SULTRALINE.ID, KENDARI – Beberapa pekerjaan proyek dilingkup Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara kembali memunculkan masalah baru, Society Monitoring Corruption (SMC) menemukan adanya beberapa pelanggaran, mulai dari proses lelang yang bermasalah sampai pekerjaan yang curi start pada saat masa lelang berlangsung.
Directur SMC, Arin Fachrul Sanjaya dalam rilisnya (15/12/2020), mengemukakan bahwa Kejanggalan awal ditemukan dimana dalam proses lelang ditemukan ada penambahan waktu upload dokumen penawaran dari batas upload yang telah ditentukan, Pokja diduga sengaja menambah jadwal upload penawaran karena penyedia yang mereka inginkan untuk menang, belum memasukkan penawaran sampai batas upload penawaran.
Sementara kejanggalan berikutnya, menurut Arin adalah proyek pekerjaan masih dalam proses lelang sudah ada penyedia yang curi start untuk memulai pekerjaan, sehingga diduga ada restu orang kuat didalam sehingga kontraktor berani memulai pekerjaan.
berdasarkan investigasi, Pihaknya menemukan dugaan persekongkolan baru yaitu tidak dipasangnya papan proyek dibeberapa titik kegiatan lingkup UHO. Hal inipun menjadi kecurigaan, bahwa persekongkolan yang terjadi didalam lingkup UHO sudah semakin masif dilakukan.
“Papan proyek yang tidak terpasang kami duga, hal itu untuk menyembunyikan masa kerja dari setiap kegiatan, yang ujungnya adalah persekongkolan untuk meminimalisir pengenaan denda keterlambatan,” Ungkap Directur SMC, Arin Fachrul Sanjaya
Tidak hanya itu, Arin menjelaskan bahwa pelanggaran lain yang ditemukan yakni adanya beberapa pekerjaan yang menghilangkan beberapa item, misalnya pagar pembatas proyek, dibeberapa titik proyek pagar pembatas tidak di pasang, sedangkan dalam BOQ ada item pemasangan pagar pembatas.
“Atas temuan itu PPK kok hanya diam, sementara pagar pembatas itu kan tampak depan, sangat mudah untuk di lihat, artinya ada pembiaran yang di lakukan oleh PPK, Pembiaran ini sangat mungkin di sebabkan karena adanya persekongkolan antara penyedia dan PPK,” tegasnya.
Hingga berita ini ditayangkan awak media ini masih mencoba mengkonfirmasi kepihak yang dimaksud.
Laporan : TIM



































