SULTRALINE.ID, KENDARI – Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Prof Dr Muhammad Zamrun Firihu melepas ribuan mahasiswa menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN), di ruang senat UHO, 10 Agustus 2023.
Mereka terdiri dari mahasiswa KKN Reguler Batch 2 yang berjumlah 3.815 orang serta mahasiswa KKN Tematik Infrastruktur Kerjasama Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sebanyak 105 orang. Mereka akan berada di lokasi KKN selama 30 hari yang tersebar di tujuh kabupaten dan satu kota yakni Kota Kendari, Kabupaten Konawe, Kabupaten Konawe Selatan, Kabupaten Konawe Utara, Kabupaten Kolaka, Kabupaten Kolaka Timur
Kabupaten Kolaka Utara, dan Kabupaten Bombana.
Pelepasan mahasiswa KKN ini secara simbolik dilakukan Rektor dengan memakaikan jas almamater dan menyematkan tanda peserta kepada perwakilan mahasiswa. Tidak semua mahasiswa hadir dalam kesempatan ini karena keterbatasan kapasitas ruangan. Sebagian besar mengikuti acara pelepasan tersebut secara daring. Mahasiswa yang mengikuti KKN di kesempatan ini didampingi oleh 275 Dosen Pendamping Lapangan (DPL) yang menjalani pembekalan tiga hari sebelumnya.
Pemberangkatan mahasiswa ke lokasi KKN dijadwalkan pada tanggal 13-14 Agustus 2023. KKN Reguler Batch 2 berada dalam koordinasi Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP). Sementara Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) mengkoordinasi kegiatan KKN Tematik Infrastruktur Kerjasama Kementerian PUPR dengan UHO.
Dalam sambutannya, Rektor UHO menegaskan bahwa KKN (Kuliah Kerja Nyata) sebagai mata kuliah wajib bagi semua mahasiswa S1 (Strata 1) di lingkungan UHO. Untuk itu, UHO memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa program ini dirancang dengan baik, memiliki tujuan yang jelas, serta memberikan panduan dan bimbingan yang memadai kepada mahasiswa.
Rektor juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada para mahasiswa yang telah berkomitmen untuk mengambil bagian dalam Program KKN ini.
“Di mana mahasiswa memiliki kesempatan langka untuk mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang telah mereka pelajari di kampus ke dalam kehidupan nyata. Melalui KKN, para mahasiswa akan berhadapan dengan berbagai realitas masyarakat, tantangan riil, dan peluang untuk menciptakan dampak positif,” katanya.
Menurut Rektor, dalam program ini, para mahasiswa tidak hanya akan memperluas wawasan dan pengetahuan mereka, tetapi juga akan belajar tentang kerja tim, kepemimpinan, adaptasi terhadap lingkungan baru, serta nilai-nilai kemandirian.
“Ini adalah kesempatan berharga untuk tumbuh dan berkembang sebagai individu yang berkontribusi bagi kemajuan sosial dan kemasyarakatan,” ujarnya.
Oleh karena itu, Rektor mengajak para mahasiswa untuk menjalani setiap tantangan dengan tekad dan semangat yang tinggi. Jangan ragu untuk berkolaborasi dengan perangkat desa dan masyarakat setempat; mendengarkan aspirasi mereka; dan bekerja bersama dalam merumuskan “solusi” yang relevan dan bermanfaat terhadap berbagai masalah yang ditemukan.
Rektor mengingatkan bahwa tanggung jawab mahasiswa KKN tidak berhenti hanya pada pelaksanaan Program Kerja, tetapi juga pada integritas pribadi dan citra UHO. Ketika menjadi bagian dari komunitas tempat KKN, jaga nama baik UHO dengan memberikan teladan positif kepada masyarakat.
“Dalam segala tindakan dan interaksi, patuhi nilai, etika, norma, dan budaya masyarakat setempat. Saling menghormati dan menghargai perbedaan adalah prinsip penting yang harus kita pegang teguh,” tuturnya.
Rektor berpesan agar para mahasiswa tetap sadar bahwa mereka adalah duta dari UHO. Setiap tindakan yang mereka lakukan dapat mencerminkan citra UHO dan memberikan dampak yang lebih luas.
“Oleh karena itu, hindari perilaku tidak etis dan tindakan yang dapat merugikan nama baik UHO dan komunitas. Bersikaplah jujur, transparan, dan bertanggung jawab dalam semua aspek pelaksanaan KKN,” tegasnya.
Pada akhir sambutannya, Rektor menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak, termasuk institusi pemerintah, komunitas lokal, dan berbagai lembaga non-pemerintah.
Editor: Irdwan Jeko



































