• Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang
  • Advertise
Rabu, 7 Oktober 2026
  • Login
No Result
View All Result
VIDEO CHANNEL
Sultra Line
  • Beranda
  • Live Youtube
  • Advertorial
  • Video
  • News
  • Berita Video
  • Beranda
  • Live Youtube
  • Advertorial
  • Video
  • News
  • Berita Video
No Result
View All Result
SultraLine
No Result
View All Result
IMG-20260902-WA0020(1)
Merah Putih Modern Selamat & Sukses Instagram Post (1)
Merah dan Emas Elegan Kartu Ucapan Selamat Naik Jabatan
Merah dan Emas Elegan Kartu Ucapan Selamat Naik Jabatan (1)
1
Biru dan Abu-abu Modern Ucapan Selamat Pelantikan Instagram Post
spanduk
us2
IMG-20260606-WA0027
hartoyo
IMG_20260930_185101
1791168021084
ChatGPT Image 5 Okt 2026, 12.09.14
previous arrow
next arrow
Headline
  • Wa Ode Nurhayati Mengutuk Keras Tindak Kekerasan terhadap Perempuan asal kendari.
  • Kandaskan Persaingan Ketat, USN Kolaka Bawa Pulang Penghargaan KMI Expo 2026
  • MIRIS! Wagiyem Berjuang Seorang Diri Menghadapi Dugaan Penganiayaan, Menanti Keadilan di Tengah Luka dan Kesunyian.
  • Satu sekolah,Tiga kelas Pertandingan,Tiga Medali ,Siswa SMP 1 kendari ukir Prestasi di kota Bugis .
  • Syihab Az Zuhri Jawara Silat asal Sekolah Mts 1 Kendari Gegerkan Kota Bugis,Emas Di Rebut Untuk Sultra
 
Home NEWS

SP Kendari Goes to Kampus UHO, Gelar Diskusi Publik Terkait Ancaman Penggusuran yang Dihadapi Perempuan Pesisir/Nelayan 

by SULTRALINE.ID
29 Juni 2024
in NEWS, PENDIDIKAN
0
SP Kendari Goes to Kampus UHO, Gelar Diskusi Publik Terkait Ancaman Penggusuran yang Dihadapi Perempuan Pesisir/Nelayan 

Ketgam: Pose bersama peserta dan perwakilan SP Kendari.

611
SHARES
940
VIEWS
Share ke WAShare on FacebookShare on Twitter

SULTRALINE.ID, KENDARI – Solidaritas Perempuan (SP) Kendari mengadakan kegiatan goes to Kampus di Universitas Halu Oleo (UHO). Dalam kegiatan itu diisi diskusi dengan tema ‘Publik dan kelompok muda menyebarluaskan dan merespon situasi ancaman penggusuran yang dihadapi perempuan pesisir/nelayan’, bertempat di aula FISIP UHO, Jum’at (28/06/2024).

 

Hadir dalam kegiatan tersebut Wa Ode Harliyanti Ungga selaku Fasilitator dan Cristien Selaku Koordinator Program SP Kendari serta diikuti puluhan peserta.

Cristien menjelaskan tujuan kegiatan tersebut untuk membangun dan memperkuat kesadaran feminis perempuan pesisir/nelayan di wilayah kelola perempuan dan

Menyebarluaskan informasi mengenai persoalan perempuan pesisir/nelayan yang sedang diadvokasi bersama SP Kendari

Mengingat wilayah pesisir Teluk Kendari, sering mengalami ancaman yang dihadapi oleh daerah pesisir dan penduduknya sebagai akibat dari kenaikan permukaan laut, yang merupakan dampak serius dari perubahan iklim. Semakin meluasnya dan mengkhawatirkan.

Fenomena ini terjadi karena meningkatnya risiko rob (banjir pasang), abrasi pantai, gelombang tinggi dan  masalah air tawar. Ancaman ini kehilangan ruang hidup dan penghidupan masih terus dihadapi para nelayan kecil dan tradisional di seluruh Indonesia. Ancaman ini menjadi gambaran bahwa negara gagal melindungi dan mengakui nelayan sebagai pahlawan protein bangsa. Jika pemerintah gagal melindungi mereka dalam sepuluh tahun ini, maka negara ini sedang keruntuhan. Kenyataan, nasib nelayan terancam makin terpuruk kalau pemerintah tidak memberikan perhatian serius.

