SULTRALINE.ID, BAUBAU – Disela-sela pasca hari raya Idul Fitri 1441 H dan menjelang New Normal diberlakukan untuk menjalankan aktivitas normal dengan menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19 (virus corona) sebagaimana disampaikan oleh bapak Presiden.
Hal ini tak luput dimanfaatkan oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Kota Baubau dan Kabupaten Buton Selatan bertempat disekitaran wilayah Kota Baubau guna merajut Silaturahmi di Hari Lahirnya Pancasila pada Senin Malam, (1/6/2020).
Dalam pertemuan tersebut selain merajut silatilurahmi yang terhenti selama masa Pandemi, para pimpinan DPC GPM di dua wilayah tersebut membahas beberapa poin penting yang akan dilakukan pada masa New Normal dan pasca berakhirnya masa pandemi Covid-19 kedepan.
Ketua DPC GPM Kota Baubau yang di Pimpin, Mujrimin, berencana akan menyelenggarakan kaderisasi bersama dengan DPC GPM Kab. Buton Selatan bahkan DPC GPM Se-Kepulauan Buton bila dimungkinkan, sehingga Gerakan Pemuda Marhaenis ini dapat menggaung seantero Kepton sebab organisasi ini terbilang baru dibentuk cabangnya di Sulawesi Tenggara.
“Saya berharap kelak melalui organisasi ini para generasi muda akan dapat memberikan kontribusi besar untuk pembangunan daerah serta kemajuan bangsa,” katanya.
Sementara itu Ketua DPC GPM Kab.Buton Selatan, Yahya, menambahkan akan segera membentuk Dewan Pimpinan Kecamatan diseluruh Kecamatan diwilayah Kabupaten Buton Selatan, sehingga Gerakan Pemuda Marhaenis ini dapat mewaranai Buton Selatan katanya sebab DPD GPM Provinsi.
Sulawesi Tenggara juga akan mengadakan Pertemuan bersama seluruh Pimpinan DPC GPM Se-Sultra guna membahas persiapan Kongres Gerakan Pemuda Marhaenis yang akan dilakasanakan usai berakhirnya masa Pandemi Covid-19 sebab sedianya Kongres ini telah dilaksanakan pada bulan Maret lalu namun lagi-lagi tertunda karna penyebaran wabah Covid-19 di seantero Indonesia.
“Hal ini dilakukan bertujuan diantaranya untuk membumingkan nawacita luhur Bung Karno untuk membangkitkan Ideologi Marhenisme ajaran Bung Karno yang telah terbukti memberi kontribusi besar untuk membebaskan bangsa dan rakyat Indonesia dari belenggu penjajahan kolonialisme-imperialisme-kapitalisme,” tutupnya.
Tambahan informasi untuk diketehui bahwa Gerakan Pemuda Marhaenis (Pemuda Marhaenis) Organisasi Kepemudaan berazaskan Marhaenisme ini di lahirkan Tahun 1947 dengan nama Pemuda Demokrat Indonesia. Pada Kongres Pemuda Demokrat Indonesia Ke-IX tahun 1963 di Solo, Jawa Tengah memutuskan bahwa Pemuda Demokrat Indonesia menjadi : Merubah nama PEMUDA DEMOKRAT INDONESIA menjadi GERAKAN PEMUDA MARHAENIS.
Pada Tahun 1998 kader – kader GPM melakukan Deklarasi di Semarang dan mengangkat Hj. Rachmawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum.
Laporan : TIM



































