SULTRALINE.ID, KENDARI – Komoditas kopi merupakan sajian yang benar-benar digemari bagi pecintanya. Ngopi tidaklah lagi sajian yang dapat membuang ngantuk. Demikian terjadi karena banyak penduduk dunia telah teredukasi banyaknya khasiat yang akan diraih saat sering ngopi.
Nyata dengan meningkatnya penggila kopi pada 3 dasawarsa ini pada masa sekarang kopi merupakan produk komoditi terbesar kedua sehabis minyak bumi pada kelas pertama. Pada akhirnya dengan demikian usaha di bidang kopi sebagai jalan yang menggairahkan guna pemain bisnis.
Minuman kopi sebenarnya tidak tercantum kebutuhan primer seperti beras, gula, minyak dan sebagainya, akan tetapi guna segelintir masyarakat kebutuhannya menyerupai yaitu boleh jadi mendekati seperti memperdagangkan sembilan bahan pokok dalam usaha dagang kopi luwak yang selalu dan terus dikonsumsi jangka panjang oleh konsumennya, yang setiap pecintanya akan terus membeli sewaktu kebutuhannya habis,maka apabila habis berubah menjadi keperluan yang betul-betul dibutuhkan di rumah.
Bisnis warung kopi juga kini semakin bermunculan, anda bisa membuktikan di lapangan beraneka tipe warung kopi tumbuh bermunculan dan berkembang dalam sebagian negara. Gaya hidup untuk menjadikan cafe tempat santai, bercakap dan diskusi dengan kerabat menjadikan warung kopi satu dari serangkaian pilihan wadah kegiatan mereka.
Dengan bermunculannya kedai kopi di indonesia apalagi dunia mesti mampu menjadi padang bisnis bagi suplier kopi dan semua stake holder yang berperan dalam komoditi kopi. Dalam data International Coffee Organization tercatat produksi dan konsumsi dunia per tahun naik sebanyak dua puluh persen. Para pecinta kopi akan terus berpindah-pindah dari warung kopi satu lokasi ke lokasi yang lainnya, maka sangat diperlukan pelayanan dan kualitas mutu kopi yang bagus agar dapat bersaing dalam market kopi nasional dan internasional.
Khususnya di Kota Kendari angkringan kopi sudah menghiasi wajah Ibu kota Sulawesi Tenggara beberapa tahun terakhir ini. Kini yang terbaru angkringan kopi yang berada di jalan MT. Haryono atau tepatnya di samping SMKN 1 Kendari yang menyuguhkan berbagai varian kopi dengan harga yang terjangkau. Mengusung konsep unik yang diberi nama classic coffee Kendari.

Pemilik usaha Ihsan (25 tahun) menuturkan dagangan yang ia jajakan baru seminggu ia memulai, berbekal modal sendiri dan melihat potensi penikmat kopi di Kota Kendari yang cukup besar.
“Sudah seminggu saya disini, mulai buka itu dari pukul 5 sore sampai pukul 12 malam,” ujarnya saat dijumpai, Selasa (15/12/2020).
Ia pun tetap menerapkan protokol kesehatan penanganan Covid-19 mengingat saat ini masih Pandemi.
Yang uniknya lagi angkringannya ia muat dengan vespa jadul miliknya membuat semakin menarik ketika menjajakan kepada penikmat kopi.
“Tiap hari begini berbekal motor Vespa saya bawa perlengkapan kesini,” katanya dengan tersenyum.
Ia menambahkan sebelum membuka usaha warung kopi, awalnya dia menjadi peracik kopi di salah satu kafe yang ada di Kota Kendari. Merasa sudah memiliki kemampuan dan memiliki modal sedikit ia pu beranikan diri membuka dagangan kopi.
“Alhamdulillah banyak juga yang singgah disini, harganya itu mulai 10 ribuan saja,” ucapnya.
Ia juga melayani pesan antar yang bisa di cek di Ig @Classic_coffee.kendari bisa juga lewat WhatsApp di nomor 0822-7156-0657.
Laporan : TIM



































