SULTRALINE.ID, BAUBAU – Noor Gemilang Siradja, S.I.P politisi muda Partai Hanura yang akrab disapa Gilang Siradja ini, telah mencatat prestasi gemilang dengan kemenangannya dalam pemilihan anggota legislatif di dapil 1 Kota Baubau (Kecamatan Murhum, Betoambari, Batupoaro). Ia meraup 1773 suara yang menempatkannya pada posisi ke dua teratas untuk suara perorangan pada Dapil 1. Keberhasilan sosok petahana ini menandai sebuah perjalanan politik yang penuh tantangan dalam memenangkan hati pemilih. Dalam wawancara eksklusif, Gilang, berbagi pandangannya mengenai kiprah pemuda dalam kontestasi menuju DPRD Kota Baubau.
Terkait strategi, ia menjelaskan “Saya hanya menjaga hubungan baik dan komunikasi dengan seluruh simpul keluarga, sahabat, dan kerabat, dan kepada siapa saja sejak sebelum dan selama memegang amanah sebagai anggota DPRD hingga saat ini,” Ungkapnya, Kamis, 29 Februari 2024.
ia menegaskan pentingnya memelihara hubungan yang erat dengan konstituennya.
Ia juga menyoroti peran media sosial dalam strategi kampanyenya. Ia telah aktif menggunakan platform media sosial untuk memposting berbagai kegiatan, mulai dari yang receh hingga yang terkait dengan tugasnya sebagai anggota DPRD. Sosial media tidak hanya menjadi alat untuk berbagi informasi, tetapi juga menjadi jendela bagi konstituen untuk memantau pelaksanaan tugasnya.
“Saya selalu menyampaikan gagasan-gagasan melalui sosial media karena mayoritas anak muda adalah pengguna aktif sosial media,” tambahnya.
Selain itu, Ia menekankan pentingnya interaksi langsung dengan calon pemilih dari berbagai segmen masyarakat. Dalam setiap perjuangannya sejak tahun 2019, Ia selalu memastikan untuk bertemu dan berinteraksi langsung dengan segmen atas, tengah, dan bawah. Tindakan ini membentuk hubungan emosional yang kuat antara dia dan konstituennya. “Saya selalu ingin terkoneksi langsung kepada siapa saja tanpa melalui banyak sekat,” ujarnya dengan senyum yang ramah.
Kemenangan Gilang Siradja bukan hanya tentang perolehan suara, tetapi juga tentang kesuksesannya dalam membangun ikatan emosional yang kuat dengan konstituennya. Dengan strategi yang mencakup komunikasi yang berkelanjutan, pemanfaatan teknologi, dan interaksi langsung dengan masyarakat, “Om Gilang” telah membuktikan bahwa representasi politik yang efektif tidak hanya bergantung pada kehadiran fisik, tetapi juga keterlibatan yang berkelanjutan dengan masyarakat
Laporan: Sandy
Editor: Irdwan Jeko



































