SULTRALINE.ID, KENDARI – Curah hujan yang begitu tinggi membuat Kota Kendari dihantam banjir yang begitu parah. Akibatnya permukiman warga serta fasilitas-fasilitas lainnya rusak.
Disisi lain Pj Gubernur Sultra memimpin Rapat Koordinator (Rakor)TPID se-Sultra Terkait pengamanan Pasokan jelas ramadhan dan Idul Fitri, namun tidak membahas hal yang sangat urgen dihadapi oleh masyarakat sultra terkhusus Kota Kendari, Konawe dan sekitarnya yakni bencana banjir.
Atas itu Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Halu Oleo (BEM UHO) Kendari menyayangkan sikap Pj Gubernur Sultra dalam memimpin rapat Forkompinda tidak melakukan pembahasaan koordinasi terkait bencana alam banjir.
“Seharusnya selaku pemimpin jika niat untuk bekerja harus dapat meninjau langsung lapangan yang terkena dampak untuk mengetahui kekurangan dan langkah taktis apa yang harus dilakukan untuk bergotong royong melakukan percepatan penanganan dan bantuan kepada korban terkena dampak banjir. Soal inflasi yah memang urgen menjelang ramadhan, namun pemerintah dan Forkompinda lainnya harus menggalang kekuatan bersama untuk menurunkan sumber daya dan dinas terkait untuk turun langsung mengecek keadaan,” ungkap Ketua BEM UHO, Defrian, Jum’at (08/03/2024).
Menurutnya BEM UHO menemukan fakta keluhan dari tenaga dinsos yang berada di Kelurahan Kampung Salo, Kota Kendari bahwa mereka kewalahan tenaga utama untuk pendistribusian makanan ke masyarakat yang terkena dampak.
“Ini menunjukan bahwa tidak ada nya atensi khusus dari pemerintah daerah Sultra dan Kota untuk melakukan koordinasi yang baik dalam menangani bencana,” katanya.
Berdasarkan kondisi tersebut, BEM UHO menghimbau dan mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dengan cuaca saat ini. Selain itu pihaknya meminta kepada seluruh pihak untuk mari bersama bekerja membantu para korban yang terkena bencana.
“Kami meminta kepada Pemprov Sultra untuk segara mengambil langkah yang cepat dan tepat untuk membantu pemerintah kota Kendari dalam menangani persoalan banjir hari ini. Meminta kepada PJ Gubernur untuk segara membentuk satgas percepatan dan penanganan dan bantuan korban berdampak banjir. karena yang terdampak bukan hanya di kota Kendari namun info yg kami dapat kan di daerah Sampara jln. Poros Kendari-Unaaha juga mengalami banjir setinggi dada orang dewasa,” bebernya.
“Mengajak Lembaga Kemahasiswaan, Komunitas dan Organisasi masyarakat untuk melaksanakan koordinasi terpadu untuk bergotong royong menangani dan membantu masyarakat yang terkena dampak,” sambungnya.
Terakhir BEM UHO, mengingatkan Pj Gubernur bukan hanya sebatas legalitas untuk mengisi kekosongan semata, tapi harus turun tangan berkerja dan bertindak untuk rakyat. Ini persoalan nyawa dan keberlanjutan hidup rakyat yang telah dijamin oleh konstitusi.
“Jika tidak sanggup lebih baik mengundurkan diri dari jabatan, Sultra butuh pemimpin yang responsif bukan yang hanya berdiam diri dan menunggu instruksi mendagri,” tegas Defrian.
Sorotan terhadap Pj Gubernur Sultra juga disampaikan dari Ketua JAM Sultra, Nasrun. Menurutnya banjir yang melanda Kota Kendari sudah menelan korban jiwa serta menimbulkan kerugian yang besar bagi warga.
“Lebih ironisnya hingga kini belum nampak kehadiran Pj Gubernur Sultra dalam menangani persoalan ini. Pemerintah seharusnya hadir di tengah masyarakat, tidak hanya memberi solusi tapi seharusnya juga mampu melakukan pencegahan” Tutur Nasrun
Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa Pj Gubernur seharusnya turun menangani persoalan banjir di Kota Kendari.
“Seharusnya PJ. Gubernur ini turun langsung dan juga melakukan langkah-langkah melalui OPDnya yang berwewenang tapi hingga detik ini kami tidak melihat itu, kenapa PJ. Gubernur tidak memperdulikan persoalan ini, padahal dalam persoalan seperti ini PJ. Gubernur Sultra harus turun tangan,” tegasnya.
Nasrun yang akrab di sapa Uru juga menilai PJ. Gubernur tidak ingin ikut campur persoalan banjir.
“Kami menilai Pj Gubernur tidak ingin ikut campur persoalan kota padahal ini adalah sudah menjadi kewajibannya dalam pemerintahan, ini masuk wilayahnya apa lagi ini ibukota Provinsi Sulawesi tenggara, sudah sepatutnya Pj Gubernur Sultra Harus segera di copot dari jabatannya,” pungkasnya
TIM



































