SULTRALINE.ID, KENDARI – Ratusan pemulung besi tua, plastik dan kardus berunjuk rasa di depan kantor Walikota Kendari tepatnya di pelataran parkir eks MTQ Jalan Jenderal Ahmad Yani, pada Senin (17/4/2023) pagi.
Protes disampaikan karena adanya tindakan sewenang wenang satuan tugas polisi pamong praja (Satpol PP) yang menjaring gerobak para pemulung yang melintas di jalan jalan kota, tidak sampai disitu Satpol PP juga menjaring gerobak pemulung yang menepi beristirahat di tepi trotoar jalan. Operasi penertiban ini dari pantauan Sultraline dilakukan selama bulan suci Ramadhan 1444 H.
Terlihat sekitar satu jam lebih para pemulung menggelar aksi damai tanpa mobil komando aksi. Para pemulung melakukan aksinya bermodalkan gerobak dan leaflet tuntutan dari bahan kardus hingga akhirnya datang anggota DPRD Kota Kendari Sahabuddin menemui mereka. Dengan sederhana Sahabuddin bercengkrama dengan para pemulung mendengarkan langsung apa yang menjadi tuntutan mereka. Setelah itu, Sahabuddin bersama-sama para pemulung berjalan kaki menuju ke Kantor Balai Kota Kendari guna bertemu Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu.
Terlihat Anggota DPRD dari Fraksi Partai Golkar ini menemani para pemulung bertemu dengan Pj Wali Kota beserta jajaran Pemkot Kendari. Setelah mendapat penjelasan dan kesepakatan bersama perwakilan pemulung kembali berkumpul dengan massa aksi yang berada di lokasi kumpul para pemulung. Kemudian melakukan sujud syukur atas hasil dari pertemuan dengan Pj Wali Kota Kendari.
Ketgam: Poster dan kebersamaan Pemulung Kota Kendari

Penanggung jawab aksi solidaritas yang juga sebagai Ketua persatuan pemulung kendari, Misdi mengatakan, dia bersama rekan-rekan pemulung meminta kepada pihak pemerintah kota kendari untuk menghentikan satuan tugas pol PP yang melakukan penjaringan gerobak terhadap pemulung.
“Cara cara yang tidak berperikemanusiaan sudah harus di tinggal kan karena itu cara cara orde baru, kita sudah ada di zaman era reformasi dimana penghormatan terhadap hak asasi haruslah di junjung tinggi,” tegasnya.


Misdi juga mengungkapkan penertiban pengemis dan gelandangan yang berbahaya dan mengatasnamakan pemulung tanpa gerobak harus ditertibkan.
“Kita tadi sudah bertemu langsung dengan Pak Pj Wali Kota Kendari, beliau menyampaikan tidak melarang kami memulung karena itu mata pencaharian kami. Hanya dia mengingatkan untuk tidak berkumpul atau nongkrong-nongkrong di areal jalan protokol kota seperti seputaran MTQ, Jalan Made Sabara serta jalan-jalan utama dalam Kota. Dan tadi juga gerobak teman-teman yang ditahan akan segera dikeluarkan,” terang Misdi.

Misdi juga mengucapkan terima kasih kepada Sahabuddin yang bersama-sama berjuang dengan mereka. Menurutnya sosok Sahabuddin tidak berubah sebelum dan sesudah menjadi Anggota DPRD Kota Kendari yang selalu mementingkan kepentingan rakyat yang tertindas.
“Kami ucapkan terimakasih kepada bapak Sahabuddin yang telah sama-sama kami bertemu dengan pak Pj Wali Kota. Kami sangat bersyukur memiliki wakil seperti sosok Sahabuddin,” pungkasnya.


Sementara itu eks ketua relawan Jokowi Sultra, menjelaskan saat ditemui mendampingi pemulung menghimbau agar kesucian bulan ramdhan tahun ini jangan dinodai dengan membangun narasi kebencian pada warga yang termarjinalkan.
“Kita ketahui bersama dalam perda nomor 9 tahun 2014 pada Bab dua pasal dua tentang azas disitu di jelaskan tentang pembinaan anak jalanan, gelandangan, pengemis dan pengamen dilakukan berdasarkan Azas pengayoman, Azas kemanusiaan,
Azas kekeluargaan, Azas keadilan artinya tidak ada satupun penggalan kata tentang pemulung,” tegas Chiko Atman.
Chiko Atman juga menambahkan perlunya kebersamaan antara pemerintah dan warga untuk secara bersama sama menyukseskan program kendari bergerak.
“Pemulung adalah bagian dari ekosistem penyelematan lingkungan dari banyak nya sampah rumah tangga,” pungkasnya.
“Yang ingin saya tegaskan bahwa pentingnya berdiskusi mencarikan solusi terbaik, karena lewat diskusi kita bisa saling memahami kondisi rakyat kita, tidak ujuk-ujuk langsung menjaring gerobak teman-teman pemulung begitu saja, tanpa ada penjelasan yang baik,” tutupnya.
Diketahui aksi solidaritas ini adalah wujud kebersamaan senasib sepenanggungan antar pemulung se-Kota kendari.
Laporan : Irdwan Jeko



































