SULTRALINE.ID, KENDARI – Pemungutan Suara Pemilihan Umum (Pemilu) tak terasa kurang sebulan lagi akan dilaksanakan atau tepatnya 14 Februari 2024.
Dalam pesta demokrasi lima tahunan masyarakat akan memilih calon Presiden dan Wakil Presiden, Calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota, serta Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.
Di Sulawesi Tenggara (Sultra) hiruk-pikuk Persaingan memperebutkan kursi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sudah cukup panas dengan hadirnya sejumlah nama baik tua maupun muda.
Namun ada satu calon DPD RI yang menyita perhatian publik, ialah Almaghfirah Sapri, SH yang merupakan calon termuda dari 24 nama yang telah ditetapkan KPU. Usianya baru menginjak 22 tahun atau kelahiran 2001 ini. Walau usianya terbilang sangat muda, tapi niatannya maju untuk mengabdi begitu besar.
Hadir sebagai pendatang baru pada kancah perpolitikan di Bumi Anoa lantas tak membuat semangatnya jadi menciut untuk bersaing dengan muka-lama yang sudah barang tentu memiliki pengalaman lebih. Pasalnya, berbekal keilmuan yang masih segar dirinya berkeyakinan mampu merebut hati milenial.
Anak dari pasangan Agusalim Sapri, SE (Ayah) dan Wa Ode Ihsana Nurlaila Ilahi, SE (Ibu) memilih jalan pengabdian di DPD RI karena ingin membuktikan bahwa generasi Milenial bisa berbicara di parlemen.
Menurut Alma (Sapaan akrabnya) berkomitmen untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Sultra, diberbagai aspek.
Dirinya juga berkeyakinan memahami keinginan anak muda Sultra, yakni ingin mendapatkan pekerjaan yang layak tanpa harus jauh dari keluarga, hal inilah kemudian yang memacu semangatnya untuk mengikuti kontestasi pemilihan DPD.
“Seperti yang kita ketahui bersama, sikologis masyarakat Sultra ialah ingin memiliki pekerjaan tetap yang layak tanpa harus tinggal jauh dari keluarga, yang mendorong saya maju pada pemilihan DPD tahun 2024,”ungkap Alma, Sabtu 20 Januari 2024.
Tak hanya itu, Alumni Fakultas Hukum UHO itu juga berkomitmen meningkatkan minat masyarakat untuk berwirausaha agar masyarakat tidak selalu memilih menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI), Apalagi ditambah dengan perkembangan teknologi dirasa mampu merangsang masyarakat.
Serta menjembatani masyarakat untuk akses permodalan melalui Perbankan yang ada.
“Kami juga ingin membangkitkan gairah masyarakat untuk berwirausaha, apalagi dengan adanya teknologi yang sekarang kami siap menjembatani permodalan,”ujarnya.
Olehnya itu, ia berharap mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat Sultra.
“Insyaallah jika masyarakat memberikan kepercayaan dan amanah kepada saya, tentunya saya akan memaksimalkan untuk memajukan daerah dan mensejahterakan masyarakat,” pungkasnya.


Diketahui Almaghfirah Sapri, SH merupakan calon anggota DPD RI dengan nomor urut 03 yang saat ini juga sedang melanjutkan studi S2 di Fakultas Hukum Jurusan Magister Kenotariatan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.
Berikut Monolog Dari Almaghfirah Sapri, SH yang diberi judul:
LEGISLASI DAN KATA HATI
Salah satu tugas pokok anggota DPD RI sesuai dengan Pasal 22 UUD 1945 adalah LEGISLASI, PENGAWASAN dan Meneruskan aspirasi warga daerah terutama atas problem yang bersifat strategis dan membutuhkan sokongan kebijakan nasional.
Sulawesi Tenggara memiliki banyak keunikan, secara geografis, Sultra memiliki wilayah daratan yang membentang luas dari daratan Kolaka Utara hingga Kota Kendari serta dari Bombana hingga Konawe Utara, selain itu Sultra juga memiliki garis pantai yang panjang dengan konfigurasi wilayah yang juga terdiri dari pulau-pulau seperti Kabaena, Wawonii hingga Kepulauan Tukang Besi di Wakatobi.
Secara demografis Sultra juga memiliki tekstur yang sangat kaya, didominasi oleh lapis demografis Generasi X, Y dan Z dengan sebaran tinggi berada di perkotaan dan pedesaan serta beragam latar pendidikan dan keterampilan. Secara Sosiologis Sultra juga memiliki keunikan dengan keragaman
etnik serta kearifan warga asli yang selain guyub dan sangat terbuka terhadap kebaruan serta memiliki kota-kota kosmopolitan yang telah eksis sejak lama. Secara Historis, Sultra juga sangat kaya, sub etnik besar yang hidup
dan mendiami Jazirah Sulawesi Tenggara memiliki warisan kebudayaan yang sangat besar dan beragam, Kebudayaan Tolaki dan Mekongga, Kebudayaan Muna, Kebudayaan Buton serta Moronene merupakan pesona dan keunikan penting Sulawesi Tenggara.
Dalam Konteks itulah, Kata Hati saya MENDORONG agar seluruh keunikan Sultra tersebut diatas perlu mendapat jembatan di pentas Nasional, misalnya saja, keunikan dan keragaman ini harus dapat ditampung sebagai koefisien dalam spirit Otonomi serta perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah.
Keunikan Sultra diatas juga harus dapat termanifestasi pada ragam kebijakan nasional berbentuk program dan kegiatan oleh kementrian dan lembaga sehingga Sultra beserta seluruh potensinya tidak tertinggal oleh gemuruh pembangunan nasional.
Disaat itu semua, Kata Hati saya berbicara bahwa pemerintah pusat harus lebih seksama memperhatikan kebutuhan Generasi X, Y dan Z terutama diruang Publik baik itu pendidikan, kesehatan hingga sarana dan prasarana yang lebih sensitif terhadap kebutuhan Generasi X, Y dan Z yang menjadi tulang punggung Bonus Demografi bagi Indonesia dan Daerah.
Generasi X, Y dan Z akan menghadapi tantangan yang tidak ringan, dan di pundak mereka masa depan daerah dan negara akan
disampirkan, untuk itulah pemerintah pada semua tingkatan harus lebih menebalkan kebijakan yang responsif terhadap lapis demografi ini terutama menyiapkan ruang publik yang lebih supportif, pelatihan dan
keterampilan yang mengarah pada penguasaan keterampilan masa depan seperti negosiasi, coding, copy writing hingga kemampuan adaptasi atas tantangan masa depan.
Untuk itulah diperlukan LEGISLASI yang lebih berpihak pada semua tingkatan pemerintah, serta kerangka PENGAWASAN yang lebih presisi atas kebijakan, program hingga kegiatan yang menyasar daerah sebagai subyek sekaligus obyeknya terutama yang dilakukan oleh kementrian dan lembaga serta badan-badan adhoc nasional lainnya.
Pada saat yang sama ruang publik nasional dan lokal juga perlu lebih ramah terhadap kebutuhan tidak saja generasi X, Y dan Z namun juga warga daerah yang berusia lanjutan atau sering disebut Penduduk SENIOR, dua segmen demografi ini akan menjadi kunci dalam kemajuan perekonomian, kebudayaan dan sosial daerah kita dan juga negara kita dimasa yang akan datang. Saya menyebut agenda ini dengan Tagline Sederhana: LEGISLASI-KATA HATI.
Editor: Irdwan Jeko



































