SULTRALINE.ID, KENDARI – Di tengah tantangan memimpin lingkungan yang kompleks, Ketua RT 020 RW 004 yang masa jabatannya 1 september 2025 berakhir, Ibu hayati dalam menjalankan tanggung jawabnya sebagai ketua RT 020 di wilayah kelurahan bende ,kecamatan kadia,kota kendari tampil sebagai sosok pemimpin perempuan yang rendah hati dan penuh dedikasi.
Berkat kerja keras dan komitmennya dalam melayani warga serta menjadi perpanjangan tangan pemerintah kelurahan , ia berhasil membuktikan kinerjanya dengan penuh dedikasi dan ke ikhlasan dalam pelayanan warga nya keteladanannya dalam memimpin menjadi kebanggaan warganya. pengembangan dasawisma, keterlibatannya bersama warga dalam memerangi narkoba, miras, judi di lingkungannya sudah sangat terbukti.

Senada dengan itu perwakilan warga RT 020, Ibu Parida ( 49 tahun ) mengungkapkan pada awak media bahwa, Ibu Hayati adalah sosok pemimpin yang sangat di cintai warganya, program bantuan sosial dari pemerintah kota, provinsi ataupun pusat tidak ada satupun yang tidak tepat sasaran, hayati tidak pernah mementingkan kepentingan suku, agama ataupun kelompok tidak heran jika masa jabatannya berakhir pada 1 September lalu, menjadi hari paling yang tidak ditunggu tunggu warga, kesedihan warga RT 020 menjadi pilu yang mendalam “kami pun warga belum siap mendengar dan menerima informasi itu,” ujar Parida, Senin (08/09/2025)
Menurutnya, selama menjabat sosok ibu hayati dikenal aktif menggalang silahturahim di lingkungan dan membangun kebersamaan di tengah warga, merangkul dengan hati, tak satupun warga di RT 020 pernah dikecewakan. Tak heran jika banyak warga mengaku bangga dan terinspirasi oleh kepemimpinannya.
Ibu hayati pun selalu mengajak warga untuk turut serta melakukan kegiatan di lingkungan dengan memberi pengumuman melalui WA group dan kehadiran akan di absen.punghkasnya .
Dalam eksklusif wawancara tim sultraline ibu hayati memaparkan cara ia mendampingi warganya Menurutnya” kita harus Merawat dan menjaga kepercayaan yang di berikan oleh warga ,
Hormati keputusan keputusan warga dan laksanakan apa yang menjadi kehendak warga ,kuatkan silahturahim ,jng munafik, jangan korupsi, ikhlas.utamakan kepentingan warga ,bahagialah bersama warga ,bukan senang di atas penderitaan warga.”
Hayati juga menyempatkan menyampaikan pesan pada awak media ini yang ditujukan pada warga RT 020.
“Terimakasih kekompakan seluruh warga, terima kasih doanya, saya memohon maaf dari lubuk hati yang paling dalam pada warga kelurahan bende khususnya RT 020 dan sekitarnya, jika ada yang keliru dan kurang sempurna saya dalam melayani warga. Saya hanya seorang perempuan biasa bukan siapa siapa, saya hanya seorang perempuan ibu rumah tangga, mohon di maafkan atas segala ucapan dan perbuatan saya ketika menjadi Ketua RT 020, mari kita dukung terus program kelurahan dari bapak lurah bende yang menjalankan visi misi walikota kendari,kota kendari harus semakin maju,” pungkasnya
Sementara itu di tempat yang berbeda tim media sultraline juga menemui seorang ibu warga kelurahan bende lorong patoro 1 Hj. Hadarlia yang biasa di panggil Dg kebo oleh warga ini mengungkapkan bahwa warga RT 020 akan meminta kembali ibu hayati memimpin warga kembali,nsusah mencari pemimpin yang mengayomi, melayani dan sopan bertutur kata pada warga seperti ibu hayati ,ibu hayati sudah membangun lingkungan dari dasar yang sangat kuat,” pungkasnya.
Di ketahui Bende adalah sebuah kelurahan di Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia yang terletak di tengah wilayah pusat perdagangan kota Kendari.
Liputan : Tim



































