN).
SKN berperan besar sebagai acuan dalam penyusunan UU tentang Kesehatan, juga dalam penyusunan berbagai kebijakan, pedoman dan arah pelaksanaan pembangunan kesehatan. Supra Sistem SKN adalah Sistem Penyelenggaraan Negara, SKN dengan berbagai Subsistem lainnya diarahkan untuk mencapai tujuan bangsa Indonesia seperti yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945. Dalam SKN terdapat subsistem upaya kesehatan terdiri dari Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP). Penyelenggaraan pelayanan kesehaan di rumah sakit termasuk dalam UKP Strata kedua dan ketiga yaitu yang mendayagunakan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran spesialistik dan subspesialistik



































