SULTRALINE.ID, KENDARI – Dalam rangkaian Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) terintegrasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun 2025, mahasiswa Jurusan Informatika Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo (FT-UHO) menyelenggarakan Seminar Soft Skills di Era Digitalisasi pada Selasa (01/10/2025) bertempat di Aula SMK Negeri 4 Kendari.
Kegiatan ini diikuti oleh 40 siswa jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) dan menghadirkan dua narasumber yang telah sukses di dunia industri teknologi informasi.
Seminar ini merupakan bagian dari upaya komprehensif untuk mempersiapkan siswa SMK menghadapi tuntutan dunia kerja yang tidak hanya membutuhkan hard skills, tetapi juga soft skills yang mumpuni.
Kegiatan ini dibimbing oleh 6 orang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari Jurusan Informatika, yakni: Statiswaty, ST., MMSI, Prof. Dr. Ir. Laode Muhammad Golok Jaya, ST.,MT., Isnawaty, S.Si.,MT., Bambang Pramono, S.Si. MT., Asa Hari Wibowo, ST., M.Eng., dan Dr. Ir. Muh. Ihsan Sarita, M.Kom.
Satu Alumni Informatika UHO Berbagi Pengalaman
Seminar menghadirkan dua narasumber kompeten, yakni Zulkifli Hedrianto, ST., MT. selaku CEO Techno’s Studio (Alumni Jurusan Informatika FT-UHO Angkatan 2009) dan Dikhsan Dwirangga Tibong selaku CEO Creative Tech Agency (Mahasiswa Jurusan Informatika FT-UHO Angkatan 2022). Kedua narasumber membawakan materi komprehensif seputar soft skills yang dibutuhkan dalam dunia kerja dan dalam membangun lapangan kerja.
Materi seminar mencakup berbagai aspek penting, dimulai dengan pemahaman tentang Artificial Intelligence (AI) dan teknik prompting yang benar, komunikasi efektif, pilar-pilar soft skills, teamwork, personal branding, manajemen waktu, hingga keterampilan adaptif lainnya yang relevan dengan tuntutan industri masa kini.
Dalam seminar tersebut, Zulkifli Hedrianto, ST., MT., selaku pemateri pertama menekankan pentingnya keberanian untuk mencoba sebelum merasa tidak mampu.
“Tidak ada yang tidak bisa, yang ada hanya belum mencoba,” tegasnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para peserta seminar yang telah memilih pendidikan kejuruan sejak dini.
“Dengan memilih jalur SMK, sebenarnya kalian sudah menentukan path masa depan lebih cepat dibanding banyak orang. Kalian hanya perlu menjaga konsistensi dan terus bergerak di jalur itu,” tambahnya.
Sesi dilanjutkan oleh pemateri kedua, Dikhsan Dwirangga Tibong yang membagikan pengalaman pribadinya yang menginspirasi para peserta.
“Banyak orang merasa tidak bisa berkembang hanya karena tidak punya fasilitas sejak awal. Saya juga memulai kuliah Teknik Informatika tanpa laptop selama dua semester. Tapi ternyata, bukan kelengkapan alat yang menentukan hasil, melainkan kemauan untuk mengejar ketika kesempatan datang,” ungkapnya saat menyampaikan materi.

Respons Positif dari Panitia Seminar Soft Skill Sekaligus Mahasiswa KKN Tematik
Selaku panitia Seminar Soft Skill sekaligus Mahasiswa KKN Tematik di SMK Negeri 4 Kendari, mereka melihat langsung antusiasme siswa selama mengikuti rangkaian kegiatan pelatihan dan seminar ini. Bagi mereka, program ini bukan hanya soal transfer ilmu dari kampus kepada sekolah, tetapi juga proses kolaborasi lintas generasi antara dosen, alumni, mahasiswa, dan siswa SMK Negeri 4 Kendari.
“Kami merasa terhormat bisa menjadi bagian dari jembatan yang menghubungkan dunia akademik dengan dunia industri. Selama program berlangsung, kami belajar bahwa soft skills seperti komunikasi, kerja sama, dan adaptasi tidak kalah penting dibanding keahlian teknis. Hal ini sejalan dengan pesan para dosen pembimbing dan narasumber yang menekankan pentingnya membangun karakter sebelum memasuki dunia kerja,” ungkap Zaid Helsinki Putra, selaku perwakilan Mahasiswa KKN Tematik.
Lanjut ia, juga melihat bagaimana keterlibatan alumni dalam kegiatan ini memberikan warna tersendiri.
“Keikutsertaan alumni membuktikan bahwa jejaring kampus tidak berhenti setelah wisuda. Mereka kembali bukan hanya untuk berbagi pengalaman, tetapi juga menunjukkan kepedulian nyata terhadap generasi berikutnya,” tambahnya.
Sebagai mahasiswa yang ikut terjun langsung dalam pelaksanaan kegiatan, pihaknya menyadari bahwa menghadapi era industri 4.0 dan society 5.0 membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan menggunakan aplikasi atau teknologi.
