SULTRALINE.ID, KENDARI – Beredar proposal buka puasa bersama yang ditujukan kepada Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) yang dibuat Dinas Kominfo Sulawesi Tenggara. Anehnya dalam proposal tersebut Dinas Kominfo Sultra memasukkan beberapa logo organisasi Profesi dan Media dalam kop surat tanpa meminta izin terlebih dahulu. Parahnya lagi, dalam isi proposal tersebut Dinas Kominfo mengajukan dana sebesar Rp 140 juta untuk agenda bukber puasa insan pers bersama Gubernur Sultra.
Berdasarkan hal tersebut forum organisasi profesi dan media di Sulawesi Tenggara yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) dan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) mengecam secara keras tindakan Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sultra, Ridwan Badallah yang secara sepihak dan tanpa izin mencatut nama serta simbol organisasi profesi dan media dalam pengajuan proposal buka puasa bersama Gubernur dengan insan media.
Tindakan ini merupakan bentuk pelecehan dan penghinaan terhadap organisasi profesi dan media yang menjunjung tinggi independensi dan profesionalisme.
“Kami memandang pencatutan ini sebagai manipulasi yang mencederai integritas pers, seolah-olah organisasi kami terlibat dalam agenda yang tidak pernah kami disetujui. Ini adalah bentuk pembajakan identitas organisasi pers di Sulawesi Tenggara yang tidak dapat ditoleransi,” tegas Forum Organisasi Profesi dan Media Sultra, Jumat 21 Maret 2025.

Oleh karena itu, Forum Organisasi Profesi dan Media Sultra menuntut dengan tegas:
1. Mendesak Kadis Kominfo Sultra, Ridwan Badallah segera menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada organisasi yang telah dicatut namanya.
2. Mendesak Gubernur Sulawesi Tenggara segera mengambil tindakan tegas terhadap Kadis Kominfo, Ridwan Badallah agar tidak lagi ada oknum yang seenaknya memanfaatkan nama organisasi pers demi kepentingan tertentu.
3. Mendesak pemerintah dan pihak manapun agar berhenti menggunakan nama serta simbol organisasi pers tanpa izin resmi, karena ini merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip independensi pers.
4. Mendesak Kadis Kominfo Sultra, Ridwan Badallah menarik seluruh proposal yang mencatut nama dan logo organisasi profesi dan media yang telah tersebar luas.
Organisasi profesi dan media di Sulawesi Tenggara secara tegas mengecam segala bentuk upaya yang mencoreng nama baik organisasi. PWI, AJI, IJTI dan AMSI berdiri tegak sebagai organisasi independent yang tidak tunduk pada kepentingan politik maupun kelompok tertentu
Laporan: Redaksi



































