SULTRALINE.ID -KENDARI
Sepak terjang anak-anak yang meminta-minta di jalanan khsususnya di persimpangan lampu merah Sao sao Kota Kendari tepatnya di seberang jalan café ternama di kota klendari semakin hari semakin memprihatinkan.
Ketua Alitopan , riswan angkat bicara terkait aksi tersebut dan meminta dinas atau organisasi perangkat daerah (OPD) untuk tegas melakukan penindakan.Sebetulnya menurut aktifis perkumpulan alitopan yang bergerak dalam bidang kemanusian dan anak anak terlantar ini yang diinginkan bukan aksi penindakan melainkan pencegahan

Dalam beberapa waktu terakhir, ia menilai ada kelalaian atau kendornya penegakkan peraturan daerah (Perda) di Kota Kendari .Padahal yang saya tau Pemkot Kendari mempunyai Perda terkait Ketertiban Umum .
“Tolonglah teman teman di dinas terkait tertibkan anak-anak yang meminta-minta itu, karena sekarang sudah mulai marak lagi di Kawasan kota Kendari ini khususnya di persimpangan lampu merah sao sao ,” ungkap riswan saat diwawancarai sultraline Kendari , jumat 5 desember 2025Ada kecurigaan saya anak-anak yang meminta-minta di persimpangan lampu merah , sepertinya ada yang mengkoordinir.Menurut riswan anak-anak tersebut rata-rata berusia 10 tahun kebawah dan besar dugaan mereka ada yang mengkoordinir.Oleh sebab itu, ia meminta dinas terkait seperti Dinas Sosial serta Satpol PP tegas dalam menegakan Perda dan melakukan patroli rutin. Terlebih kota Kendari adalah kota yang dikenal sebagai Kota Layak Anak, apabila kejadian ini terus terulang banyak anak-anak meminta-minta dan mereka kehilangan hak pendidikan bagaimana kota Kendari akan menjadi kota yang ramah anak.
Senada dengan itu, Rini sekertaris koalisi perjuangan Perempuan dan anak Sulawesi Tenggara mengungkapkan paqda awak media ini bahwa kekuatiran yang paling mendalam yaknit keselamatan anak-anak tersebut, apalagi saat meminta-minta dipersimpangan lampu merah, banyak kendaraan lalu lalang sehingga mengancam keselamatan mereka.pungkasnya.
liputan : yayang



































