Oleh: Muhammad Bangkit Bimantara Untu. S.T
Presiden Jokowi dijadwalkan akan tiba di Sulawesi Tenggara pada Senin, 13 Mei 2024. Agenda kunjungan kerja RI 1 tersebut diumumkan langsung oleh PJ. Gubernur Sultra Andap Budhi Revianto saat memimpin rapat OPD lingkup Pemerintah Provinsi Sultra, Rabu (8/5).
Salah satu Agenda utama Presiden Jokowi dalam kunjungan di Sultra adalah meresmikan Infrastruktur yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) yaitu Bendungan Ameroro di Kabupaten Konawe. Selain itu Kabupaten Kota yang akan dikunjungi Presiden adalah Kabupaten Kolaka Utara , Kabupaten Muna dan Muna Barat.

Ir. Hugua Komisi II Anggota DPR RI Dapil Sultra mengatakan Sultra hari ini adalah episentrum pertumbuhan ekonomi dunia. Hugua menyebut, berdasarkan data statistik tahun 2023, Sultra mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 5,35 persen, melampaui pertumbuhan nasional 5,03 persen.
Tidak kalah menarik Kementerian Kordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (2024) mengatakan bahwa Sulawesi Tenggara, merupakan Provinsi paling kaya Nikel di Indonesia. Saya katakan tidak kalah menarik di atas karena dengan kekayaan Nikel dan sektor-sektor lainnya pada fakta pahitnya (pahit untuk rakyat) hal itu belum mampu memberikan manfaat secara paripurna kepada masyarakat Sulawesi Tenggara.
PJ. Gubernur Sultra memerintahkan dinas PUPR bergerak cepat memperbaiki infrastruktur jalan yang kemungkinan akan dilalui rombongan RI 1. “ saya tidak ingin kedatangan Bapak Presiden di Sultra menjadi kesan buruk, lantaran persiapan yang minim dan kelambatan dinas terkait merespon rehab infrastruktur jalan,” pesan Andap.
Terlebih, infrastruktur jalan tak perna lepas dari pantauan Presiden RI dalam beberapa rangkaian kunker ke beberapa provinsi di Indonesia.
Manfaatkan Kedatangan Presiden Jokowi untuk Perbaikan Infrastruktur
Jika kemarin viralnya jalan di Provinsi Lampung yang hancur dan berantakan maka perlu bapak Presiden tau jalan di Sultra tidak kalah rusaknya pak (hehehe). Hal ini berdasarkan data BPS 2021 bahwa Sultra merupakan salah satu Provinsi dengan jalan rusak terpanjang di Indonesia dengan total kerusakan jalan 3.023 kilometer.
Jika Provinsi Lampung bapak bisa berikan perhatian khusus dalam hal perbaikan jalan maka kami juga tolong diperhatikan pak Presiden. Kebijaksanaan bapak Presiden kami butuhkan hari ini pak. Selain itu sebagai Provinsi terkaya Nikel di Indonesia sudah barang yang pasti aktivitas pertambangan sangat masif dan padat. Tidak masalah jika cara-cara yang ditempuh masih berada di koridor taat dan patuh terhadap aturan. Faktanya tidak sedikit aktivitas pertambangan dilakukan secara ugal-ugalan tanpa memperhatikan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Daerah resapan semakin minim atau ruang terbuka hijau semakin diperkecil sehingga inilah yang membuat beberapa daerah di Sultra menjadi langganan Banjir.
Dalam harapan saya bapak Presiden juga harusnya berkunjung di Konawe Utara, salah satu daerah yang kaya akan nikel di Sultra. Karena sampai hari ini di Konawe Utara masih memerangi dampak dari pertambangan nikel, yah apalagi kalau bukan Banjir. Seperti yang kita ketahui transportasi yang bapak presiden gunakan adalah helicopter saya yakin bapak akan disuguhkan dengan pemandangan yang sangat indah di Konawe Utara pak. Hehehehe.
Saya jadi ingat kalimat Prof. Mahmud MD, bahwa banyak kekayaan negara tersedot secara ilegal dari korupsi di bidang pertambangan yang jumlahnya fantastis. Beliau mengatakan bahwa seandainya korupsi di sektor pertambangan saja bisa dihapus, diberantas, maka setiap orang rakyat Indonesia itu bisa mendapat Rp 20 juta setiap bulan gratis. Bukan pinjaman, tapi diberikan.
Melalui kedatangan presiden kali ini izinkan kami masyarakat Sultra berharap ke bapak Presiden untuk mengobati duka yang telah lama berkalung pilu pada kami masyarakat Sulawesi Tenggara. Karena suka hanya menghampiri pemimpin-pemimpin Sultra hari ini. Yah sebagaimana kehidupan itu seimbang suka dan duka, duka bagi kami (hehehe).
Dan akhirnya saya berharap, Presiden Joko Widodo mampu menangkap pesan masa depan dari kami yang akan menerima tongkat estafet kelak. Kami memiliki hak untuk menerima kondisi Indonesia kelak yang masih dalam kondisi baik. Indonesia yang akan kita wariskan harus masih dalam kondisi elok, bukan Indonesia yang telah rusak dalamnya penuh dengan “bopeng”. Indonesia membutuhkan para cerdik pandai yang merawat keadaban masa depan, keadaban yang menghadirkan kebaikan untuk generasi saat ini, dan generasi masa depan dan keadaban itu bernama Nalar Lestari.
The last but not least
Cinta akan selalu ada selama ada teguran : Ketika kritikan tidak ada, cinta menghilang. Cinta tetap ada selama kritikan masih ada.
-Jalaluddin Rumi-
*)Penulis Merupakan Media Social Activist and Alumni S1-Teknik Sipil UHO



