“Pasca Pemilu 2024 dan pergantian Presiden, dinilai menjadi saat tepat bagi pemerintah untuk evaluasi dan menghentikan berbagai kebijakan yang meminggirkan nelayan dan memicu penurunan jumlah nelayan. Yang menjadi perhatian nasib nelayan adalah perempuan nelayan. Selama ini, nasib mereka belum sebagus nelayan yang didominasi kaum laki-laki. Perempuan nelayan seharusnya bisa mendapatkan kesetaraan hak-hak yang selama ini didapatkan nelayan laki-laki. Pelibatan dan partisipasi yang bermakna dari perempuan nelayan sangat minim, terutama dalam pengambilan keputusan yang nantinya akan berdampak kepada mereka, Akan tetapi, peran krusial perempuan nelayan dalam profesi nelayan ini belum dilihat sebagai sesuatu yang penting oleh pemerintah. Itu berdampak pada keberpihakan dan apresiasi kepada mereka dalam profesi nelayan masih sangat minim diberikan Pemerintah salah satu penyebabnya, karena masih kentalnya budaya patriarki yang terwujud dalam sistem sosial yang menempatkan perempuan hanya sebagai objek tanpa kesetaraan hak yang sama. Perempuan nelayan kini tengah menghadapi berbagai persoalan, khususnya perampasan ruang laut yang saat ini sangat masif di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil,” terangnya.

Lebih lanjut ia, Praktik tersebut adalah bentuk penindasan baru yang juga berakar dari budaya patriarkis dan disahkan oleh sistem negara melalui berbagai bentuk kebijakan, peraturan dan orientasi pembangunan, serta ekonomi yang bersifat diskriminatif dan tidak berpihak pada perempuan.

“Kalau negara sampai saat ini masih belum mengakui perempuan sebagai subjek yang berdaya dan berdaulat atas sumber daya laut. Fakta itu, berpotensi menjadikan perempuan nelayan sebagai korban dan akan merasakan dampak paling besar dari perampasan ruang laut tersebut. Akibat hilangnya hak dan kedaulatan perempuan untuk mengakses laut dan mengelola laut sesuai praktik-praktik berbasis kearifan lokal perempuan, yang telah dikerjakan dan diwariskan secara kolektif sebagai kekayaan intelektual perempuan. Namun demikian, walaupun resiko dan ancaman terus meningkat cepat, pemerintah dinilai masih belum paham dan tidak berniat memahami akan fakta dan ancaman yang dihadapi para perempuan nelayan, Semua itu, menjadi beban ganda yang harus dihadapi para perempuan nelayan selama bertahun-tahun,” tuturnya.

Untuk mengatasi semua persoalan yang dihadapi perempuan nelayan adalah pemerintah menjalankan amanat konstitusi untuk melindungi dan memberdayakan perempuan nelayan. Juga, mengevaluasi serta menghentikan proyek berpotensi merampas ruang hidup perempuan nelayan. Permasalahan mengenai perempuan pesisir yang telah bertransformasi menjadi perempuan nelayan belum mendapat perhatian maksimal dari pemerintah dan masyarakat. Padahal hak dan kesetaraan yang ingin diperjuangkan perempuan pesisir tersebut menjadi kunci untuk bisa mengakses fasilitas, program pemberdayaan atau pelatihan, serta program bantuan sosial yang diberikan oleh negara serta pemerintah. Kenyataan inilah yang kemudian menyebabkan perempuan pesisir melakukan pergerakan sosial, agar hak mereka menjadi sejajar, sesuai dengan peranan dan fungsi nyata mereka didalam keluarga dan komunitasnya.

