SULTRALINE.ID, MUNA – Kabupaten Muna terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan kesetaraan gender sebagai bagian dari upaya pembangunan berkelanjutan.
Wakil Bupati Muna, La Ode Asrafil Ndoasa, memimpin rapat koordinasi dan sinkronisasi terkait Pengarusutamaan Gender (PUG) yang digelar di Aula Bappeda, Rabu (21/05/2025).
Dalam kesempatan tersebut, La Ode Asrafil menegaskan pentingnya peran semua pihak dalam penerapan prinsip-prinsip PUG sebagai langkah strategis untuk mendukung pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.
“Kabupaten Muna harus menunjukkan langkah nyata dalam mewujudkan kesetaraan gender di berbagai sektor. Semua elemen, baik pemerintah maupun masyarakat, memiliki peran penting dalam pencapaian tujuan ini,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa Kabupaten Muna sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi penilaian Anugerah Parahita Ekapraya (APE) 2025, sebuah penghargaan nasional bagi daerah yang sukses melaksanakan PUG.
Keberhasilan dalam penilaian APE 2025 menurut La Ode Asrafil bukan hanya soal penghargaan semata, tetapi juga manfaat nyata yang dapat dirasakan oleh masyarakat, khususnya perempuan dan kelompok rentan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Muna, Ali Sadikin, menjelaskan bahwa PUG adalah pendekatan sistematis yang bertujuan memastikan perbedaan gender menjadi pertimbangan utama dalam perencanaan, kebijakan, program, dan penganggaran.
“Peran kami di P3A adalah memfasilitasi penyusunan kebijakan, implementasi program, dan advokasi agar penerapan PUG berjalan efektif,” ujarnya.
Penilaian APE 2025 diharapkan menjadi momentum bagi Kabupaten Muna untuk mempertegas komitmennya dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dan berkeadilan. Kabupaten ini berupaya menjadi contoh dalam pelaksanaan PUG sekaligus membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Penulis: Baharuddin



































