SULTRALINE.ID, MUNA – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPP-KB) Kabupaten Muna mengadakan evaluasi dan penyusunan rencana tindak lanjut audit kasus stunting untuk tahun 2024.
Acara tersebut dilaksanakan di aula rapat kantor DPP-KB Muna, Selasa (10/12/2024), dengan tujuan mengevaluasi pencapaian tahun 2023 dan menyusun strategi baru guna menurunkan prevalensi stunting.
Kepala DPP-KB Kabupaten Muna, Drs. Hayadi, M.Si, menekankan pentingnya audit kasus stunting untuk memahami akar permasalahan di tingkat individu, keluarga, dan masyarakat.
“Evaluasi ini menjadi acuan utama untuk merancang program yang lebih efektif, dengan fokus pada faktor penyebab stunting, seperti kesehatan, pola asuh, hingga ketersediaan pangan bergizi,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, dilakukan analisis mendalam terhadap data kasus stunting tahun 2023. Diskusi juga mengidentifikasi kendala yang dihadapi serta solusi strategis yang akan diterapkan pada tahun 2024.
Beberapa langkah utama yang dirancang meliputi penguatan koordinasi lintas sektor, edukasi masyarakat, peningkatan akses layanan kesehatan, dan pemenuhan gizi keluarga.
“Kami berkomitmen melibatkan semua pihak. Menurunkan angka stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan kontribusi aktif masyarakat,” tambah Hayadi.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Muna, Drs. H. Bachrun Labuta, M.Si, yang turut hadir, memberikan apresiasi atas inisiatif ini dan menegaskan bahwa upaya bersama ini penting untuk kemajuan Kabupaten Muna.
“Ini langkah positif demi menciptakan generasi mendatang yang lebih sehat dan produktif,” ujarnya.
Dengan strategi yang matang dan kolaborasi semua pihak, DPP-KB Kabupaten Muna optimis angka stunting dapat terus ditekan, mewujudkan generasi yang lebih berkualitas di masa depan.
Penulis : Baharuddin.



































