SULTRALINE.ID, KENDARI – Berdasarkan banyaknya Kasus hak asasi manusia (HAM) dan demokrasi di Indonesia dan terkhusus Sulawesi Tenggara, himpunan mahasiswa Islam (HMI) MPO komisariat Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo (FPt UHO) melaksanakan dialog interaktif pada Jumat (27/11/2020) malam sekira pukul 20.00 hingga 23.00 WITA, dengan mengangkat tema “Pudarnya penegakan HAM dan demokrasi di Indonesia”.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai lembaga internal UHO maupun lembaga eksternal yang ada di Kota Kendari.
Dalam kegiatan tersebut menghadirkan 3 pemateri yakni L.M. Safaat selaku Pegiat HAM, Suratman eks Ketua Pusat Kajian Konstitusi dan Ketua WALHI Sultra, Saharuddin.

Dalam dialog tersebut pemateri L.M Safaat menyampaikan dengan banyaknya kasus pelangggaran hak asasi manusia yang ada di Indonesia dan berujung tidak adanya penyelesaian kasus secara serius, hal ini membuktikan bahwa adanya kegagalan dalam menjalankan konsep kenegaraan.
Kemudian Suratman menyampaikan juga dalam pemaparan materi bahwa “konsep yang ada harus dilaksanakan dan ditegakkan”. Serta penyampaian oleh Bang Saharuddin (ketua WALHI) bahwa dengan banyaknya kasus yang harus diselesaikan, pemuda serta Mahasiswa harus menjadi pengontrol Pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan seperti kasus HAM, lingkungan, sosial masyarakat serta kasus lainnya.
Hermawan selaku PJ. ketua Umum HMI Komisariat Fakultas Peternakan UHO menambahkan “mahasiswa harus senantiasa menjadi pelopor dalam meningkatkan budaya intelektualitas serta dengan banyaknya pelanggaran tentang hak asasi manusia harus senantiasa menjadi perhatian khusus untuk semua elemen/instansi terkait untuk diselesaikan.
Laporan : Citizen Journalist Jasman



































