SULTRALINE.ID, KOLAKA – Mahasiswa KKN Reguler Xl USN kolaka Desa HAKATUTOBU telah sukses menyelesaikan proyek kreatif dan ramah lingkungan dengan membuat Tulisan berbentuk nama desa (HAKATUTOBU) dari ecobrick.
Proyek ini bertujuan untuk mempercantik tampilan desa sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah plastik.
Ecobrick adalah botol plastik yang dikemas padat dengan plastik bekas untuk membuat blok bangunan yang dapat digunakan kembali sehingga dapat menyerap plastik.
Ecobrick adalah salah satu contoh kreasi kerajinan yang terbuat dari limbah atau sampah plastik yang revolusioner dimana manfaatnya sangat besar bagi kehidupan manusia. Ecobrick menjadi salah satu solusi di tengah kebuntuan pengelolaan limbah plastik.
Ecobrick adalah teknik pengelolaan sampah plastik yang terbuat dari botol-botol plastik bekas yang di dalamnya telah diisi berbagai sampah plastik hingga penuh kemudian dipadatkan sampai menjadi keras. Setelah botol penuh dan keras, botol-botol tersebut bisa dirangkai dengan lem dan dirangkai menjadi meja, kursi sederhana, bahan bangunan dinding, menara, panggung kecil, bahkan berpotensi untuk dirangkai menjadi pagar dan fondasi taman bermain sederhana bahkan rumah.


Konsep di balik ecobrick adalah memanfaatkan dan mendaur ulang plastik bekas konsumen, sehingga bermanfaat bagi Bumi kita. Tulisan desa HAKATUTOBU tersebut terdiri dari sejumlah ecobrick yang diproses dan dirangkai menjadi huruf-huruf yang membentuk nama desa. Setiap huruf dihias dengan desain yang unik dan berwarna hijau, mencerminkan kekayaan budaya lokal. Proses pembuatan Tulisan ini melibatkan partisipasi aktif dari Anak-anak desa yang turut serta dalam pengumpulan sampah plastik untuk dijadikan ecobrick.
Selain memberikan sentuhan estetika baru, proyek ini juga diharapkan dapat menginspirasi desa-desa lain untuk melaksanakan inisiatif serupa, mendukung gerakan pengurangan sampah plastik, dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Dengan terpasangnya tulisan desa Hakatutobu tersebut,desa dengan nuansa lautan dan daratan ini memiliki tambahan identitas yang tidak hanya mencerminkan nama desa, tetapi juga komitmen masyarakatnya terhadap lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
TIM



































