SULTRALINE.ID, KENDARI – Tercatat ratusan ribu siswa, guru dan staf pengajar yang tersebar di wilayah provinsi Sulawesi Tenggara melaksanakan aksi bela Palestina. Mereka mengajak masyarakat Sulawesi Tenggara peduli pada Palestina yang kini tengah berperang dengan Israel.
Dengan melakukan doa bersama dan sholat ghoib. Hal itu dibenarkan oleh Kepala SMAN 4 Kendari, Liyu.
Menurutnya kegiatan tersebut inisiasi dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra agar seluruh jajaran seluruh Sekolah se Sultra untuk melakukan kepedulian terhadap saudara-saudara di Palestina.
“Iya benar kami melakukan kegiatan tersebut yang diinisiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra untuk bagaimana mendoakan saudara-saudara kita yang ada di Palestina,” ungkap Liyu saat dihubungi melalui sambungan WhatsApp, Senin 23 Oktober 2023.
Ia menambahkan untuk di SMAN 4 Kendari diawali dengan doa bersama pada pagi hari, kemudian usai sholat zhuhur dilanjutkan sholat ghaib.
“Kemudian kami juga melakukan open donasi buat saudara-saudara kita di Palestina. Alhamdulillah respon siswa dan guru begitu tinggi untuk membantu,” ujarnya.
“Tadi juga saya sudah sampaikan kepada orang tua dan alumni agar bisa juga ikut bagian open donasi yang kami lakukan untuk saudara-saudari kita di Palestina, Alhamdulillah semuanya menyambut dan mau membantu,” tambahnya.
Liyu berharap dengan kegiatan seperti ini, bisa memberikan dampak bagi warga Palestina, serta ia berharap warga Indonesia khususnya di Sultra bisa terlibat juga membantu warga Palestina.
“Karena sekecil apapun bantuan kita dapat membantu saudara-saudara kita di Palestina karena memang kondisi mereka sangat memprihatinkan,” pungkasnya.


Diketahui, Total terdapat 220.000 jumlah siswa dan guru mengelar shalat ghoib secara serentak.
Sementara itu, salah satu aktivis kemanusiaan, Chiko atman, memuji langkah pemerintah provinsi dalam hal ini pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sultra yang turut mendukung penuh aksi kemanusian yang di lakukan oleh kepala sekolah dan siswa se-Sultra.
“Kegiatan ini belum pernah di lakukan di Sulawesi Tenggara ini benar benar spaktakuler yang di lakukan oleh Dikbud Sultra dan seluruh jajaran pengajar di sultra, dan ini juga untuk pertama kali di lakukan di Indonesia,” tutupnya.
Dilansir dari berbagai media, Israel masih terus melancarkan serangan ke Gaza, Palestina. Bahkan negeri itu semakin menggila dan berjanji meningkatkan pemboman terhadap daerah kantong tersebut.
Kementerian Kesehatan Palestina pada Minggu mengatakan jumlah korban tewas di Gaza telah mencapai sedikitnya 4.651 orang sementara 14.254 orang lainnya terluka. Kementerian juga mengatakan 93 warga Palestina pun tewas dalam kekerasan dan serangan Israel di wilayah Palestina lain, Tepi Barat.
TIM



































