SULTRALINE.ID, KENDARI – Malang nian nasib yang dialami sekelompok pemuda yang tergabung dalam Himpunan Pelaut Muna yang kesulitan biaya untuk bertahan di tanah rantau.
Peristiwa ini bermula dari sekelompok pemuda Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara yang merantau keluar daerah yaitu di Ibu Kota untuk mencari pekerjaan khususnya di dunia pelayaran. Namun, mereka mengalami sedikit masalah yaitu tempat tinggal sementara di Jakarta.
Olehnya itu, untuk mengatasi masalah tersebut mereka memutuskan untuk mencari sebuah kontrakan untuk tempat tinggal sementara. Untuk membiayai kontrakan tersebut mereka sesama pelaut dari Kabupaten Muna melakukan inisiatif untuk membentuk suatu perkumpulan yang mereka namakan Himpunan Pelaut Muna sebagai wadah/atau tempat untuk memberikan informasi terhadap pemuda-pemuda dari kabupaten muna dengan tujuan yang sama agar biaya hidup mereka tidak terlalu terbebani selama berada di Jakarta.
“Namun, seiring berjalannya waktu sejak didirikannya Himpunan Pelaut Muna pada tanggal 27 Juli 2017 kepengurusan himpunan pelaut muna sampai hari ini masih mengalami beberapa permasalahan terutama pada biaya sewa kontrakan karena selama ini sejak dibentuknya biaya untuk pembayaran kontrakan dilakukan secara gotong-royong melalui iuran pada anggotanya,” tutur Haryono selaku ketua kepada media ini belum lama ini melalui sambungan WhatsApp.
Lebih lanjut ia, tidak sampai disitu, masalah yang dihadapi masih belum dapat teratasi dikarenakan sebagian para anggota Himpunan Pelaut Muna yang mayoritasnya dari kabupaten muna dan kabupaten muna barat rata-rata para pelaut pemula dimana mereka belum mampu membayar iuran.
“Akan tetapi beberapa anggota himpunan pelaut muna sudah melakukan pembayaran iuran. Oleh karena itu pengurus Himpunan Pelaut Muna mengharapkan dukungan dari berbagai pihak terutama pada pemerintah daerah jajaran-jajarannya terkait untuk dapat bersama-sama memikirkan solusi dari permasalahan-permasalahan yang kami alami sejak didirikannya hingga hari ini. Jumlah anggota Himpunan Pelaut Muna yang tercatat sebanyak 70 orang dan mayoritasnya dari Kabupaten Muna,” bebernya.
Saat ini mereka tinggal di jalan rumbia 3 no 1B, RT 002, RW 002, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.
Menurut Haryono, untuk biaya sewa sekretariat itu mencapai 30 juta rupiah per tahunnya belum lagi biaya pemakaian bulanan yang memakan 1 juta rupiah untuk membiayai listrik, air, Dll.
“Jadi untuk permasalahan itu anak-anak yang baru datang dari kampung tidak mungkin di mintai begitu jadi kita tampung saja dulu nanti sudah naik kapal baru kita mintai semntara untuk tunggu mereka naik kapal mau 6 bulan kadang,” ungkapnya.
“mungkin untuk mendapatkan perhatian dari daerah melalui jajaran yang terkait tentang pemuda-pemuda kabupaten muna di luar daerah ini bagaimana agar kiranya diberikan dukungan dan bantuan,” tutupnya.
Laporan : Jamal


