“Pelatihan Microsoft Office, Canva, hingga pengenalan AI memang penting, tetapi tanpa mindset yang tepat, semua itu hanya menjadi keterampilan tanpa arah. Itulah sebabnya seminar soft skills ini menjadi pelengkap yang sangat berarti,” tutup tim panitia.
Sementara itu, Muh. Ridwan, selaku Moderator sekaligus Wakil Koordinator Lapangan Mahasiswa KKN Tematik, menyampaikan rasa bangganya atas antusias siswa selama sesi berlangsung.
“Sebagai moderator, saya bisa melihat bagaimana peserta bukan hanya mendengarkan, tetapi benar-benar terlibat aktif. Banyak yang bertanya, bahkan beberapa langsung berdiskusi dengan narasumber setelah sesi berakhir. Itu menandakan bahwa mereka tidak sekadar hadir, tetapi benar-benar menangkap esensi dari materi yang disampaikan,” ujarnya.
Ia berharap semangat tersebut terus berlanjut. “Kami berharap apa yang dimulai hari ini tidak berhenti di ruang seminar saja. Kami siap jika ke depan SMK Negeri 4 Kendari ingin melanjutkan kolaborasi dalam bentuk mentoring atau proyek bersama. Karena soft skill tidak cukup diajarkan, ia harus dilatih dan dibiasakan,” tegasnya.

Antusiasme Tinggi Peserta
Aurel Novrika Putri, salah satu peserta seminar, mengungkapkan apresiasinya terhadap kegiatan ini.
“Saya mendapat banyak ilmu, mulai dari penggunaan skills hingga tools soft skill. Saya juga belajar tentang cara melamar kerja di kantor, bagaimana pekerjaan berjalan, dan penggunaan berbagai aplikasi. Meskipun awalnya saya berharap ada hadiah, tetapi ilmu yang saya dapat jauh lebih berharga,” tuturnya dengan antusias.
Peserta lain, Zeylan Saad Ghali Azairi, menilai kegiatan ini sangat bermanfaat.
“Materi tentang kebutuhan di dunia kerja sangat penting, terutama tentang soft skill seperti manajemen waktu, komunikasi, dan pemecahan masalah. Para pemateri sangat hebat dan keren. Tim Aksara Tech juga luar biasa,” ungkapnya.
Dukungan Pihak Sekolah
Wakil Kepala Sekolah SMK Negeri 4 Kendari, Sur Rasyid, S.Pd., M.Pd, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan program ini.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan keterampilan tambahan yang relevan di luar jurusan mereka. Di dunia kerja, siswa kami selalu dituntut menguasai teknologi informasi dan soft skills yang baik,” jelasnya.
Ia berharap program serupa dapat dilaksanakan dengan durasi lebih panjang dan melibatkan lebih banyak jurusan.
“Harapan saya, jangan hanya sehari. Akan lebih baik jika program seperti ini diberikan waktu lebih lama, misalnya dua hingga tiga bulan, agar dampaknya lebih optimal. Kami juga berharap ke depan ada perwakilan dari jurusan lain agar semua siswa bisa merasakan manfaatnya,” tambahnya.
Kontribusi Mahasiswa Jurusan Informatika
Program ini sepenuhnya dikelola oleh mahasiswa Jurusan Informatika sebagai peserta KKN Tematik yang berperan sebagai penyelenggara, koordinator, dan fasilitator. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan manajerial, leadership, dan soft skills mereka sendiri di tengah kesibukan perkuliahan.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa generasi muda tidak hanya mampu menyerap ilmu, tapi juga menciptakan ruang belajar yang bermakna, bahkan di tengah tekanan akademik yang tinggi. Selain itu, mahasiswa Jurusan Informatika membuktikan bahwa kepemimpinan, manajemen proyek, dan keterampilan interpersonal bukan sekadar teori tetapi kompetensi hidup yang dibentuk melalui aksi nyata
Informatika UHO Siap Jadi Mitra Transformasi SMK: Kolaborasi Strategis untuk Lulusan Siap Industri
Ke depan, Jurusan Informatika berencana menjalin kemitraan strategis dengan SMK Negeri 4 Kendari dan sejumlah sekolah kejuruan lain di Kota Kendari melalui program kolaboratif yang dirancang secara berkelanjutan. Inisiatif ini bertujuan memperkuat peran mahasiswa sebagai agen penguatan kapasitas pendidikan vokasi — bukan hanya sebagai peserta, tapi sebagai penggerak nyata yang turut membentuk lulusan SMK yang kompetitif, adaptif, dan siap menghadapi tuntutan dunia kerja modern.
Langkah ini juga menjadi bukti konkret bahwa perguruan tinggi tak lagi berdiri sebagai lembaga akademik terpaku pada dinding kelas, melainkan sebagai mitra pembangunan sumber daya manusia di tingkat menengah. Dengan pendekatan kolaboratif dan berbasis kebutuhan industri, inisiatif ini menargetkan peningkatan daya saing lulusan SMK — tidak hanya di pasar lokal, tapi juga dalam kancah nasional dan global, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045
Editor: Redaksi

































