Inilah Ahmad Bayu Ariawan Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo yang memiliki perjalanan hidup yang begitu menyentuh. Bahkan Ia Sempat mau bunuh diri sampai 5 Kali selama hidupnya Mahasiswa Autis ini akhirnya telah diwisuda akhir tahun 2020 ini.
Bayu mempunyai orang tua, di mana Bapak merupakan dosen Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa sampai sekarang, sementara Ibunya Bayu berprofesi sebagai dokter spesialis dan akademisi di Fakultas Kedokteran UHO.
Bayu saat itu ingin bercita-cita meneruskan perjuangan Ibunya Bayu dalam mendalami ilmu kesehatan, tapi Bayu merasakan bahwa Bayu harus keluar dari zona nyaman yang Bayu miliki, sehingga Bayu merasakan bahwa pedesaan memiliki eksotik yang indah dan cantik berupa usaha pertanian, perkebunan dan yang paling penting adalah peternakan yang masih menjadi kontroversi oleh banyak orang sebagai penyebab polusi lingkungan saat ini. Bayu saat itu berpikir bahwa Bapaknya Bayu juga merupakan dosen pertanian, makanya Bayu berusaha untuk masuk mungkin bidang agribisnis atau peternakan, tapi Allah Subhanahu Wa Ta’ala masukkan Bayu ke bidang peternakan, tapi berada di Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara mulai 2016 sampai berakhir pada Desember ini.
Banyak pengalaman yang Bayu alami saat berkuliah, salah satunya masuk organisasi keagamaan Islam (An-Nahl) dan universitas (UKKI) dengan masuk berbagai jabatan strategis. Interaksi dengan teman” sejawat juga erat dan baik, tapi Bayu tidak mau ingin membully oleh mereka karena suatu hal yang sepele. Bukan hanya itu, staff jurusan maupun orang tuanya Bayu juga tidak bisa rasakan hal seperti itu. Bayu berpikir bahwa mereka lebih berbeda dengan Bayu, tapi Bayu akan berusaha untuk tetap sama-sama mereka meski lahir dengan keadaan berbeda
Tetapi, Bayu tetap membuktikan yang terbaik dengan aktif pada berbagai organisasi, bisa memberikan harapan terbaik, terus bangkit dan bergerak serta pantang menyerah. Bayu juga memiliki bakat yang terbaik, seperti menyanyi lagu dan tilawah Qur’an. Bayu juga tetap harus memberi semangat dalam diri untuk orang lain agar Bayu bisa menjadi tauladan serta mendo’akan dan saling mendukung sesama sejawat dan sejawat dari bidang lain
Jikalau Bayu punya pemikiran bahwa autism menghalang, maka ada hal positif dan negatif. Hal positif yang Bayu alami adalah sebagai motivasi dan instropeksi diri dalam berkarya, tapi negatifnya adalah berada pada pemikiran mengumpulkan yang sulit karena kaku pada mereka, emosi, bisa menangis, membentak, bahkan Bayu punya pemikiran buruk untuk melawan ustadz karena hal ini. Tapi, Bayu segera jauhi semua itu dengan istighfar, tetap perbaiki diri, mengubah perspektif dan instropeksi diri, tapi jika diri Bayu bermasalah besar akan sangat sulit diatasi
Ada Bayu pengalaman karena membully dengan perkataan *bombe* saat SMP maupun SMA, Bayu mengamuk di dalam kelas sampai banting bangku kursi. Bayu juga sering berteriak dan juga tidak sabaran, biarpun ada provokasi tidak bisa diterima seperti itu….. Bukan hanya itu, selama sekolah SMP dan SMA, Bayu juga dibully oleh anak” SD karena perkataan bully tadi, bahkan Bayu menangis sambil memukul badan anak kelas IV (sekarang sudah SMP kelas IX atau sedang di SMA), sehingga orang tua korban melaporkan Bayu ke pihak berwajib, tapi sekali lagi bahwa dia salah membully Bayu. Saat itu juga, jika ada yang membully dan kebetulan juga ada autism setara Bayu pilih kasih, Bayu akan mengambil pisau untuk membunuh mereka. Kenapa tidak bully saja dia, kenapa Bayu terus ??? Bayangkan saja, setiap hari selama sekolah mengalami hal seperti ini rasanya bakal emosi capek serius…. Bayu juga sempat mengancam untuk memukul salah seorang sesama Autism bahwa dia pilih kasih karena reaksi orang” yang melihatnya mengingat dia dibawa oleh Ibunya penderita itu, sehingga mereka malah reaksinya takut. Bayu juga sempat merasakan berpura-pura baik di hadapan Bapaknya Bayu, jadi rasanya sakit hati banget dan tidak bisa bayangkan dengan kata-kata
Bayu merasakan pengalaman emosional itu, sehingga Bayu merasakan silaturahmi kurang, tidak mau bertemu mereka yang bully, lebih tenang di Rumah, tidak mau berpikir apa, hibur diri sampai terasa pusing… Kalau Bayu kuliah di Makassar dengan perasaan seperti ini, rasanya akan hancur, injak harga diri yang menyebabkan Bayu mau pindah kuliah. Alhamdulillah di Kendari, banyak mereka yang membantu dan juga peduli pada Bayu, tapi kembali lagi pada komparasi itu tetap membayangi dan otomatis terhapus. Dengan energi yang maksimal, Bayu bisa menyelesaikan kuliah ini dengan expert yg luar biasa
Bayu harapkan kepada Kalian yang masih aktif untuk tetap berkarya dan berinovasi dengan jati diri Kalian masing-masing dan jangan lupa untuk terus dekat dengan Tuhan. Dan kepada yang sudah mulai injak kaki, tetap berproses sampai selesai. Ingat dekat juga dengan ortu di Kampus, jangan dekat dengan sekolah saja daripada kampus alias pilih kasih, begitu juga yang masih aktif. Upayakan agar aktif dalam segala hal dan ingat selalu barang” penting
Bayu ingat banget selama kuliah, 5 kali kehilangan handphone karena bobrok punya model. Tidak tahu yang salah antara Bayu atau dia, yang pasti kesadaran Kita akan sesuatu yang penting harus dijaga. Jangan dikasih sama orang yang keluarga tidak tahu diri karena itu merampas hak milik. Bukan bermaksud merendahkan, tapi saling mengingatkan. Jangan salah paham, itu adalah bagian dari diri Kita sesama ukhuwah, bukan antara orang miskin dan kaya. Kalau ada yang berkata bahwa Bayu remehkan orang miskin itu semuanya salah karena tidak semua yang mampu adalah penjahat, begitu juga diri Kita sendiri bahwa tidak semua itu memiliki diri buruk, seperti berkelahi, bicara kotor, mencaci maki atau bunuh diri karena itu merupakan tidak pantas dan jahat diri
Bayu pernah mengalami masalah bully, Bayu putuskan bunuh diri waktu itu sebanyak 4 atau 5 kali lah. Mau apa lagi, dipaksakan karena psikologis ?????
Semoga tidak akan terjadi kepada Kalian semua, termasuk Bayu sendiri
Bayu mampu Menyelesaikan kuliahnya selama 4 tahun 4 bulan.
By Jasman berdasarkan penuturan langsung Bayu



































