Oleh : Sendi Viola Lekatompessy (Mahasiswa Hukum USN Kolaka)
Cengkeh masih menjadi komoditas yang sangat dibutuhkan di Indonesia. Selain menjadi bumbu memasak, cengkeh juga menjadi salah satu bahan baku pembuatan rokok. Namun, pada tahun 2020 ini, harga tanaman tersebut merosot.
Jika berdasarkan harga ideal petani, harga cengkeh adalah Rp. 120 ribu perkilogram. Namun, tahun ketahun merosot dan pada tahun 2018, diperdagangkan pada kisaran Rp. 80-90 ribu perkilogram untuk cengkeh kering, Sementara untuk cengkeh basah yang sudah dibuang gagangnya Rp. 20-27 perliter, namun saat ini harganya turun drastis. Cengkeh kering Rp. 40-45 ribu perkilogram sedangkan untuk cengkeh basa Rp. 7-10 ribu perliter.
Menyikapi hal tersebut membuat semangat petani terkhusus Kabupaten Kolaka Utara ikut merosot, sebab tidak bisa dipungkiri 80 persen petani fokus bertani cengkeh dan cengkeh juga sangat berperan besar terhadap ekonomi masyarakat kabupaten Kolaka Utara.
Selain para petani cengkeh, dampak dari turunnya harga cengkeh juga dirasakan oleh para penawar jasa petik cengkeh di daerah Kabupaten Kolaka Utara.
Saya pribadi berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka Utara melalui Dinas terkait dapat mengambil kebijakan untuk menolong para petani cengkeh serta dimusim selanjutnya harga jual tanaman cengkeh kembali stabil/normal seperti dimusim-sebelumnya.



































