SULTRALINE.ID, KENDARI – Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Kendari, Muh. Rahman mengapresiasi langkah Walikota Kendari Siska Karina Imran untuk menunjukkan keseriusannya tentang penanganan sampah sebagai mana salah satu misi Pemerintahan saat ini adalah Kota Kendari menjadi Kota Layak Huni.
Namun menurutnya, memiliki beberapa ide terkait penanganan sampah. Pertama penanganan sampah yang ada di Kota Kendari baiknya ada tambahan pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Soal TPA ini saya membagi tiga zona TPA yakni Zona 1; Kendari, Kendari Barat dan Mandonga. Zona 2 ; Puuwatu, Kadia, Wua-Wua dan sebagian Baruga. Zona 3 ; Nambo, Abeli dan Poasia, Kambu dan sebagian Baruga. Hal ini untuk mengurangi penumpukan sampah di tempat pembuangan sementara atau TPS yang mengganggu penglihatan dan penciuman masyarakat,” kata Rahman kepada media ini, Minggu (25/05/2025).
Lanjut ia langkah, Kedua yakni dengan peningkatan kualitas pengelolaan sampah di TPA karena mencegah penumpukan sampah yang berlebih.
“Ketiga, menambah armada pengangkut sampah dan diikut sertakan penanggung jawab wilayah masing-masing agar kontrolnya lebih efektif. Keempat menjamin dan meningkatkan kesejahteraan pengangkut sampah. Kelima agar Walikota melahirkan Perda penggunaan sampah karena kota kendari saat ini begitu banyak pengguna sampah plastik yang lama terurai semisal Warkop, Coffe Shop, minimarket, supermarket dan tempat tempat yang masih menggunakan plastik serta pasar pasar sentral yang menggunakan kantong plastik sekali pakai dan hal ini juga penyebab penyumbatan aliran-aliran air sperti drainase, plat dekker dan box Calfer hal ini juga salah satu penyebab air tergenang,” papar alumni Teknik UHO ini.
Tak lupa juga Rahman mengajak masyarakat lebih sadar atas lingkungannya khususnya penanganan sampah.
“Agar di Kota Kendari ada gerakan siap sadar lingkungan, karena kalau bukan kita yang jaga lingkungan kita siapa lagi. Dan sangat mengapresiasi langkah Walikota Kendari dalam penanganan sampah yang memang menjadi salah satu permasalahan daerah setiap tahunnya,” pungkasnya.
Editor: Irdwan Jeko



































