SULTRALINE.ID, KENDARI – Hutan Mangrove (bakau) merupakan salah satu ekosistem utama di wilayah pesisir yang merupakan rumah bagi berbagai organisme serta berperan sebagai pelindung pantai dari abrasi dan gelombang. Mengingat pentingnya ekosistem mangrove tersebut, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Halu Oleo menggelar pelatihan pembibitan mangrove bagi siswa sekolah dasar, sebagai rangkaian dari program Bina Desa (Pengabdian Kepada Masyarakat) di Kelurahan Lalowaru Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan.
Menurut Dedy Oetama, ketua panitia kegiatan Bina Desa, mangrove sangat penting untuk wilayah pesisir makanya harus dijaga dan dirawat dengan baik supaya fungsinya tetap terjaga dan organisme yang hidup di dalamnya seperti kepiting dan berbagai jenis ikan bisa tetap melimpah.
Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkembangkan kesadaran akan pentingnya pelestarian mangrove sejak usia dini. Selain itu, melalui kegiatan ini juga para peserta juga akan lebih mengenal dan mencintai ekosistem mangrove, ujar Dedy.
Tim Bina Desa FPIK UHO 2024 bersama Siswa dan Kepala Sekolah SDN 4 Moramo Utara saat pelatihan pembibitan mangrove tanggal 18 Agustus lalu Kegiatan yang dilaksanakan pada 18 Agustus 2024 ini dipusatkan di SDN 4 Moramo Utara, dan dikuti oleh siswa kelas 4, 5 dan 6. Para siswa diajarkan bagaimana tahapan dalam membibitkan mangrove jenis Rhyzophora. Mulai dari proses pengisian media tanam ke dalam polybeg, tips dalam memilih buah yang siap disemai, hingga teknik menancapkan buah mangrove pada polybeg. Kegiatan ini juga diselingi dengan kuis interaktif untuk menguji pemahaman peserta terkait materi pelatihan yang telah diajarkan.
Kegiatan ini disambut dengan sangat antusias oleh pihak sekolah SDN 4 Moramo Utara, dan dengan penerimaan yang sangat baik. Pihak sekolah yang diwakili oleh Kepala Sekolah, Rachmad Ramadhani menuturkan bahwa kegiatan bina desa ini dapat menjadi agenda rutin yang dilaksanakan di SDN 4 Moramo Utara, selain menambah khasanah wawasan para siswa, kegiatan seperti ini juga dapat merangsang siswa untuk kreatif dan semakin cinta terhadap lingkungan.
TIM



































