• Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang
  • Advertise
Rabu, 7 Oktober 2026
  • Login
No Result
View All Result
VIDEO CHANNEL
Sultra Line
  • Beranda
  • Live Youtube
  • Advertorial
  • Video
  • News
  • Berita Video
  • Beranda
  • Live Youtube
  • Advertorial
  • Video
  • News
  • Berita Video
No Result
View All Result
SultraLine
No Result
View All Result
IMG-20260902-WA0020(1)
Merah Putih Modern Selamat & Sukses Instagram Post (1)
Merah dan Emas Elegan Kartu Ucapan Selamat Naik Jabatan
Merah dan Emas Elegan Kartu Ucapan Selamat Naik Jabatan (1)
1
Biru dan Abu-abu Modern Ucapan Selamat Pelantikan Instagram Post
spanduk
us2
IMG-20260606-WA0027
hartoyo
IMG_20260930_185101
1791168021084
ChatGPT Image 5 Okt 2026, 12.09.14
previous arrow
next arrow
Headline
  • Wa Ode Nurhayati Mengutuk Keras Tindak Kekerasan terhadap Perempuan asal kendari.
  • Kandaskan Persaingan Ketat, USN Kolaka Bawa Pulang Penghargaan KMI Expo 2026
  • MIRIS! Wagiyem Berjuang Seorang Diri Menghadapi Dugaan Penganiayaan, Menanti Keadilan di Tengah Luka dan Kesunyian.
  • Satu sekolah,Tiga kelas Pertandingan,Tiga Medali ,Siswa SMP 1 kendari ukir Prestasi di kota Bugis .
  • Syihab Az Zuhri Jawara Silat asal Sekolah Mts 1 Kendari Gegerkan Kota Bugis,Emas Di Rebut Untuk Sultra
 
Home NEWS

Gangguan Kesehatan Mental dan Pengaruhnya terhadap Dekadensi Moral

by SULTRALINE.ID
1 Mei 2023
in NEWS, OPINI
0
Gangguan Kesehatan Mental dan Pengaruhnya terhadap Dekadensi Moral
667
SHARES
1k
VIEWS
Share ke WAShare on FacebookShare on Twitter

Oleh : Jasman



Pendahuluan

Secara etimologis, kesehatan mental berasal dari kata mental dan hygiene. Kata “mental” berasal dari kata latin “mens” atau “mentis” artinya jiwa, nyawa, sukma, roh, semangat. Dalam bahasa Yunani, kata hygiene berarti ilmu kesehatan. Maka kesehatan mental merupakan bagian dari hygiene mental (ilmu kesehatan mental).
Menurut WHO, Konsep kesehatan mental mencakup kesejahteraan subjektif, self-efficacy, otonomi, kompetensi, ketergantungan antargenerasi, dan aktualisasi diri dari potensi intelektual dan emosional seseorang. Dari perspektif lintas budaya, hampir tidak mungkin untuk mendefinisikan kesehatan mental secara komprehensif. Namun secara umum disepakati, bahwa kesehatan mental lebih luas daripada kurangnya gangguan mental.  Kesehatan mental bersifat multidimensi berkaitan dengan beberapa faktor baik itu eksternal maupun internal seperti:  sosial-budaya, lingkungan, politik, ekonomi, hukum, dan semua hal yang berkaitan dengan individu atau seseorang.

Kesehatan mental memilki tiga funsi utama; 1). Kesehatan mental berfungsi untuk mencegah terjadinya kesulitan atau gangguan mental sehingga terhindar dari penyakit mental. Hal ni menerapkan prinsip pencegahan yaitu berupaya memelihara kesehatan fisik serta pemenuhan kebutuhan psikologis.  Cara yang sederhana yaitu mencari dan memperoleh kasih sayang baik dari saudara, sahabat, tetangga, keluarga, maupun lingkungan pendidikan.
2). Fungsi kedua yaitu untuk memperbaiki kemampuan menyesuaikan diri (adaptif) agar perilaku individu/seseorang dapat terkontrol dengan baik. 3). Yang ketiga yaitu fungsi pengembangan yang merupakan upaya dalam mengembangkan kepribadian atau mental yang sehat, agar  seseorang mampu meminimalisir kesulitan-kesulitan dalam perkembangan dirinya.  Kesehatan mental penting untuk dikembangkan, namun tidak setiap orang dapat mencapai mental yang sehat dengan mudah. Ada orang dengan kondisi mental yang sehat dan perlu pencegahan terhadap gangguan-gangguan mental, namun beberapa diantaranya mengalami hambatan dalam perkembangan mentalnya.

