SULTRALINE.ID, MUNA – Ketua DPD KNPI Muna, La Ode Muhram Naadu, memberikan tanggapan terkait viralnya penggalan pidato Bakal Calon Bupati Muna, Drs. H. Bachrun, M.Si, yang tersebar di media sosial.
Dalam video yang berdurasi 39 detik tersebut, Bachrun disebut-sebut mengkritik masyarakat Muna karena kurang mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Allah.
“Kenapa kita tertinggal di Kabupaten Muna ??? Karena kita tidak mensyukuri nikmat Allah dengan cara yang benar.” Setelah itu, ia melanjutkan dengan bertanya kepada mahasiswa yang hadir, “Siapa yang kuliah di pertanian?”
Namun, menurut La Ode Muhram, video tersebut telah dipotong dan dipelintir sehingga menimbulkan kesan bahwa Bachrun menghina masyarakat Muna. Akibatnya, Bachrun menjadi sasaran cibiran dan hujatan yang bersifat sarkastis dan menyerang secara pribadi.
Muhram menekankan bahwa pidato tersebut harus dipahami dalam konteks yang utuh. Ia menjelaskan bahwa gaya komunikasi Bachrun sebenarnya bertujuan untuk memotivasi pemuda dan seluruh elemen masyarakat Muna agar lebih aktif terlibat dalam sektor pertanian.
“Benar bahwa kita sebagai orang Muna harus mensyukuri potensi suburnya tanah kita dengan cara memanfaatkan sektor pertanian dengan maksimal. Orang tua kita dulu menamakan tanah ini ‘wite barakati’, yang berarti tanah yang berkah. Bagaimana jika tanah yang berkah ini kita terlantarkan begitu saja?” ungkap Muhram pada Selasa (03/09/2024).
Muhram juga menyatakan keyakinannya bahwa kebijakan Bachrun yang berfokus pada pengembangan sektor pertanian merupakan langkah yang tepat. Kebijakan ini, menurutnya, didukung oleh aspek filosofis, sejarah, dan kultural, serta dilandasi oleh kajian akademik, politik anggaran, dan implementasi kebijakan yang jelas.
“Di Muna, memulai sesuatu itu memang tidak mudah. Pasti akan ada cibiran. Untuk membangkitkan sektor pertanian, kita membutuhkan kerja keras dan kesabaran. Jangan baru diprovokasi sedikit, sudah diplintir ke politik praktis. Kita butuh mental pekerja yang siap terlibat dalam sektor pertanian, bukan mental pemaki-maki,” ujarnya.
Muhram berharap generasi muda Muna tetap optimis dalam mendukung program-program andalan Pemerintah Kabupaten Muna, terutama dalam pengembangan sektor pertanian seperti program pengembangan jagung yang saat ini sedang digalakkan.
“Pelan tapi pasti, anggaran sudah digelontorkan, lahan sudah dibuka, perusahaan sudah ada, pabrik sudah tersedia. Kita syukuri ini semua. Tidak ada yang instan. Mari kita jadi generasi yang solutif, bukan generasi pemaki-maki tanpa solusi. Kita dukung pemerintah daerah dalam melanjutkan program pertanian yang terintegrasi,” pungkasnya.
Penulis : Baharuddin.



































