SULTRALINE.ID, KOLAKA – Corona Virus Desease-19 (Covid-19) yang melanda dunia sejak akhir tahun lalu telah membawa perubahan yang besar di segala sektor, tidak terkecuali dunia pendidikan. Sekolah-sekolah hingga kampus di Indonesia menyiasati pembelajaran dengan metode jarak jauh melalui teknologi informasi seperti zoom cloud meeting, google meet, dan sebagainya. Di tengah kondisi pandemi ini, Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka berbenah mempersiapkan sarana penunjang untuk mendukung pembelajaran melalui Teras Kampus dan Bengkel Statistik Terapan (Bengkel Stater). Dua kegiatan inovatif tersebut memanfaatkan selasar atau beranda kampus di FISIP USN Kolaka, Desa Popalia, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka.
Pengelola Teras Kampus, Hariono, S.Si., M.Si., M.T, mengatakan Teras Kampus diarahkan sebagai pusat pengembangan daya literasi mahasiswa di FISIP USN Kolaka, secara khusus Program Studi Ekonomi Pembangunan. “Pada masa Covid-19, Teras Kampus bisa dimanfaatkan digunakan oleh para dosen untuk menyampaikan perkuliahan secara daring (dalam jaringan), sedangkan setelah pandemi berakhir maka Teras Kampus sepenuhnya akan digunakan oleh mahasiswa, “ kata Hariono, Jumat (21/8/2020).
Lebih jauh Ia menjelaskan, Teras Kampus mengangkat konsep bernuansa ‘warkop’ yang instagramable sehingga diharapkan membuat mahasiswa nyaman dan betah untuk nongkrong sembari membaca buku, berdiskusi atau menulis gagasan dan penelitian.
“Teras Kampus terbagi dalam beberapa kegiatan, yakni Nabung Buku, Teras Buku, Teras Data, dan Teras Diskusi. Koleksi buku Teras Kampus dihimpun melalui sebuah gerakan yang disebut Nabung Buku. Mahasiswa atau dosen yang mengikuti gerakan Nabung Buku dapat menarik kembali buku yang ditabung kapan saja,” terangnya.
Saat ini, lanjut alumnus pascasarjana Institut Teknologi Bandung (ITB) ini, telah tersedia 200-an judul buku yang terhimpun dari Gerakan Nabung Buku. Buku-buku tersebut disimpan di Teras Buku dan dapat diakses secara bebas oleh seluruh warga Teras Kampus. Sedangkan untuk mendukung diskusi mahasiswa, Teras Kampus menyediakan ampiteater mini yang memanfaatkan tangga kampus. Disertai proyektor, mahasiswa dan dosen dapat berdiskusi santai setiap saat. Sementara itu, untuk menambah daya kritis dan daya analitis ilmiah mahasiswa Ekonomi Pembangunan USN Kolaka, Teras Kampus menghadirkan Teras Data yang berfungsi untuk memudahkan mahasiswa memperoleh data terkait dengan ekonomi dan pembangunan.
“Sehingga mahasiswa mampu memperoleh data yang kredible dan berkualitas untuk selanjunya digunakan dalam penelitian dan karya tulis mereka. Validitas dan kredibilitas data sangat penting bagi komunitas akademis, khususnya mahasiswa sehingga mereka diharapkan mampu memberikan tanggapan yang tepat berdasarkan data yang benar di tengah banyaknya informasi hoax yang seringkali menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” ujarnya.
KOLABORASI BENGKEL STATER
Selaras dengan konsep Teras Data tersebut, maka Teras Kampus menggagas kolaborasi bersama Bengkel Stater. Penggagas dan juga pengelola Bengkel Stater, Yuyun Anggraini, S.E., M.Ec.Dev mengatakan kolaborasi ini diharapkan menjadi cikal bakal laboratorium statistik terapan milik Prodi Ekonomi Pembangunan USN Kolaka yang menyediakan layanan pelatihan dan bimbingan pengolahan data statistik menggunakan berbagi tool statistik yang tersedia.


Teras Kampus dan Bengkel Stater diresmikan pada Selasa (18/8/2018) oleh Dekan FISIP USN Kolaka, Nursamsir, SE.,M.Si didampingi Wakil Dekan 1 FISIP USN Kolaka, Dr. Abdul Sabaruddin, S.Sos.,M.Si dan Ketua Prodi Ekonomi Pembangunan, Kartomo, S.Pd.,M.Ec.Dev. Peresmian yang berlangsung di Gedung FISIP USN Kolaka di Desa Popalia, Tanggetada, Kolaka ini memanfaatkan momentum Hari Ulang Tahun ke-75 RI sebagai upaya mendukung misi Kampus Merdeka yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Selain itu, pendirian Teras Kampus dan Bengkel Stater merupakan persiapan menyambut akreditasi.
“Semoga kehadiran Bengkel Stater dan juga Teras Kampus dapat membantu mahasiswa Ekonomi Pembangunan USN Kolaka selesai kuliah tepat waktu,” tambah Yuyun.
Ketua Prodi Ekonomi Pembangunan, Kartomo mengapresiasi kegiatan inovatif yang diinisiasi dosen-dosennya tersebut. Ia berharap inovasi ini dapat meningkatkan luaran dan alumni di masa mendatang.
Sekedar informasi, Program Studi Ekonomi Pembangunan memperoleh izin pendirian dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, pada 10 Januari 2018. Kehadirannya melengkapi tiga program studi di FISIP USN Kolaka sebelumnya, yakni Program Studi Administrasi Publik—sejak 2019 berganti nama dari Administrasi Negara–, Akuntansi (2017), dan Manajemen (2017). Walaupun masih baru, Program Studi Ekonomi Pembangunan telah menarik mahasiswa dari berbagai daerah di Sulawesi Tenggara, bahkan Sulawesi Selatan, dan Pulau Sumatera. Selain entrepreneur, luaran program studi ini diarahkan menjadi perencana pembangunan, penilai aset dan properti, pengelola keuangan daerah, koperasi, dan sektor perbankan.
Laporan : TIM



































