SULTRALINE.ID, KENDARI – Penelitian terbaru mengungkapkan potensi besar lahan pasca tambang nikel di Sulawesi Tenggara untuk dimanfaatkan sebagai area pengembangan hijauan pakan ternak. Studi bertajuk “Analisis Keragaman Tumbuhan Lokal, Tingkat Dominasi, dan Potensi sebagai Sumber Pakan Ternak pada Lahan Pasca Tambang Nikel di Pesisir Sulawesi Tenggara” dipimpin oleh Widhi Kurniawan, S.Pt., M.Si., dosen Fakultas Peternakan UHO dengan anggota multidisiplin ilmu terdiri dari Prof. Armid, S.Si., M.Si., M.Sc., D.Sc, Astriana Napirah, S.Pt., M.Sc, dan Mardiana Napirah, S.Si., M.Si.
Dalam wawancara, Widhi Kurniawan menyampaikan bahwa penelitian ini bertujuan mengevaluasi kondisi ekologi dan keanekaragaman hayati tumbuhan lokal di lahan bekas tambang yang sering kali dianggap tidak produktif.
“Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan lingkungan dari aktivitas tambang sebelumnya, lahan pasca tambang di tiga kabupaten, yakni Kolaka, Kolaka Utara, dan Konawe Utara, masih memiliki tingkat keragaman tumbuhan yang cukup baik,” ujar Widhi.
Sebanyak 15 spesies tumbuhan teridentifikasi di lokasi penelitian. Dari jumlah tersebut, empat spesies menunjukkan dominasi tinggi dan memiliki nilai kecernaan yang baik untuk ternak, yaitu Juncus inflexus, Machaerina deplanchei, Juncus acutiflorus, dan Calopogonium mucunoides.
“Keempat spesies ini beradaptasi dengan baik pada kondisi tanah yang kurang subur dan sangat potensial untuk dikembangkan sebagai sumber pakan ternak,” tambah Widhi.


Lebih lanjut, Widhi menekankan pentingnya intervensi manusia melalui teknik revegetasi.
“Menggunakan tumbuhan lokal bernilai gizi tinggi tidak hanya membantu memulihkan ekosistem, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Ini adalah langkah strategis untuk keberlanjutan lingkungan dan ekonomi,” katanya.
Penelitian ini diharapkan dapat mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, perusahaan tambang, dan masyarakat lokal untuk memanfaatkan lahan pasca tambang secara produktif. Widhi mengajak semua pihak untuk mendukung kebijakan berbasis penelitian ini agar dapat menjadi solusi bagi rehabilitasi lahan dan pengembangan sektor peternakan di Sulawesi Tenggara.
Penelitian ini membuka peluang baru dalam memanfaatkan lahan pasca tambang, tidak hanya untuk keberlanjutan lingkungan tetapi juga sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.
Laporan: Jasman
Editor: Irdwan Jeko



































