SULTRALINE.ID, KONUT – Banjir yang melanda Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara yang memutus Jalan Trans Sulawesi , Akibat Banjir yang menyenangi akses Jalan itu, Para Pengguna Jalan baik itu Roda 4 dan Roda 2 Harus rela mengeluarkan uang untuk dapat melintas mengunakan Pincara / Rakit
Berdasarkan Informasi dari Polres Konawe Utara Melalui Kapolres Konawe Utara AKBP Achmad Fathul Ulum S.I.K dalam Rilisnya
” Monitoring luapan sungai Lalindu yang menggenangi akses jalan di Desa Sambadete sepanjang Sekitar 450 meter dengan ketinggian mencapai ± 150 cm dari permukaan jalan aspal hingga kendaraan mobil truk maupun mobil roda empat dan kendaraan sepeda motor tidak bisa melintas” paparnya
Kapolres Konawe utara ini juga menyampaikan Bahwa Kendaraan mobil maupun sepeda motor hanya bisa dilalui dengan menggunakan Perahu rakit ( pincara ) yang dibuat oleh masyarakat dengan rincian biaya sbb :
” Pincara yang mengankut mobil mini bus / roda empat dengan biaya penyebrangan sebesar Rp. 500.000,00- ( empat ratus ribu rupiah ) , Pincara perahu rakit yang mengangkut kendaraan sepeda motor sebesar Rp. 50.000,00- ( lima puluh ribu rupiah ) ” ucapnya
“Sementara untuk Biaya penyebrangan setiap orang / kepala dikenai biaya perorang sebesar Rp. 10.000 ( sepuluh ribu rupiah ) ” Tutup AKBP Achmad
Untuk di Ketahui selain Desa Sambandete, di Desa Puhialu Kec. Oheo juga ada Luapan air sungai yang menggenangi akses jalan Trans Sulawesi setinggi 30 s/d 60 cm. Di permukaan jalan aspal dengan panjang genangan 200 M. Sehingga hanya roda 4 jenis doble Cabin yg dapat melintas dan roda 2 tdk dapat melintas dan harus menggunakan rakit.
Laporan : Ismar Indarsyah



































