SULTRALINE.ID, KENDARI – Sekretaris Umum (Sekum) Gerakan Muda Peduli Nusantara (GMPN) Sulawesi Tenggara (Sultra), Hendra Setiawan meminta agar pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) ditunda untuk sementara. Kata dia, penting untuk menjaga kenyamanan masyarakat di tengah pesatnya penyebaran Covid-19 di Kendari.
“Mengingat penyebaran Covid-19 di Kendari yang begitu pesat, saya menyarankan agar Munas Kadin ditunda untuk sementara waktu, menunggu kasus penyebaran virus mematikan itu tidak menyebar pesat,” ungkap Hendra dikutip dari akun resmi instagram GMPN Sultra @gmpnsultra, Minggu (27/6/2021).
Sebelumnya, Ketua Umum (Ketum) GMPN Sultra juga mengeluarkan Statemen mendukung pelaksanaan Munas Kadin. Ketika ditanya soal perbedaan pendapat, Hendra bilang jika dirinya bukan menolak tapi menunda.
“Intinya saya tidak menolak, tetapi ditunda untuk sementara waktu,” terangnya ketika dihubungi media ini (27/6).
“Saya bukan tidak sepakat dengan Ketum, tetapi saya menyarankan agar ditunda,” jelasnya.
Hendra juga mengaku jika dirinya hanya membawa diri sebagai Sekum. Terkait aksi yang bakal digelarnya nanti, Hendra mengaku “Yang ikut, yah ikut, terpulang ketua nggak ikut saya tetap ambisi buat aksi”.
“Untuk hal ini bukan tidak sepakat dengan Ketum, sekali lagi ini hanya perbedaan pendapat. Saya bawa diri sebagai sekum. Tapi tetap akan membawa nama organisasi untuk menggelar aksi,” kata Hendra.
Untuk diketahui, Hendra dan kawan-kawan GMPN Sultra bakal menggelar aksi untuk meminta penunda dalam waktu dekat ini. Ia juga mengaku sebanyak ratusan orang anggota GMPN Sultra sepakat akan menggelar aksi untuk meminta penundaan.
Lebih lanjut, Hendra juga berharap Ketum Sultra dapat memberinya izin untuk menggelar aksi.
“Saya tidak mengajak ketum untuk aksi, tetapi saya hanya minta restu saja. Terpulang mau ikut itu kembali kepada Ketum,” pungkas Hendra.
Setelah dikonfirmasi ke Ketum GMPN Sultra, Muh. Rifky mengaku perbedaan keputusan itu wajar. Namun kata dia, Sekum GMPN Sultra bukan menolak tapi meminta ditunda.
“Ia memang ada pernyataannya di akun Instagram @gmpnsultra meminta menunda. Itu hak Sekum, GMPN Sultra ini kan bukan milik pribadi saya,” jelas Rifky.
“Soal Sekum menunda itu hak dia, itu haknya,” kata Rifky.
Rifky juga mengaku jika sebelumnya seluruh anggota GMPN Sultra sepakat dengan perhelatan event Nasional tersebut.
“Sebelumny kami semua sepakat haru digelar untuk pengembangan perekonomian. Mungkin Sekum melihat data-data penyebaran Covid-19 di Kendari yang melonjak,” beber dia.
“Mungkin karena itu dia meminta ditunda. Sekali lagi itu bukan menolak tetapi meminta ditunda,” tambahnya.
Terkait aksi yang bakal digelar Sekumnya, Rifky belum memberikan jawaban. Hany saja dia bilang akan mendiskusikan di internal dulu.
“Terkait aksi, saya diskusi dulu yah,” tutup dia dengan singkat.
Pelaksanaan Munas Kadin dijadwalkan akan dibuka langsung Presiden Joko Widodo dan telah mendapat rekomendasi untuk menggelar Munas Kadin dengan menerapkan protokol kesehatan super ketat.
Sebelum masuk lobi Hotel Claro (tempat kegiatan,red) harus PCR. Begitu pun hotel lain tempat peserta menginap semua harus PCR.
“Saya tidak menginginkan adanya klaster Munas Kadin. Kami tidak pandang bulu kalau mau masuk Hotel dan Arena Munas harus PCR. Jadi dua kali PCR,” beber Ketum Kadin Sultra, Anton Timbang saat menggelar konferensi pers, pada Jumat (25/6/2021)
Laporan: Jamal



