Berbicara  tentang kesehatan mental setiap individu harus tampil sebagai pribadi bermoral dan religius serta kecakapan sosial, memerlukan integrasi dan pengendalian diri, meningkatkan pengetahuan diri, meningkatkan realisasi dan potensi diri, memiliki konsep diri dan harga diri yang sehat, memelihara stabilitas mental, menanamkan kebiasaan yang baik, kemampuan beradaptasi, mampu mengatasi konflik mental, dan kematangan pemikiran dan emosionalitas. Jika beberapa hal diatas tidak terpenuhi dalam kehidupan seseorang maka terjadilah suatu ketimpangan/fenomena yang tidak diinginkan, seperti halnya kasus berikut: Karena Cemburu, Pemuda Ini Bunuh Pacar Secara Terencana ( kasus 16 Maret 2022 di jember, kompas.tv), dan  Mengerikan! Seorang Pemuda Tega Bunuh Ayah dan Ibu Kandung (kasus 5 Januari 2023 di Jambi Kabupaten Tanjung Barat, beritasatu.com).
Dua kasus ini sebagai bukti bahwa perilaku individu  tersebut tidak sesuai dengan hakikatnya sebagai manusia yang memiliki moral, intelektual, agama, emosional, dan sosial.

Selain kasus yang terjadi diatas masih banyak kasus yang lain menimpa kaum pemuda di Indonesia secara khusus.  Banyak hal yang sering terjadi, yaitu gangguan kesehatan mental para pemuda seperti: Depresi yang dibiarkan dan tidak diobati bisa berujung pada risiko bunuh diri. Kasus bunuh diri yang dilakukan oleh pemuda di Indonesia juga cukup banyak. Rata-rata mereka tertekan karena persoalan akademis dan sosial. WHO menyebut bunuh diri sebagai fenomena global. Faktanya, 79% bunuh diri terjadi pada negara-negara dengan pendapatan rendah dan menengah pada 2016. Bunuh diri merupakan pembunuh ke-18 di dunia pada 2016, karena 1,4% kematian di seluruh dunia disebabkan oleh bunuh diri. Bahkan bila lingkup umur dipersempit, yakni kematian usia 15-29 tahun, bunuh diri menjadi pembunuh nomor dua di dunia. Sebanyak 800 ribu orang di seluruh dunia tewas akibat bunuh diri setiap tahunnya. Itu artinya, setiap 40 detik ada satu orang yang tewas akibat bunuh diri.

Gangguan kecemasan merupakan salah satu masalah mental pada pemuda sekarang yang paling sering dialami dan tak jarang dapat mengganggu aktivitas sehari-harinya. Kecemasan akan banyak hal seperti pekerjaan, masa depan, hubungan, dll. Berdasarkan data kemenkes tahun 2020 sebanyak 18.373  jiwa  mengalami gangguan kecemasan dan 23.000 jiwa mengalami depresi dan 1.193 melakukan percobaan pembunuhan.

Isi

Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 Pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia. Seribu orang tua bisa bermimpi, satu orang pemuda bisa mengubah dunia”. Itu adalah salah satu kalimat yang pernah diucapkan oleh sang proklamator Presiden RI pertama kita, yaitu Ir.Soekarno yang sampai saat ini masih sering dijadikan kalimat pemantik semangat para pemuda. Kalimat itu memberikan gambaran bahwa betapa luar biasanya kekuatan dan peranan pemuda untuk mengguncang dan memajukan dunia. Selain menjadi agen perubahan, peran pemuda juga sebagai agen pembangunan yang mana pemuda Indonesia memiliki peran dan tanggung jawab dalam upaya melancarkan atau melaksanakan berbagai macam pembangunan di berbagai macam bidang, baik pembangunan secara nasional maupun pembangunan daerah.

