SULTRALINE.ID, Kendari – Tawuran antar pelajar maupun antar kelompok masyarakat di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara masih terus terjadi, terhitung dalam waktu 1 minggu terakhir ini telah terjadi 2 kali tawuran antar pelajar, hal ini tentu telah menimbulkan keprihatinan dan keresahan di tengah-tengah masyarakat Kota Kendari.
Menanggapi hal itu, Ketua Kelompok Pemuda Pemerhati Sosial Dan Lingkungan (KP2SL) Rizal Saliki, meminta pemerintah Kota Kendari yang hari ini telah di pimpin seorang Penjabat (Pj) Walikota agar lebih pro aktif dan serius dalam menangani persoalan Tawuran antar pelajar maupun tawuran antar kelompok agar tercipta Keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di tengah-tengah masyarakat Kota Kendari.
“Pemerintah tentu memiliki banyak Instrumen dan kebijakan yang di dukung dengan anggaran yang cukup besar untuk melakukan upaya-upaya pencegahan terhadap tindakan-tindakan kriminalitas dalam bentuk tawuran, namun sampe hari ini kami menilai belum ada upaya dan Tindakan serius dari pemerintah Kota Kendari dalam menyelesaikan persoalan yang terus berulang ini,” ungkap Rizal kepada awak media ini, Jum’at (2/12/2022).
Menurutnya tawuran yang terjadi bukan masalah yang pertama namun masalah yang sudah kesekian kalinya terjadi di Kota Kendari. Apalagi kata Rizal, Kota yang telah meraih predikat sebagai Kota layak anak, akan tetapi tidak mampu dan gagal menjaga anak-anak nya yang masih duduk di bangku sekolah pada tingkat SMP maupun SMA untuk tidak bertikai atau tawuran.
“Untuk itu kami menyarankan agar bapak Pj Walikota Kendari bisa memaksimalkan para aparatnya, seperti Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) untuk melakukan upaya-upaya pencegahan dini dan penanganan Konflik dengan berkolaborasi bersama aparat penegak hukum dan kelompok-kelompok pemuda untuk meminimalisir terjadinya potensi-potensi konflik yang dapat menyebabkan tawuran antar kelompok masyarakat maupun antar pelajar,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu juga, Rizal meminta kepada Pj Walikota untuk segera melakukan tindakan-tindakan nyata untuk memberikan saksi kepada sekolah yang tidak mampu menjaga dan mendidik para siswa yang menyebabkan terjadinya tawuran.
“Kami juga meminta aga intens melakukan sosialisasi kepada para pelajar yang ada di Kota Kendari terkait dampak negatif dari adanya aktivitas tawuran tersebut,” pungkasnya.
Sekedar informasi sepekan terakhir ini, viral pelajar di Kota Kendari melakukan aksi tawuran bahkan ada video yang beredar sekelompok pelajar merusak kendaraan milik orang.
Laporan: TIM



































