SULTRALINE.ID, KENDARI – Mahasiswa KKN Reguler Batch 2 UHO di Desa Ngapawali, Kecamatan Kolono Timur, Kabupaten Konawe Selatan, mampu menuntaskan proker tambahan berupa pembuatan batas dusun. Masyarakat di Desa Ngapawali awalnya meragukan mahasiswa saat mengajukan proker tambahan ini, tetapi dengan usaha dan dukungan dari berbagai pihak, proker tersebut dapat terlaksana dengan baik.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Halu Oleo (UHO) berhasil menyelesaikan seluruh program yang telah direncanakan. Adapun programnya yaitu:
1. Mengajar di tingkat SD dan SMP
2. Sosialisasi stop bullying
3. Sosialisasi hidup bersih
4. Mengajar dasar-dasar Microsoft Word
5. Les privat menari
6. Batas dusun
7. Membersihkan lapangan voli dan masjid
8. Yasinan setiap malam jum’at
9. Taman baca
10. Literasi di perpustakaan SDN 016 Kolono Timur
11. Senam anak setiap hari kamis di SDN 16 kolono Timur dan senam ibu-ibu di lapangan voli setiap minggu sore.


Program ini dilakukan berkolaborasi dengan KKA (Kuliah Kerja Amalia) tematik dari Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK). Kolaborasi ini memungkinkan kombinasi keahlian dan sumber daya mahasiswa KKN dari kedua universitas untuk menyelesaikan program secara keseluruhan. Dan yang menjadi prioritas yaitu administrasi dan pengembangan desa seperti memastikan batas wilayah yang jelas dan resmi serta memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat setempat.
Pada saat tim monev datang untuk menyurvei program kerja (proker), mereka mengagumi proker tambahan berupa pembuatan batas dusun yang sudah terlaksana. Beliau mengatakan:
“Dari banyaknya proker hampir semuanya sudah terlaksana dan proker-nya unik-unik, apalagi kalian ini semuanya perempuan, hebat kalian semuanya ya”: ucap Prof. Dr. Ir. La Ode Muhammad Golok Jaya S.T., M.T.
Dengan pendapat dan tanggapan positif tersebut, kami pun sangat senang dan semakin bersemangat menjalankan proker-proker yang sedang berlangsung, Nurul (peserta KKN).
TIM



































