SULTRALINE.ID, KENDARI – Ratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Sulawesi Tenggara (AMARA) menggelar mimbar demokrasi menolak politik dinasti dan pelanggaran HAM, yang berlangsung di Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra), Kota Kendari, Selasa 5 Desember 2023
Dalam kesempatan itu mahasiswa yang berasal dari Universitas Sulawesi Tenggara (UNSULTRA) Universitas Halu Oleo (UHO), Universitas Lakidende, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Universitas Mandala Waluya, dan STIMIK Bina Bangsa serta perwakilan masyarakat datang mengenakan topeng serta membawa tulisan ‘Lawan Politik Dinasti, Tolak Pelanggar HAM’.
Menurut Koordinator aksi Mimbar Demokrasi, Ardianto mengatakan, gerakan tersebut murni dari mahasiswa dan rakyat karena melihat kondisi negara dan bangsa hari ini yang tidak baik-baik saja.
Lebih lanjut ia, aksi tersebut juga upaya menyelamatkan demokrasi dari Oligarki dan Tirani serta meminta penegakkan keadilan hukum tanpa intervensi.
“Olehnya tadi semua secara tegas menolak politik dinasti dan pelanggaran HAM,” ujarnya.


Menurutnya, Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 ini, publik tengah dipertontonkan soal politik dinasti. Apa lagi, menjadi pusat perhatian terkait putusan Mahkamah Konsitusi (MK), yang dianggap cacat prosedural dan melanggar konstitusi demi kepentingan kelompok. Drama itu mencapai puncaknya tatkala Gibran Rakabuming Raka, putra Presiden Joko Widodo menjadi cawapres,
“Olehnya itu, Mahasiswa dan Rakyat harus berani melawan politik dinasti guna menyelamatkan bangsa ini dari resesi demokrasi,” tegasnya.
Atas kondisi tersebut, AMARA juga mengeluarkan petisi yang dinamai Petisi Desember AMARA Sultra.
“Kami yang tergabung dalam aliansi mahasiswa dan rakyat Sulawesi Tenggara menyampaikan secara terbuka petisi kami atas nama demokrasi kami yang tergabung dalam amara sultra menolak politik dinasti yang di praktekkan oleh rezim hari ini,” cetusnya.
Kedua, lanjut ia, AMARA menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk menolak pelanggar HAM terhadap jabatan publik di manapun di Republik ini.
“Kami AMARA Sultra merasakan negara saat ini tidak lagi berpihak pada kepentingan sistem demokrasi. Maka hanya ada satu jalan, lawan,” tegasnya.
TIM



































