SULTRALINE.ID, KENDARI – Simposium Nasional Akuntansi (SNA) ke-25 resmi berlangsung di Universitas Halu Oleo, Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), di Sport Center UHO, Kamis 8 September 2022.
Kegiatan itu terbilang sangat strategis sebab saat ini bangsa Indonesia tengah menghadapi masalah ekonomi khususnya terkait likuiditas keuangan negara.
Rektor UHO Kendari, Prof. Dr. Muhammad Zamrun Firihu, mengatakan bahwa giat itu dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UHO Kendari dan IAI.
Menurutnya, MoU tersebut salah satu dalam untuk implementasi dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Ia juga mengajak seluruh stakeholder, baik akademisi, praktisi, pemerintah maupun swasta untuk bersatu padu dan menyatu untuk menyambut Indonesia maju yang berkelanjutan.
“Mudah-mudahan UHO bisa berkontribusi terhadap pembangunan di Kota Kendari, pembangunan di Sultra dan InsyaAllah untuk Indonesia maju yang berkelanjutan.Semoga kontribusi akuntan terhadap pembangunan Indonesia semakin nyata untuk kemajuan Indonesia,” tutupnya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi, dalam hal ini diwakili oleh asisten I, Ilyas Abibu saat menghadiri SNA ke-25 yang diinisiasi oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Kompartemen akuntan pendidik.
Ia mengatakan, bahwa saat ini pemerintah telah menaikkan harga BBM bersubsidi, yang bertujuan untuk meningkatkan penerimaan negara.
“Ini adalah peristiwa yang sangat sulit sekali bagi pemerintah, namun harus dilakukan karena sektor keuangan kita dalam keadaan sulit,” katanya.
Tantangannya kata dia adalah, bagaimana aset-aset bisa di daya gunakan dengan baik. Pendayagunaan aset-aset baik yang masih terpendam maupun yang sudah diidentifikasi namun masih tidur butuh pemikiran bersama.
“Pemikiran yang paling dibutuhkan datang dari para ahli akuntan, karena merekalah yang paling paham tentang aliran uang yang bisa menjaga stabilitas moneter negara kita,” ujarnya.
Sehingga ia berharap, agar hal-hal yang lahir dari simposium tersebut bisa memberikan masukan kepada siapa saja yang memerlukan, terutama kepada pemerintah yang saat ini sedang melakukan pembangunan diberbagai bidang.
“Saya juga berharap, melalui simposium ini Sultra khususnya Kota Kendari bisa dikenal dimasyarakat nasional. Pemerintah menitip buah pikiran dari simposium ini,” bebernya.

Tempat sama, Ketua dewan pengurus Nasional IAI Prof. Mardiasmo mengatakan, tema yang dipilih dalam giat itu, yakni peluang dan tantangan profesi akuntan dalam era digitalisasi menuju Indonesia maju yang berkelanjutan.
Dimana, untuk memastikan keberlanjutan akuntan, para akuntan global dan stakeholder termasuk akuntan pendidik telah menginisiasi bentuk keberlanjutan pelaporan.
“Konteks IAI sebagai organisasi profesi yang terbesar telah merumuskan kerangka IAI, yakni komitmen untuk memperkuat rumah governance IAI,” ungkapnya.
Dimana pada kerangka tersebut telah didesain penguatan pondasi baru dan akan menjadi platform baru IAI di masa depan dalam rangka memastikan sustainability dan value creation Indonesia.
“Jadi tantangan IAI ke depan sangat cukup berat,” pungkasnya.
Sekedar informasi, kegiatan tersebut akan berlangsung selama tiga hari yang dimulai pada, 7 September hari ini hingga, 9 September 2022 mendatang.
Laporan: TIM



