Pemuda juga akan menjadi generasi penerus bangsa dan penerus pembangunan, yaitu generasi yang dipersiapkan sebagai subjek pelaksana pembangunan yang berkelanjutan dan pemegang kendali masa depan Indonesia. Namun bagaimana akan menjadi agen perubahan dan generasi penerus  jika realitanya berkata lain, berdasarkan Riset Indonesia National Adolescent Mental Health Survey tahun  2022 (I-NAMHS) menunjukkan bahwa satu dari tiga pemuda Indonesia, sekitar 15,5 juta jiwa, memiliki masalah kesehatan mental dalam satu tahun terakhir. Hal ini sangat memprihatinkan, dan menjadi problematika utama dalam pembangunan berkelanjutan di negara Indonesia. Apabila perilaku-perilaku yang dapat mengacaukan kesehatan mental, seperti data diatas lebih dominan dalam kehidupan ini bukan tidak mungkin akan muncul berbagai perilaku menyimpang. Perilaku menyimpang tersebut misalnya, tawuran antar geng pelajar/mahasiswa/pemuda, free sex, miras & narkoba yang marak dikonsumsi, korupsi, prostitusi, human trafficking, perselingkuhan, perjudian, dan perilaku-perilaku menyimpang lainnya, dimana perilaku individu tersebut mengindikasikan adanya masalah dengan kesehatan mentalnya.

Keadaan pemuda yang penuh dengan persoalan khususnya berkaitan dengan kesehatan mental maka akan berdampak pada terjadinya dekadensi moral. Kata dekadensi berasal dari bahasa Inggris yaitu “Decadence” yang artinya kemunduran, kehancuran Dekadensi merupakan suatu konsep perubahan yang sedang melemah (menurun). Hal ini ditunjukkan pada kemerosotan yang tampak jelas dari setiap fenomena sosial yang telah disebutkan diatas seperti ras,bangsa, lembaga, agama, sikap, dan seni. Dekadensi yang terjadi saat ini membuat akhlak atau moral menjadi tidak baik, karena melemahnya suatu akhlak yang ada pada manusia bisa menjadikan dampak buruk. Hal ini mengakibatkan tidak bisa membedakan mana yang baik dan buruk dan harus dilakukan. Dengan adanya fenomena dekadensi moral yang ada di sekitar, bisa membuat buruk lingkungan yang ada.

Sebagai solusi untuk meminimalisir kemunduran, kemerosotan (dekadensi) moral adalah dengan memperbaiki semua stakeholder yang ada baik itu lembaga pemerintah, masyarakat, dan para pemudanya. Ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk persoalan ini adalah; a). Memahami dan menginformasikan tentang urgensi kesehatan mental. b). Menyusun program untuk memberikan pelatihan dan pembelajaran khusus, tentang perbaikan mental/moral/akhlak, yang biasa disebut sebagai pendidikan keluarga. Hal ini bisa berlaku dimana saja baik itu dalam instansi, lembaga, Perguruan Tinggi, masyarakat sampai kelompok terkecil yaitu Rumah-Tangga. c). Meningkatkan studi tentang gangguan mental dalam segala bentuknya dan berbagai aspek yang terkait dengannya. d).Menyebarkan pengetahuan tentang kasus gangguan mental, pencegahan dan pengobatannya e). Pemerintah harus memprioritaskan manusianya dalam melakukan pembangunan agar terdapat keseimbangan antara pembangunan infrastruktur/sarana-prasarana dan manusianya (moral/akhlak).

Pesan

Contoh kasus sederhana: Kesehatan mental yang terganggu berdampak pada rusaknya moral seseorang yaitu  ketika hari ini ia tidak bersyukur.



*) Penulis Merupakan Peserta Actual Self Resources (ASRE) Academy Indonesia Batch II

Tags: Opini
SultraLine Bisa Diakses Melalui Saluran Google News atau Google Berita berikut Ini: CLick
SULTRALINE.ID

SULTRALINE.ID

Related Posts

Wa Ode Nurhayati  Mengutuk Keras Tindak Kekerasan terhadap Perempuan asal kendari.

Wa Ode Nurhayati Mengutuk Keras Tindak Kekerasan terhadap Perempuan asal kendari.

by SULTRALINE.ID
2 Oktober 2026
0

SULTRALINE.ID-KENDARI Dugaan kekerasan kembali menjadi sorotan setelah pemberitaan photo photo kekerasan beredar luas di media sosial yang di alami perempuan...

Kandaskan Persaingan Ketat, USN Kolaka Bawa Pulang Penghargaan KMI Expo 2026

Kandaskan Persaingan Ketat, USN Kolaka Bawa Pulang Penghargaan KMI Expo 2026

by SULTRALINE.ID
2 Oktober 2026
0

SULTRALINE.ID- KOLAKA Purwokerto, 1 Oktober 2026 — Kontingen Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka sukses meraih Juara Harapan II Kategori Stand...

