SULTRALINE.ID, KENDARI – Elemen Mahasiswa berbagai kampus di Sulawesi Tenggara, Kota Kendari kompak menyuarakan hak kemanusian driver Ojeg Online (Ojol) se indonesia bersama anggota DPR RI, Senin, 19 Mei 2025.
Dalam siaran pers nya, aktivis keadilan dan hak asasi manusia Sayyid Miqdad mengungkapkan bahwa hal ini sangat penting dan harus segera direalisasikan, demi meningkatkan kesejahteraan para driver ojol di negara Indonesia.
Seperti halnya diketahui anggota DPR RI dari fraksi PDIP dan fraksi-fraksi lainnya sebelumnya sudah melakukan pengawalan lebih dulu di lembaga legislatif.
Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDIP, Adian Napitupulu dan beberapa anggota yang lainnya, mendorong pembatasan potongan tarif oleh aplikator transportasi online menjadi maksimal 10 persen.
Kebijakan ini dianggap sebagai tanggung jawab jangka panjang untuk menjamin masa depan keluarga para pengemudi ojek online (ojol).
“Perjuangan untuk menekan komisi aplikator menjadi 10 persen bukan sekadar untuk hari ini, tapi untuk masa depan anak-anak para driver,” ungkap Adian dalam keterangannya beberapa waktu lalu di Jakarta.
Olehnya itu, Mahasiswa berharap Pemerintah dan DPR menetapkan regulasi yang mewajibkan aplikator mematuhi batas potongan tersebut.
Menurut nya dukungan terhadap DPR RI ini tentang semangat perjuangan mahasiswa terhadap tanggung jawab sejarah mereka
Sudah terlalu lama kepahitan hidup dalam bekerja yang di rasakan oleh driver ojol.
“Jika perjuangan ini bersama anggota DPR RI yang dirugikan adalah masa depan keluarga driver se indonesia,” tegas aktivis keadilan rakyat Sayyid Miqdad yang biasa di sapa Said ini.
Said mengungkapkan bahwa negara harus hadir untuk menegakkan kemanusiaan yang adil bagi rakyat Indonesia.
“Angka 10 persen itu adalah angka keharusan yang pantas untuk saat ini bagi saudara saudara kami driver Ojol,” pungkasnya.

Diketahui, Wakil Ketua, Adian Napitupulu, menegaskan bahwa rekomendasi ini merupakan salah satu kesimpulan dari Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh BAM pada tanggal 14 Mei lalu.
Kesimpulan dan rekomendasi ini akan segera dikirimkan kepada berbagai komisi di DPR RI, termasuk Komisi V, Wasekjen DPP PDI Perjuangan itu mengatakan bahwa kesimpulan dan rekomendasi terkait penurunan komisi aplikator ini telah ditandatangani dan akan segera ditindak lanjuti kepada komisi-komisi terkait di DPR RI.
Menurut Adian yang juga sebagai Sekjend PENA 98 tersebut, bahwa sampai saat ini, lanjut Adian, koleganya di komisi V DPR RI juga mendukung dan turut memperjuangkan potongan 10 persen dari pihak aplikator transportasi online di antaranya; Haryanto, Sofwan Dedy Ardiyanto, Edi Purwanto (PDIP), Ridwan Bae, Hamka B Kady, Ade Ginanjar, Zigo Rolanda, Danil M Syaifuddin (Golkar), Robert Rouw, Tamanuri, Syarif Abdullah Akadri (Nasdem), Ishak Mekki (Demokrat), Athari Ghauthi Ardi (PAN), Marlyn Maisarah (Gerindra), Syahril Aidi Mazaat (PKS), dan Ruslan M Daud (PKB)
Liputan : Tim



