“Dengan adanya kesempatan  memperoleh akses program perlindungan nelayan, maka para perempuan nelayan telah berhasil memperoleh pengakuan kesetaraan gender.namun demikian sebagian masyarakat dan juga pemerintah belum sepenuhnya menerima adanya prinsip kesetaraan gender. Hal ini terbukti dengan masih banyak regulasi yang belum responsif gender dan masih bias kepentingan patriarki. Padahal, perempuan merupakan pembawa perubahan di masyarakat. Upaya perempuan untuk menghadapi permasalahan menjadi krusial, untuk mendukung peran perempuan di sektor ini, hanya saja,  berfokus pada strategi perempuan untuk menghadapi masalah pada aspek ekonomi dan sosial, seperti melalui keikutsertaan pada program pemberdayaan perempuan. Strategi yang dilakukan para  perempuan nelayan, menemukan adanya upaya perempuan nelayan tersebut bersama organisasi perempuan nelayan setempat melakukan advokasi untuk dapat mengajukan permohonan kartu KUSUKA tersebut. Kondisi perempuan pesisir dalam memperjuangkan Hak Asasi Manusia dan Kesetaraan gender. Perempuan pesisir ingin diakui sebagai perempuan nelayan,” paparnya.

 

Olehnya itu, kata ia, Untuk itu mereka harus mendapatkan perlindungan dari pemerintah, baik lokal maupun nasional. Hal ini, pemerintah wajib memperlakukan perempuan nelayan secara baik dan adil agar hak-hak dasarnya dapat terpenuhi, seperti tersedianya pemukiman yang layak, akses terhadap sanitasi yang bersih dan higienis, ketersediaan air minum yang aman untuk keperluan individu dan rumah tangga.

Perempuan pesisir pada dasarnya mereka memiliki motivasi yang kuat untuk memperjuangkan haknya sebagai perempuan nelayan, pemimpin pergerakan sosial. Pilihan menjadi perempuan  nelayan di negara berkembang seperti Indonesia yang masih sarat akan isu ketimpangan Hak Asasi Manusia dan Gender merupakan pilihan yang cukup berat. Hal ini bukan hanya dilihat dari beban kerjanya, namun dikarenakan masih tidak adanya jaminan serta pengakuan oleh pemerintah.

“Dengan menjadi nelayan, artinya perempuan harus siap dengan semua resiko yang akan ditimbulkan ketika menjalani kegiatan penangkapan ikan. Salah satunya adalah membentuk organisasi atau kelompok agar keberadaan mereka diakui secara hukum,” tambahnya.

Melalui kegiatan tersebut, SP Kendari berharap terbangunnya kesadaran feminis perempuan pesisir/nelayan di wilayah kelola perempuan.

 

“Terinformasinya di publik mengenai persoalan perempuan pesisir/nelayan yang sedang diadvokasi bersama SP Kendari,” pungkasnya.

Ketgam: suasana diskusi publik yang diselenggarakan Solidaritas Perempuan Kendari di FISIP UHO.

Terlihat Diskusi berlangsung menarik yang ditutup dengan foto bersama.

SultraLine Bisa Diakses Melalui Saluran Google News atau Google Berita berikut Ini: CLick
SULTRALINE.ID

SULTRALINE.ID

Related Posts

Wa Ode Nurhayati  Mengutuk Keras Tindak Kekerasan terhadap Perempuan asal kendari.

Wa Ode Nurhayati Mengutuk Keras Tindak Kekerasan terhadap Perempuan asal kendari.

by SULTRALINE.ID
2 Oktober 2026
0

SULTRALINE.ID-KENDARI Dugaan kekerasan kembali menjadi sorotan setelah pemberitaan photo photo kekerasan beredar luas di media sosial yang di alami perempuan...

Kandaskan Persaingan Ketat, USN Kolaka Bawa Pulang Penghargaan KMI Expo 2026

Kandaskan Persaingan Ketat, USN Kolaka Bawa Pulang Penghargaan KMI Expo 2026

by SULTRALINE.ID
2 Oktober 2026
0

SULTRALINE.ID- KOLAKA Purwokerto, 1 Oktober 2026 — Kontingen Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka sukses meraih Juara Harapan II Kategori Stand...