MIRIS! Wagiyem Berjuang Seorang Diri Menghadapi Dugaan Penganiayaan, Menanti Keadilan di Tengah Luka dan Kesunyian.

MIRIS! Wagiyem Berjuang Seorang Diri Menghadapi Dugaan Penganiayaan, Menanti Keadilan di Tengah Luka dan Kesunyian.

by SULTRALINE.ID
1 Oktober 2026
0

SULTRALINE.ID–KENDARI Di tengah luka yang belum sepenuhnya pulih, seorang perempuan asal Kendari berusia 47 tahun, Wagiyem, kini harus menjalani perjuangan...

Tampil Gemilang Rafa juliansyah Al Farabi Persembahkan Medali  untuk sultra

Satu sekolah,Tiga kelas Pertandingan,Tiga Medali ,Siswa SMP 1 kendari ukir Prestasi di kota Bugis .

by SULTRALINE.ID
29 September 2026
0

SULTRALINE.ID-KENDARI Siswa Smp 1 kendari kembali jadi sorotan perhatian di arena gelanggang kejuaran pencak silat arung palakka champhion 2026 Kabupaten...

Syihab Az Zuhri Jawara Silat asal Sekolah Mts 1 Kendari  Gegerkan Kota Bugis,Emas Di Rebut Untuk Sultra

Syihab Az Zuhri Jawara Silat asal Sekolah Mts 1 Kendari Gegerkan Kota Bugis,Emas Di Rebut Untuk Sultra

by SULTRALINE.ID
29 September 2026
0

SULTRALINE.ID-KENDARI Nama lengkapnya La Ode Muh.Syihab Az Zuhri di usianya yang masih remaja ia ukir Prestasi membanggakan pesilat remaja berbakat...

Tampil Gemilang Rafa juliansyah Al Farabi Persembahkan Medali  untuk sultra

Tampil Gemilang Rafa juliansyah Al Farabi Persembahkan Medali untuk sultra

by SULTRALINE.ID
28 September 2026
0

Sultraline.id -kendari Langkah kecil di atas gelanggang membawa cerita besar bagi Rafa juliansyah AlFarabi siswa Smp negeri 1 kendari, pesilat...

Next Post
Bertepatan Hari Buruh, Almaghfirah Sapri Balon DPD RI Dapil Sultra yang Pertama Mendaftar ke KPU

Bertepatan Hari Buruh, Almaghfirah Sapri Balon DPD RI Dapil Sultra yang Pertama Mendaftar ke KPU

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip Artikel

Sultra Line

Rumah Berita Perjuangan Sultraline
"Setiap Orang adalah Jurnalis, Setiap Peristiwa adalah Berita"

Oplus_131072

Populer Minggu Ini

  • LAKI Sultra: Korupsi PNBP dan Pajak Sektor Industri & Perhubungan Jadi Atensi di 2024

    LAKI Beberkan Pemeriksaan Pesawat Uap dan Bejana Tekan di Sultra Tak Pernah Dilakukan, Terindikasi Kebocoran Negara Ratusan Miliar 

    3589 shares
    Share 1436 Tweet 897
  • Wa Ode Nurhayati Mengutuk Keras Tindak Kekerasan terhadap Perempuan asal kendari.

    625 shares
    Share 250 Tweet 156
  • MIRIS! Wagiyem Berjuang Seorang Diri Menghadapi Dugaan Penganiayaan, Menanti Keadilan di Tengah Luka dan Kesunyian.

    620 shares
    Share 248 Tweet 155
  • Satu sekolah,Tiga kelas Pertandingan,Tiga Medali ,Siswa SMP 1 kendari ukir Prestasi di kota Bugis .

    688 shares
    Share 275 Tweet 172
  • Banggakan Sulawesi Tenggara! Sanggar Seni USN Kolaka Siap Berlaga di PEKSIMINAS XVIII 2026

    722 shares
    Share 289 Tweet 181

Alamat Kantor

Ikuti Kami

  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang
  • Advertise

© 2016-2022 Sultra Line

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Live Youtube
  • Advertorial
  • Video
  • News
  • Berita Video

© 2016-2022 Sultra Line

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In