SULTRALINE.ID, KENDARI – Pengurus Wilayah Perkumpulan Insinyur dan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) Sulawesi Tenggara resmi dilantik pada hari ini (Kamis, 14/11/2024) dalam sebuah acara yang berlangsung di Aula Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo (UHO).
Acara pelantikan ini dirangkaikan dengan kuliah umum bertema “Membangun Karakter Entrepreneurship Generasi Milenial: Memanfaatkan Peluang Bisnis Era 4.0 dan Society 5.0” yang disampaikan oleh Dr. Ir. H. Audy Joinaldy, S.Pt, MSc, MM, IPM, ASEAN.Eng, yang saat ini menjabat sebagai Pj Gubernur Sumatera Barat sekaligus Ketua Umum Pengurus Besar (PB) ISPI.
Acara ini turut dihadiri oleh akademisi, praktisi, mahasiswa, serta anggota ISPI di wilayah Sulawesi Tenggara. Dalam sambutannya, Dr. Audy Joinaldy menyampaikan pentingnya mempersiapkan generasi muda, khususnya di bidang peternakan, untuk menghadapi tantangan dan peluang bisnis di era digital.
“Generasi milenial di bidang peternakan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memanfaatkan inovasi di era 4.0 serta society 5.0 untuk mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Dr. Audy.
Tema yang diangkat dalam kuliah umum ini sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana teknologi dan digitalisasi telah mengubah cara berbisnis, termasuk di sektor peternakan. Dr. Audy juga memaparkan bagaimana teknologi bisa digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam sektor peternakan, mulai dari penggunaan big data, internet of things (IoT), hingga artificial intelligence (AI) yang semuanya berkontribusi pada peningkatan produksi serta pengelolaan yang lebih cerdas dan efisien.
Ketua PW ISPI Sulawesi Tenggara Widhi Kurniawan, S.Pt.,M.Si, menyampaikan harapannya agar kepengurusan ISPI Sulawesi Tenggara yang baru ini dapat membawa perubahan positif dan memperkuat peran generasi muda dalam membangun sektor peternakan yang inovatif dan berkelanjutan.
“Kami berharap pengurus yang baru dilantik ini bisa memberikan kontribusi nyata, khususnya dalam pemberdayaan generasi muda yang memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak sektor peternakan di masa depan,” ucapnya.

Acara ini ditutup dengan diskusi interaktif antara narasumber dan para peserta, yang mencakup pembahasan mendalam tentang peluang dan tantangan bisnis di sektor peternakan di era digital. Para peserta yang hadir tampak antusias dan berharap agar acara serupa dapat diadakan secara rutin untuk mendukung perkembangan kompetensi dan karakter entrepreneurship di kalangan mahasiswa dan profesional muda.
Dengan kepengurusan yang baru, ISPI Sulawesi Tenggara diharapkan dapat semakin aktif berperan dalam pengembangan sektor peternakan di wilayah ini dan menjadi wadah yang menginspirasi generasi muda untuk berinovasi dan berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.
Laporan : Jasman
Editor: Irdwan Jeko



