MIRIS! Wagiyem Berjuang Seorang Diri Menghadapi Dugaan Penganiayaan, Menanti Keadilan di Tengah Luka dan Kesunyian.

MIRIS! Wagiyem Berjuang Seorang Diri Menghadapi Dugaan Penganiayaan, Menanti Keadilan di Tengah Luka dan Kesunyian.

by SULTRALINE.ID
1 Oktober 2026
0

SULTRALINE.ID–KENDARI Di tengah luka yang belum sepenuhnya pulih, seorang perempuan asal Kendari berusia 47 tahun, Wagiyem, kini harus menjalani perjuangan...

Tampil Gemilang Rafa juliansyah Al Farabi Persembahkan Medali  untuk sultra

Satu sekolah,Tiga kelas Pertandingan,Tiga Medali ,Siswa SMP 1 kendari ukir Prestasi di kota Bugis .

by SULTRALINE.ID
29 September 2026
0

SULTRALINE.ID-KENDARI Siswa Smp 1 kendari kembali jadi sorotan perhatian di arena gelanggang kejuaran pencak silat arung palakka champhion 2026 Kabupaten...

Syihab Az Zuhri Jawara Silat asal Sekolah Mts 1 Kendari  Gegerkan Kota Bugis,Emas Di Rebut Untuk Sultra

Syihab Az Zuhri Jawara Silat asal Sekolah Mts 1 Kendari Gegerkan Kota Bugis,Emas Di Rebut Untuk Sultra

by SULTRALINE.ID
29 September 2026
0

SULTRALINE.ID-KENDARI Nama lengkapnya La Ode Muh.Syihab Az Zuhri di usianya yang masih remaja ia ukir Prestasi membanggakan pesilat remaja berbakat...

Tampil Gemilang Rafa juliansyah Al Farabi Persembahkan Medali  untuk sultra

Tampil Gemilang Rafa juliansyah Al Farabi Persembahkan Medali untuk sultra

by SULTRALINE.ID
28 September 2026
0

Sultraline.id -kendari Langkah kecil di atas gelanggang membawa cerita besar bagi Rafa juliansyah AlFarabi siswa Smp negeri 1 kendari, pesilat...

Next Post
Yakin Menang, Emak-emak di Kabupaten Kolaka Deklarasi Dukung Wa Ode Nurhayati

Yakin Menang, Emak-emak di Kabupaten Kolaka Deklarasi Dukung Wa Ode Nurhayati

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip Artikel

Sultra Line

Rumah Berita Perjuangan Sultraline
"Setiap Orang adalah Jurnalis, Setiap Peristiwa adalah Berita"

Oplus_131072

Populer Minggu Ini

  • LAKI Sultra: Korupsi PNBP dan Pajak Sektor Industri & Perhubungan Jadi Atensi di 2024

    LAKI Beberkan Pemeriksaan Pesawat Uap dan Bejana Tekan di Sultra Tak Pernah Dilakukan, Terindikasi Kebocoran Negara Ratusan Miliar 

    3592 shares
    Share 1437 Tweet 898
  • Wa Ode Nurhayati Mengutuk Keras Tindak Kekerasan terhadap Perempuan asal kendari.

    625 shares
    Share 250 Tweet 156
  • MIRIS! Wagiyem Berjuang Seorang Diri Menghadapi Dugaan Penganiayaan, Menanti Keadilan di Tengah Luka dan Kesunyian.

    620 shares
    Share 248 Tweet 155
  • Satu sekolah,Tiga kelas Pertandingan,Tiga Medali ,Siswa SMP 1 kendari ukir Prestasi di kota Bugis .

    688 shares
    Share 275 Tweet 172
  • Banggakan Sulawesi Tenggara! Sanggar Seni USN Kolaka Siap Berlaga di PEKSIMINAS XVIII 2026

    722 shares
    Share 289 Tweet 181

Alamat Kantor

Ikuti Kami

  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang
  • Advertise

© 2016-2022 Sultra Line

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Live Youtube
  • Advertorial
  • Video
  • News
  • Berita Video

© 2016-2022 Sultra Line

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In